Part 107

792 155 191
                                        

''Kyung,''

''Kyungiee''

''chagiyaa''

''yeoboo''

Suara-suara lembut seperti itu silih berganti masuk kedalam pendengaran Kyungsoo. Suaranya benar-benar snagat lembut sampai-sampai Kyungsoo sulit untuk membuka matanya. Mimpinya benar-benar sangat bagus saat Chanyeol memanggilnya lembut penuh sayang. Dan Kyungsoo tersenyum dalam mimpinya.

''yeoboo, kamu harus bangun sekarang karena jika tidak kita akan melewatkan sunrisenya'' ucap suara lembut Chanyeol lagi, dan dengan perlahan Kyungsoo membuka matanya.

'ahh, kenapa aku bermimpi seperti itu?' pikir Kyungsoo sembari tersenyum.

''akhirnya kamu membuka matamu'' ucap chanyeol lagi yang terdengar sangat jelas ditelinga Kyungsoo.

'bukankah aku bermimpi? Tapi kenapa suara Chanyeol kembali terdengar disaat aku sudah bangun?' pikir Kyungsoo.

Merasakan kejanggalan itu, Kyungsoo mengubah posisinya menjadi terlentang dan begitu terkejut saat wajah Chanyeol berada dihadapannya, sangat dekat dengan wajahnya.

''aaahhhhh'' teriak Kyungsoo histeris dan dia langsung bangkit dan duduk diatas kasur.

'ternyata itu semua bukan mimpi? Ahhh' pikir Kyungsoo histeris.

''chagi, kenapa kamu berteriak dipagi buta seperti ini?'' ucap Chanyeol menggosok-goskkan telinganya yang telah menjadi korban teriakan Kyungsoo.

''ya! Apa yang kamu lakukan? Kamu telah melanggar janjimu sendiri'' ucap Kyungsoo protes.

''hei, janji mana yang telah aku langgar?'' ucap Chanyeol tidak terima.

Mendengar itu, Kyungsoo langsung menoleh dan menatap Chanyeol yang telah duduk juga disampingnya. Kyungsoo menatap Chanyeol kesal.

''kamu mengatakan bahwa kita hanya tidur dan kamu tidak akan melakukan apapun padaku'' ucap Kyungsoo,

''hei, apa kita melakukan hal itu semalam? Aku rasa tidak'' ucap Chanyeol,

Dan Kyungsoo entah kenapa menjadi salah tingkah. Dia memperhatikan kesekitar dan menemukan bahwa bantal gulingnya telah berceceran dilantai.

''kenapa kamu membuang bantal gulingnya? Dan juga mengapa kamu memelukku?'' ucap Kyungsoo kesal.

''ahhh, itu, aku kan sudah bilang kalau bantal gulingnya mempersempit tempat. Jadi aku membuangnya. Tapi entah kenapa aku tidak bisa tidur juga jika tidak memeluk bantal guling, jadinya karena hanya ada kamu diatas tempat tidur, lalu aku tidak punya pilihan lain selain memelukmu'' ucap Chanyeol tidak merasa bersalah sedikitpun. Dan Kyungsoo tidak bisa berkata-kata melihat Chanyeol yang santai.

'hah, tidak punya pilihan lain?' pikir Kyungsoo tidak percaya dengan ucapan Chanyeol.

Karena Kyungsoo yang bertambah kesal membuat dia mengambil bantal dan memukul-mukulnya kearah Chanyeol.

''hei, hei, hentikan, bukankah tadi malam kamu sudah memukulku? Lalu mengapa memukulku lagi?'' ucap Chanyeol sembari menghadang bantal memukul wajahnya.

''ini balasan karena kamu menyentuhku'' ucap Kyungsoo masih terus memukul Chanyeol.

Melihat tidak ada tanda-tanda Kyungsoo yang akan berhenti membuat Chanyeol menangkap tangan Kyungsoo dan menariknya hingga gadis itu menubruk tubuh Chanyeol. Dan jarak mereka benar-benar dekat saat ini.

''aku mencintaimu'' ucap Chanyeol lembut lalu dengan gerakan cepat dia mengecup bibir Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo dia sepertinya telah kehilangan gerakan refleksnya untuk menghindar.

lets just ignore the past!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang