Part 92

819 161 70
                                    

Chanyeol menatap langit-langit kamarnya. Entah kenapa rasanya sulit bagi Chanyeol untuk tidur. Bayangan saat dia mengecup bibi Kyungsoo tadi selalu datang memenuhi pikirannya. Dan entah kenapa Chanyeol tersenyum mengingat itu.

'kamu kenapa Chan? Perasaanmu sangat tidak jelas sekali. Bukankah kamu membenci gadis itu? lalu mengapa? Mengapa kamu bersikap seperti ini? apa yang sebenarnya kamu inginkan?' pikir Chanyeol merutuki dirinya,

Chanyeol memutuskan bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kamarnya. Chanyeol turun kelantai pertama, dan memperhatikan kesekitar.

'dimanapun aku berada, selalu hanya ada aku diruangan itu' pikir Chanyeol sendu setelah melihat ruangan yang kosong.

Chanyeol memutuskan untuk keluar dari ressortnya dan berencana jalan-jalan diluar menjernihkan pikirannya.

Bagaimanapun Chanyeol memaksakan matanya untuk menutup, tapi hal itu lantas tidak akan membuat dia tertidur. Karena itu, Chanyeol memutuskan untuk berjalan-jalan sedikit ditaman supaya dia menjadi sedikit lelah, dan bisa tertidur nanti.

Chanyeol Sering merasakan hal ini meskipun dia sedang berada dirumah sekalipun. Dia sering kesulitan untuk tidur, dan jika itu terjadi dia memutuskan untuk olahraga sebentar lalu baru kembali tidur, dan hal itu memang ampuh, dia memang tertidur setelahnya.

Sebenarnya, Chanyeol bisa meminum obat-obatan untuk membantunya tertidur dengan cepat. Tapi, Chanyeol memutuskan untu tidak melakukan itu, karena dia memang sangat tidak menyukai obat-obatan. Sedangkan vitamin saja Chanyeol ogah-ogahan meminumnya.

Chanyeol berjalan mengelilingi resort yang tampak sangat sepi sekarang. Tentu saja sepi, karena waktu sudah menunjukkan jam sebelas malam saat ini, jadi hanya terdengar suara jangkrik yang saling saut-sautan sekarang.

Chanyeol berjalan menuju taman, dan sedikit tersentak saat menemukan orang yang sedari tadi memenuhi pikirannya sedang duduk disana.

'apa aku berhalusinasi?' pikirnya.

Hembusan angin menerbangkan rambut gadis itu, dan Chanyeol terpaku ditempatnya.

Seakan terkena sihir, Chanyeol berjalan mendekat kearah gadis itu dan duduk disampingnya.

Merasakan seseorang tengah duduk disampingnya membuat Kyungsoo tersentak lalu ia mendongakkan kepalanya guna memeriksa siapa orang itu. Dan dia begitu terkejut saat menemukan ternyata Chanyeol berada disampingnya, Chanyeol duduk sembari menampilkan ekspresi datarnya.

Kyungsoo memutuskan untuk bangkit dari duduknya setelah merasakan jika orang yang duduk disampingnya ternyata bukanlah halusinasi, orang itu nyata, dan Kyungsoo tidak mau berurusan lagi dengan orang itu.

Kyungsoo bangkit, dan satu tangan dengan sigap menahannya, tangan itu menangkap pergelangan tangan Kyungsoo.

Kyungsoo menatap tangan itu dan selanjutnya beralih menatap orang yang tengah menahan tangannya dengan kuat.

''jangan pergi'' ucap Chanyeol lirih, namun dapat didengar oleh Kyungsoo dengan jelas.

Dan Kyungsoo benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dia tidak mengerti dengan Chanyeol, dan Kyungsoo juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri.

Semilir angin menyadarkan Kyungsoo. Kyungsoo melepaskan pegangan tangan Chanyeol ditangannya,

''hari sudah malam Chanyeol-ssi, jadi tidurlah'' ucap Kungsoo lalu berencana pergi ke ressortnya sendiri sebelum sebuah suara kembali menahan pergerakannya.

''apa kamu mencintai Kai?'' ucap Chanyeol dengan suara yang sedikit keras,

Kyungsoo membeku diposisinya, dengan gerakan perlahan dia membalikkan badannya dan menatap Chanyeol yang juga sedang menatapnya saat ini.

lets just ignore the past!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang