Part 31

842 129 28
                                    

Chanyeol memasuki kelasnya pagi ini. Sebelum masuk kedalam kelas dia telah berdoa terlebih dahulu agar terbebas dari mulut pedas Sehun, karena dia sudah cukup yakin dia akan berhadapan dengan Sehun sesaat setelah dia memasuki kelas.

Saat dia memasuki kelas, mata Chayeol langsung tertuju kearah tempat duduk nya yang telah diisi oleh Sehun. Sehun menyilangkan tangannya didada dan dia menatap Chanyeol tajam. Sepertinya dia benar-benar marah dan ada sedikit rasa kecewa dari wajahnya.

Sesaat setelah dia berada didekat kursinya,

''oh sehun ssi, bisakah kamu pindah ke kursimu sendiri? aku ingin duduk dikursiku'' ucap Chanyeol berlagak sopan kepada Sehun.

Sehun menatap Chanyeol lebih tajam lagi sekarang, dia mengeluarkan tatapan kilatnya. Melihat tatapan menakutkan dari Sehun, tiba-tiba Chnayeol menjadi menciut.

''ehhm, baiklah, kamu bisa duduk disana Oh Sehun ssi. Aku akan duduk disampingmu'' ucap Chanyeol tergagap. Entah kenapa dia jadi lemah setelah melihat Sehun tadi.

Chanyeol duduk dikursi disamping Chayeol dengan kaku. Dia bahkan tidak sanggup untuk mengeluarkan suara-suara yang dapat mengusik oh Sehun. Bahkan dia tidak bisa menggerakkan kepalanya. Kepalanya hanya berdiri tegak mengahadap kedepan.

''aku akan mendengar penjelasanmu'' ucap Sehun.

Mendengar ucapan Sehun, Chanyeol meneguk ludahnya susah payah. Dia lupa mempersiapkan alasannya, karena semalam dia langsung tidur dengan sangat nyenyak sepulang kencannya, ehh jalan-jalan malamnya.

''dari mana aku harus menjelaskannya?'' Tanya Chanyeol pelan.

Mendengar pertanyaan Chanyeol, Sehun jadi semakin kesal. Dia menatap Chanyeol tajam dan menghembuskan nafasnya kasar.

''coba jelaskan kenapa kamu lari dariku?'' Tanya Sehun, dia masih mengontrol emosinya karena dia sedang berada dikelas sekarang.

''aku tidak lari darimu Sehun ssi, aku hanya lari karena ingin ketoilet, hehehe'' ucap Chanyeol tertawa canggung. Dan tampaknya hal itu tidaklah lucu oleh Sehun, malahan tingkat kekesalannya bertambah dua kali lipat.

''jelaskaan kepadaku disaat aku masih bersabar Chanyeol ssi'' ucap Sehun.

Sehun sepertinya benar-benar marah. Chanyeol belum pernah melihat Sehun sekesal seperti ini pada dirinya.

''a aku lari karena aku bersama perempuan saat itu, jadi aku tidak mau kamu tahu siapa perempuan itu'' ucap Chanyeol hati-hati.

Mendengar ucapan Chanyeol, sehun seketika tertawa,

''hahaha, tapi kenapa kamu tidak ingin aku tahu siapa perempuan itu? Apa jangan-jangan dia adalah kekasih salah satu teman kita?'' Tanya Sehun.

''tidak-tidak, dia bukan kekasih dari teman kita. Aku akan memberitahumu suatu hari nanti, untuk sekarang kamu tidak boleh tahu dulu'' terang Chanyeol.

''apa kamu pacaran dengannya?'' ucap Sehun

''sekarang belum'' ucap Chanyeol singkat. Namun segera setelah mengatakannya dia membekap mulutnya. 'apa maksudku mengatakan itu?' pikirnya.

''oohh, sekarang kalian belum berpacaran, tapi kamu berencana suatu hari nanti berpacaran dengannya, begitu?'' ucap Sehun.

''bukan begitu juga Sehun. Kami hanya berteman, kamu harus percaya padaku'' ucap Chanyeol seperti memohon kepada Sehun sekarang.

''mulai saat ini kamu harus ingat bahwa aku akan mengawasimu. Aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi. Karena kamu sudah berani main rahasia-rahasiaan denganku'' ucap Sehun mengancam

lets just ignore the past!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang