Part 76

716 144 26
                                        

''aku, keputusanku adalah –'' ucap Kyungsoo terpotong, didalam hatinya dia benar-benar berat hati untuk mengtatakan ini. Kyungsoo menghembuskan nafasnya lembut guna menenangkan pikirannya.

''aku akan menerima tawaranmu'' ucap Kyungsoo final yang membuat laki-laki disampingnya menyunggingkan salah satu sudut bibirnya.

Kyungsoo sudah memikirkan ini seharian kemarin, mengenai keputusan apa yang akan dipilihnya. Dan keputusannya adalah dia ingin mempertahankan rumah itu bagaimanapun caranya, walaupun dia akan kembali mengorbankan hidupnya, tidak apa-apa baginya karena dia sudah berjanji pada paman dan bibi Byun.

Chanyeol menghentikan laju mobilnya dipinggir jalan, dan tepat setelah itu ia mengambil sebuah dokumen yang Kyungsoo cukup familiar dengannya. Ya, itu adalah dokumen yang sama dengan yang diberikan Chanyeol kemarin.

''tanda tangani itu'' ucap Chanyeol mengulurkan dokumen itu pada Kyungsoo.

Mendengar itu, Kyungsoo lantas mengambil dokumen tersebut dan dengan pikiran yang masih berkecamuk, dia nekat menandatangani dokumen itu. Entah kenapa dia sedikit gemetaran saat menandatangani dokumen yang diberikan oleh Chanyeol tadi.

Kyungsoo mengembalikan dokumen yang telah ditandatanganinya pada Chanyeol, dan Chanyeol menerima dokumen itu lalu melemparkannya ke kursi penumpang dibelakangnya.

''kamu akan pindah dalam dua hari ini, dan kamu tidak perlu mengurus kepindahanmu, karena semuanya telah aku atur'' ucap Chanyeol dingin.

Sedangkan Kyungsoo hanya bisa pasrah. Sepertinya waktu dua hari yang diberikan oleh Chanyeol akan dia gunakan untuk mengucapkan salam perpisahan pada teman-teman kantornya.

''sekarang kamu turunlah'' ucap Chanyeol yang membuat Kyungsoo memandang Chanyeol tidak percaya,

Chanyeol menyuruhnya turun ditempat sepi seperti ini? bahkan Kyungsoo tidak tahu dimana halte bus berada, dan untuk taksi juga pasti akan sangat susah untuk dihadang dijalan besar seperti ini.

''apa kamu tidak mendengarku?'' ucap Chanyeol menatap Kyungsoo tajam ,

''bi bisakah kamu menurunkanku didepan sana, didekat halte bus, karena aku pasti akan berjalan cukup jauh dari sini jika ingin sampai kehalte bus'' ucap Kyungsoo mencoba untuk memohon pada Chanyeol.

''apa aku terlihat perduli? Kamu bisa menghubungi kekasihmu untuk menjemputmu disini, jadi turun sekarang juga dari mobilku!'' ucap Chanyeol sedikit menaikkan nada bicaranya.

Mendengar itu, Kyungsoo hanya bisa pasrah. Kyungsoo melepaskan seatbeltnya, dan segera keluar dari dalam mobil.

Sesaat setelah Kyungsoo keluar, Chanyeol dengan cepat melajukan mobilnya, meninggalkan Kyungsoo yang berdiri dipinggir jalan menatap mobil Chanyeol sedih.

Chanyeol yang didalam mobil, menatap Kyungsoo melalui kaca spion mobilnya,

'ini baru permulaan Kyungsoo' pikir Chanyeol tajam lalu menambah kecepatannya.


***


Kyungsoo rasanya mau menangis saat ini. Dia sangat sedih karena melihat Chanyeol yang tega sekali padanya.

Jika orang lain yang menyakiti Kyungsoo, pasti Kyungsoo tidak akan sesedih ini, tapi karena ini Chanyeol, maka rasanya beribu-ribu kali lebih menyakitkan.

Air mata Kyungsoo menetes sudah, dan dia dengan cepat menghapus air matanya sembari berjalan menuju halte, sesekali dia juga memperhatikan taksi yang lewat, tapi tampaknya taksi sangat sepi melewati jalan itu. Dan Kyungsoo tidak tahu berapa lama dia akan berjalan hingga sampai di halte bus terdekat.

lets just ignore the past!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang