Part 88

769 152 117
                                        

Chanyeol merapikan barang-barangnya pertanda bahwa dia akan segera kembali kerumahnya setelah seharian ini berada dikantor. Saat dia tengah merapikan barang-barangnya, entah kenapa dia teringat sesuatu dan dengan gerakan cepat dia berjalan menuju jendela kaca dan melihat keluar ruangan.

'apa dia akan kembali lembur?' pikir Chanyeol setelah melihat Kyungsoo yang masih sibuk mengerjakan pekerjaannya. Dan sekarang hanya tinggal beberapa karyawan yang masih bertahan didalam ruangan itu dan Kyungsoo terlihat masih betah dengan pekerjaannya.

Chanyeol memutuskan untuk melihat bagaimana keadaan diluar,

Tiga puluh menit berlalu, dan sekarang hanya tinggal Kyungsoo yang ada didalam ruangan itu, dan dia masih betah dengan komputernya. Chanyeol mengamati Kyungsoo dari dalam, dan sudut bibirnya terangkat sedikit saat dia memperhatikan Kyungsoo yang membuat beberapa ekspresi.

'apa dia kesusahan mengerjakannya?' pikir Chanyeol.

Chanyeol tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya sendiri. Kenapa dia dengan begitu mudahnya kembali luluh oleh gadis yang jelas-jelas pernah menyakiti hatinya itu? kenapa dia dengan begitu mudahnya bisa membuang rasa bencinya yang telah selama tujuh tahun bersemayam dihatinya?

Beberapa menit kemudian, Chanyeol memutuskan untuk keluar dari ruangannya dan menatap gadis itu yang juga tengah menatapnya saat ini, gadis itu bahkan langsung berdiri sepertinya dia terkejut saat menemukan Chanyeol masih berada dikantor. Biasanya Chanyeol adalah orang pertama yang keluar dari kantor saat jam pulang tiba.

''bujangnim? Anda belum pulang?'' ucap Kyungsoo sembari tersenyum,

Kyungsoo tidak mengerti mengapa dia jadi banyak tersenyum akhir-akhir ini. Setelah ungkapan yang tiba-tiba dari Chanyeol semalam, entah kenapa membuat dia ingin tersenyum saat bertemu laki-laki ini. Walaupun Chanyeol mungkin tidak mengingat apa yang telah ia katakan saat dia mabuk waktu itu, tapi, bolehkah Kyungsoo menganggap bahwa Chanyeol mengatakan kata-kata itu karena itu yang benar-benar dirasakan olehnya?

Kyungsoo benar-benar ingin memperbaiki semuanya, setelah melihat bagaimana kesedihan dihati Chanyeol karena perbuatannya dimasa lalu membuat Kyungsoo ingin memperbaiki kesalahannya. Jadi, dia memutuskan untuk tidak menantang laki-laki itu lagi, dan memberikan banyak senyuman pada laki-laki itu. Dan sepertinya karena hal itu, membuat Chanyeol sekarang tidak lagi membentaknya, tidak lagi mengasarinya. Dan Kyungsoo menyukai itu.

''jika aku masih ada disini tentu saja itu artinya aku belum pulang'' ucap Chanyeol berjalan mendekat kearah Kyungsoo.

Kyungsoo tahu, Chanyeol masih berkata ketus padanya, tapi rasanya sedikit berbeda. Hatinya tidak terlalu sakit mendengar ucapan itu.

''kalau begitu apakah anda akan pulang segera?'' ucap Kyungsoo kembali mengubah pertanyaannya.

''kamu mengusirku?'' ucap Chanyeol menatap Kyungsoo dingin.

''tidak tidak tidak, bagaimana aku bisa mengusir Park bujangnim, anda kan atasan saya'' ucap Kyungsoo sedikit terkekeh.

''lalu, apa ada yang bisa saya bantu bujangnim?'' ucap Kyungsoo setelah menyadari jika Chanyeol berhenti didepan mejanya.

'kenapa Chanyeol berhenti disini?' pikir kyungsoo heran.

''kamu lagi mengerjakan apa? Kenapa belum pulang?'' ucap Chanyeol canggung sembari menggaruk tengkuknya.

''huh? Ahh, ini laporan yang anda minta kemarin bujangnim, saya akan menyelesaikan ini dulu sebelum saya pulang bujangnim'' ucap Kyungsoo sembari tersenyum dan Chanyeol entah kenapa sangat menyukai senyuman itu.

Chanyeol sedikit menggelengkan kepalanya untuk mengusir bayangan yang terlintas dipikirannya.

'kenapa aku jadi membayangkan hal-hal seperti itu?' pikirnya.

lets just ignore the past!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang