Part 114

860 169 188
                                    

26 November


Siang ini, Kyungsoo masuk kedalam Columbarium tempat dimana abu Ibunya disimpan. Tidak lupa juga dia membawa serta satu bucket bunga lily putih kesukaan Ibunya. Pikirannya tengah menumpuk dan dia ingin menenangkan pikirannya ditempat ibunya.

Kyungsoo berjalan memasuki ruangan dilantai dua tempat dimana Ibunya berada, lalu dia menuju lemari tempat dimana abu Ibunya disimpan. Sesaat setelah dia berada didepan figura Ibunya, Kyungsoo menyerngit heran melihat sebuckt bunga lily putih telah ada disana.

'bunga lily putih lagi? Siapa sebenarnya yang selalu memberikan Ibuku bunga ini? dan juga apa bunganya diberikan hari ini?' pikir Kyungsoo setelah menyadari jika bunga itu sangat segar.

Kyungsoo meletakkan bunga lily yang dibawanya, sehingga disana telah ada dua bucket bunga lily sekarang.

Kyungsoo menatap foto Ibunya yang tengah tersenyum cantik,

'Bu, aku kembali mengunjungi Ibu disini dan membawakan bunga kesukaan Ibu' ucap Kyungsoo didalam hatinya.

'Bu, besok,hmm besok, aku akan bertunangan. Walaupun sebenarnya aku tidak mencintai laki-laki itu, tapi tidak apa-apa, demi Baekhyun aku akan melakukan apapun. Laki-laki itu mengatakan bahwa dia mencintaiku, dan walaupun dia memaksaku untuk bertunangan dengannya, tidak apa-apa, aku akan mencoba menerimanya, dan aku hanya bisa berharap jika laki-laki itu bisa membuatku bahagia nantinya.

Bu, aku meminta restu darimu, dan doakan aku selalu bahagia. Aku pergi dulu, dan aku janji aku akan sering-sering mengunjungi Ibu mulai sekarang' ucap Kyungsoo lalu setelahnya dia tersenyum didepan foto Ibunya.

Mata Kyungsoo kembali memandang bunga lily putih yang ada didepan sana.

Tidak salah jika Kyungsoo merasa heran dengan itu, karena ini sudah kesekian kalinya dia selalu menemukan sebucket bunga didepan figura Ibunya sebelum dia datang.

Kyungsoo tidak memiliki keluarga lain selain Baekhyun, jadi jika bunga ini berasal dari anggota keluarga, rasanya itu sangat tidak mungkin. Dan jika teman Kyungsoo, rasanya juga tidak akan ada temannya yang mau repot-repot datang ke tempat abu Ibunya.

'apa teman Ibu? Tapi siapa?' pikir Kyungsoo.

Seorang pegawai kebersihan Columbarium lewat dan hal itu memberikan ide bagi Kyungsoo untuk menanyakan secara langsung pada pegawai itu, bisa saja pegawai itu melihat siapa yang datang dan meletakkan bunga ini.

''permisi'' ucap Kyungsoo, dan sang pegawai itu berhenti untuk mendengarkan apa yang sekiranya dibutuhkan oleh kyungsoo.

''maafkan saya menganggu pekerjaan anda bibi. Tapi bisakah saya bertanya sesuatu'' ucap Kyungsoo, dan pegawai itu mengangguk mempersilahkan Kyungsoo untuk bertanya.

''begini bi, ada seseorang yang meletakkan bunga itu didepan abu Ibuku. Dan ini sudah kelima kalinya aku menemukan bunga itu disana. Jadi apa bibi pernah melihat orang yang meletakkan bunga itu disana?'' ucap Kyungsoo, dan bibi itu tampak tengah berpikir sejenak.

''ahh, itu, dia seorang laki-laki, tinggi dan tampan. Apa dia adalah kekasihmu? Karena dia selalu meletakkan bunga disana'' ucap bibi itu, dan Kyungsoo bingung tentu saja.

'apa Kai? Tidak, tidak mungkin dia akan repot-repot datang kesini, lagipula Kai pasti tidak tahu dimana abu Ibuku disimpan' pikir Kyungsoo.

''ahh, iya, aku lupa. Laki-laki itu dia akan kesini setelah dari lantai empat. Saya pikir mungkin saja ada anggota keluarganya yang ada disana'' ucap bibi itu yang berhasil membuat Kyungsoo terpaku ditempatnya.

lets just ignore the past!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang