Part 6

1.1K 190 3
                                        

Kyungsoo berjalan malas menuju atap, dia masih ragu, alhasil dia berjalan dengan pelan sambil berpikir. Kyungsoo berjalan waspada, takut-takut ada guru yang melihatnya keluyuran di jam pelajaran seperti ini. Setelah beberapa langkah yang ditempunya akhirnya kyungsoo dapat melihat pintu penghubung menuju pemandangan bebas di atap. Dalam hati dia merutuki Kai yang menyuruhnya ke atap, benar-benar melelahkan harus menaiki banyak tangga. Hasilnya sampai di atap dia berdiri sejenak untuk mengatasi deru nafasnya.

Saat membuka pintu atap Kyungsoo langsung disuguhkan oleh punggung Kai. Dilihat dari posisinya saat ini, dia terlihat menumpukan sikutnya ke pagar pembatas. Kyungsoo ragu-ragu apa dia harus maju atau mundur sekarang, dia benar-benar merasa ada yang tidak beres.

Setelah pertimbangan yang panjang dalam pikirannya, Kyungsoo akhirnya maju mendekat kearah Kai berdiri, dia membuka suara pelan,

''ehmm Kai,'' Kyungsoo berdehem

Namun dilihatnya Kai tidak bergeming sedikitpun, apakah suaraku terlalu kecil? Pikir Kyungsoo.

Karena melihat Kai yang masih setia diposisinya, Kyungsoo kembali memanggil Kai,

''Kai ssi, ini aku Kyungsoo, untuk apa kamu memanggilku?''. Tanya Kyungsoo.

Lagi-lagi yang didapati Kyungsoo hanya keterdiaman Kai, dia masih diam seperti patung sekarang. Apa aku ini makhluk halus sekarang? Kenapa dia tidak mendengarku, atau apa dia punya masalah dengan pendengarannya? Kyungsoo kembali bermonolog.

Karena tidak sabaran, Kyungsoo pun berkata dengan nada kesal

''ishh, apa kamu mempermainkan aku sekarang, kalau ya selamat kamu berhasil Kai, aku benar-benar datang kesini sekarang, buang-buang waktu saja''. Ucak kyungsoo sambil berbalik akan pergi. Namun baru beberapa langkah, satu suara menghentikan Kyungsoo

''Kenapa buru-buru pergi Kyungsoo ssi?'' ucap Kai berbalik menghadap punggung Kyungsoo.

Mendengar perkataan Kai yang dingin, Kyungsoo pun berbalik dan langsung bersirobok dengan mata laki-laki itu. Laki-laki itu melangkah mendekat kearah Kyungsoo dan berhenti sekitar satu meter didepan nya. Kyungsoo hanya diam saat ini tidak mengeluarkan suara, aura dominan Kai benar-benar terasa.

''Kyungsoo ssi, aku punya hal yang menarik untuk kamu lihat, aku harap kamu melihatnya sampai selesai, pakai headseat ini supaya kamu tidak malu''. Ucap Kai sedikit menyeringai.

Dia memberikan Handphone dan headseat kepada Kyungsoo. Kyungsoo menerimanya dan dapat dilihatnya handphone itu langsung menunjukkan folder video. Dia bertanya-tanya video apa yang berusaha di perlihatkan oleh Kai. Dia ragu-ragu untuk mengklik video itu, dia masih terdiam sekarang sambil melihat kearah layar handphone itu.

Melihat keragu-raguan Kyungsoo Kai menginterupsi.

''lihatlah Kyungsoo, ini adalah surprise besar untuk mu!''. Ucap Kai setelah melihat keragu-raguan Kyungsoo, setelah itu Kai membalikkan badannya dan berjalan lagi kearah pembatas pagar.

Mendengar hal itu Kyungsoo melihat folder itu sekali lagi, dia berdoa semoga tidak video aneh yang berusaha ditunjukkan oleh Kai. Dia lantas mengklik video itu

Baru 10 detik pertama Kyungsoo mengerutkan keningnya, 'apa ini' katanya. Dia merasa familier dengan laki-laki dan perempuan yang berada dalam video itu, sampai detik ke 20 akhirnya dia dapat mengenali perempuan yang berada didalam video itu setelah video menzoom kewajahnya , dia mengenalinya. Tapi sepertinya dia mabuk berat saat itu.

Sampai video itu menyentu 1 menit, Kyungsoo dibuat was-was dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, 'kenapa mereka bertingkah seperti ini, dan ruangannya seperti sebuah kamar, apa ini?' pikir Kyungsoo. Video sudah menyentuh menit ke 3 saat ini dan semakin jelas apa yang akan dilakukan oleh kedua orang berbeda gender itu. Kyungsoo membeku sekarang, matanya ikut berkontraksi dengan memperbesar pupil, dia akhirnya membekap mulutnya. Semuanya semakin jelas sekarang setelah video berada dimenit kelima, 'kenapa? Kenapa dia melakukannya'? monolog Kyungsoo lagi.

Video telah habis ditonton oleh Kyungsoo sekarang, lututnya menjadi lemas. Dia mencengkeram handphone itu erat-erat. Dia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Benar kata Kai, ini adalah surprise untuknya, tapi surprise yang sangat menakutkan.

Kyungsoo menundukkan kepalanya dan terlihat tengah berpikir keras sekarang.Dia masih bertanya-tanya sekarang mengenai video itu, 'kenapa? Kapan? Dimana? Siapa? Bagaimana?' dia benar-benar menanyakan dengan semua kata tanya sekarang. Namun kegiatan bertanyanya terinterupsi oleh Kai.

''bagaimana Kyungsosii, apa kamu terkejut? Ahh, bolehkah aku mengambil kesimpulan dari raut wajahmu saat ini?'' tanya Kai menyilangkan tangannya didada dengan angkuhnya.

Sekarang Kai mengitari Kyungsoo, dan berhenti tepat dibelakang tubuhnya. Lalu berbisik tepat ke telinga nya.

''aku pikir kamu cukup pintar untuk mengerti keadaan di video itu Kyungsoo ssi'' ucap Kai menyeringai

Mendengar hal itu Kyungsoo kembali kealam sadarnya. Dia berbalik dan langsung mendapati wajah seringai Kai.

''apa ini Kai?'' tanya Kyungsoo

''cihh, pertanyaanmu benar-benar tidak berguna Kyungsoo, apa aku perlu menjelaskan isi video itu padamu?'' decih Kai

Raut wajah Kyungsoo berubah tajam sekarang, semua perasaan campur aduk dalam hatinya saat ini, marah, sedih, kecewa, dan lainnya.

''dari mana kamu mendapatkannya? Dan bagaimana kamu mendapatkannya?'' tanya Kyungsoo tajam, seperti akan menantang Kai.

Mendengar hal itu Kai pun kembali menyeringai,

Firasat Kyungsoo tidak enak sekarang, dia waspada,


tbc

lets just ignore the past!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang