Part 122

823 155 76
                                        

Kai masuk kedalam mobilnya, dia lalu mengemudikan mobilnya memecah jalanan malam yang tengah dijatuhi oleh salju putih.

Pikirannya masih menerawang kekejadian beberapa menit yang lalu saat ayahnya mengungkap rahasia yang sangat mengejutkan bagi Kai. Kai benar-benar tidak menyangka dengan fakta itu. Apalagi mengingat bagaimana ayah dan Ibunya menyembunyikan fakta itu sampai bertahun-tahun lamanya. Dan hal itu benar-benar menganggu pikiran Kai.

Andai saja Ayahnya mengungkapkan hal itu sedari dulu, mungkin saja hubungan Kai dengan Chanyeol keadaan akan baik-baik saja. Kai tidak akan bermusuhan dengan Chanyeol. Walaupun mungkin memang Chanyeol tidak akan pernah mengakui Kai, tapi tetap saja hubungan mereka tidak akan seburuk ini. Tapi nasi sudah menjadi bubur, dan waktu sudah tidak bisa diulang lagi. Jadi Kai tidak bisa menyesali itu semua.

Kai memarkirkan mobilnya setelah merasakan sesak didadanya akibat pikirannya yang terlalu menumpuk. Dia memegangi dadanya dan menyandarkan kepalanya pada setir mobilnya dan air mata mulai menggenang dipelupuk matanya.

'aku sangat berdosa,' pikir Kai setelah satu tetes air mata jatuh dari pelupuk matanya.

Benar kata Jisoo, selama ini yang diinginkan dan dilakukan Kai hanyalah ingin melihat kehancuran Chanyeol, ingin melihat Chanyeol menderita, dan dulu dia memang senang dengan itu. Dia puas ketika dia melihat Chanyeol menderita karena dengan itu dendamnya akan terbayarkan.

Tapi sekarang situasinya berbeda, setelah dia mengetahui bahwa Chanyeol ternyata adalah adiknya, Kai menyesali semua perbuatannya, dia benar-benar merasa menjadi orang yang buruk, sangat buruk. Kai mengutuk dirinya sendiri karena sudah menjadi orang yang kejam karena telah menyakiti banyak orang, dimulai dari Chanyeol, Kyungsoo, Jisoo, dan Baekhyun. Kai bahkan mengecewakan orang-orang yang begitu percaya padanya, ayahnya, Ibunya, dan juga Junmyeon.

Hiks hiks hiks,

''Kenapa? kenapa harus seperti ini? hiks'' isak Kai.

Kai memukul setirnya keras lalu menyandarkan kepalanya disandaran kursi mobilnya.

''Chanyeol, kenapa kamu harus menjadi adikku, KENAPA!'' Ucap Kai berteriak histeris dimobilnya.

''setelah apa yang aku lakukan padamu, kenapa kamu harus menjadi adikku!'' ucap Kai lagi dan kembali terisak.

Setelah sedikit menenangkan pikirannya, Kai mengambil ponselnya dan mencari nomor ponsel seseorang disana. Saat dia menemukannya, dia sejenak berpikir dan kembali menghembuskan nafasnya kasar.

'ya, aku harus memperbaiki semuanya' pikir Kai lalu menghubungi nomor itu.

Lama Kai menunggu sampai orang yang dihubunginya mengangkat panggilannya, dan saat panggilannya telah tersambung, jantung Kai berdegup dengan kencang.

Kai masih diam menunggu Chanyeol yang berbicara terlebih dahulu, tapi sepertinya Chanyeol juga melakukan hal yang sama, dia juga menunggu Kai untuk berbicara terlebih dahulu.

''jika kamu tidak mau bicara, aku akan menutup panggilan ini'' ucap Chanyeol dingin dari seberang sana,

''C chanyeol'' ucap Kai dengan suara bergetar, dan nada suaranya terdengar sendu.

''kamu mabuk ya?'' ucap Chanyeol,

Kai mengerti mengapa Chanyeol berkata seperti itu, karena dia pasti merasa heran dan bingung mendapatkan panggilan telepon yang tiba-tiba dari Kai.

''kenapa? apa Kyungsoo benar-benar membuatmu terpuruk? ch'' ucap Chanyeol terdengar mengejek Kai.

Dan Kai merasa buruk seketika, Chanyeol dan Kyungsoo adalah orang yang banyak menderita karena ulahnya.

lets just ignore the past!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang