Kai baru saja memasuki rumahnya sehabis mengantar Kyungsoo pulang. Saat dia berada di ruang makan, Kai melihat Ibunya sedang menyiapkan makan malam. Kaipun menghampiri Ibunya.
''Ibuuu'' ucap Kai memanggil Ibunya, dan lantas saja membuat wanita itu membalikkan badan menghadap Kai. Namun jelang beberapa saat Ibu Kai memandangnya, Ibunya sudah memekik,
''ya ampun, ya ampun, Kai, apa yang terjadi pada wajahmu?'' ucap Ibunya panik. Tapi Kai hanya tersenyum melihat kepanikan Ibunya.
''tidak apa-apa bu, hanya terjadi insiden kecil'' ucap Kai menggenggam tangan Ibunya yang telah berada dipipinya bersiap memeriksa luka Kai.
''insiden kecil apanya, ini sedikit parah'' ucap Ibunya memukul kecil lengan Kai.
''ahh, Ibu, jangan menambah sakitnya dong, hehehe. Oh ya, ini untuk Ibu, aku membelinya tadi''ucap Kai menunjukkan paper bag yang ada ditangannya.
''dalam rangka apa memberikan Ibu hadiah? Dan juga apa ini, ini pasti sangat mahal, dari mana kamu mendapatkan uang'' ucap Ibunya curiga.
''heii, Ibu pakai saja, aku hanya ingin saja memberikan hadiah pada Ibu, Oh ya, aku sangat lelah, aku akan naik keatas'' ucap Kai lalu memaksa Ibunya untuk mengambil paper bag itu.
''tapi tunggu dulu, biar Ibu mengobati lukamu dulu'' ucap Ibu Kai menahan tangan kai.
''tidak usah Bu, sudah ada yang mengobatinya tadi, jadi Ibu jangan cemas. Dan juga aku tidak ingin makan malam, bibirku sakit'' ucap kai sedikit cemberut pada Ibunya.
''hei, bagaimana bisa kamu tidak makan malam, Ibu akan tetap mengajakmu makan malam nanti'' ucap ibu Kai.
''baiklah jika Ibu memaksa, aku akan membersihkan diriku dulu'' ucap kai tersenyum. Dan setelahnya Ibunya tidak dapat lagi membantah dan kai berbalik pergi menaiki tangga menuju kamarnya.
Kai telah berada di kamarnya saat ini, dan dia memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Saat dia berada didepan cermin wastafel, dia memperhatikan wajahnya. Dia menyentuh plester yang telah menutupi luka wajahnya. Entah kenapa bayangan kejadian tadi kembali di ingatannya. Dan dia menampilan smirknya.
Sebenarnya tadi itu dia benar-benar dihajar oleh orang-orang itu dan itu bukanlah rekayasa. Saat dia pulang dari rumah seorang teman dia tanpa sengaja berpapasan dengan keempat orang itu. Orang-orang itu adalah orang yang juga membullynya saat satu JHS dulu, mereka suka membully Kai, karena Kai pernah melaporkan mereka pada dewan guru alhasil keempat orang itu dikeluarkan dari sekolah.
Kai terkejut Kyungsoo mau menolongnya. Dia bahkan repot-repot membersihkan lukanya dan mengobatinya. Kai ingat dengan jelas bagaimana dia melihat dengan jelas dan juga dari jarak yang sangat dekat, wajah Kyungsoo mengobati lukanya. Bahkan dia sedikit meniup luka Kai yang terasa perih dan hal itu sontak membuat jantungnya berdegup dengan kencang. Dan ditambah lagi dengan adegan di atas mobil. Sebenarnya dia melihat Chanyeol saat itu, dan entah kenapa ide gila itu muncul dikepalanya. Dia mendekat kearah Kyungsoo untuk membantunya memasang seatbelt dan tentu dari jauh itu akan terlihat seperti Kai yang akan mencium Kyungsoo.
Dan juga Kai yang ingin membeli hadiah untuk ulang tahun Ibunya itu adalah scenario yang dibangun Kai. Ibunya tidak berulang tahun hari ini atau esok dan dia melakukan itu untuk memanas-manasi Chanyeol yang diam-diam memperhatikannya. Alhasil Kai mengajak Kyungsoo untuk pergi mencari hadiah ulang tahun untuk Ibunya.
Saat mengantar Kyungsoo pun, Kai juga memeluk Kyungsoo hanya untuk memanas-manasi Chanyeol. Dia tahu Chanyeol masih mengikutinya, dan dia melakukan itu untuk membuat chanyeol kesal.
Mungkin ada pertanyaan bagaimana Kai dengan terang-terangannya membuat Kyungsoo seperti ada hubungan dengannya, padahal dia tahu bagaimana marahnya Chanyeol jika temannya mendekati Kai.

KAMU SEDANG MEMBACA
lets just ignore the past!
Romance[Chansoo/Kaisoo ff gs] Kyungsoo yang ingin menyelamatkan teman sekaligus sepupunya Baekhyun mendapatkan tantangan dari Kai untuk mendekati Park Chanyeol dalam 2 bulan. Akankah tantangannya berhasil? Jangan pernah menampakkan dirimu lagi dihadapanku...