''ini pasportmu,'' ucap Tuan Park pada Chanyeol yang ada disampingnya,
Chanyeol melihat uluran tangan ayahnya, dan menerima pemberian ayahnya itu,
''dan juga didalam sini, ada beberapa keperluanmu disana, ada ATM card dan credit card yang bisa kamu gunakan. Dan juga nanti kamu akan pergi kesana dengan sekretaris Jung, jadi dia akan membantumu beradaptasi disana selama satu bulan'' ucap Tuan Park menyerahkan satu map besar pada Chanyeol.
Chanyeol menerima map itu dan mengangguk merespon ucapan ayahnya,
''apa luka dibibirmu membuat kamu tidak bisa bicara?'' ucap Tuan Park.
Namun Chanyeol hanya acuh saja mendengar ucapan ayahnya. Sebenarnya bibirnya juga sedikit sakit sekarang jika harus dibawa bicara. Dan Chanyeol tidak mengerti bagaimana dia bisa mendapatkan semua luka yang ada diwajahnya saat ini.
Dua hari yang lalu, saat dia terbangun dikamar Sehun dengan sakit yang mendera tubuhnya. Dia benar-benar tidak ingat apa yang terjadi. Yang dia ingat hanyalah saat dia merasa sangat emosi pada Kyungsoo dan mencekiknya tanpa ampun, dan setelah itu dia pergi keklub untuk minum, dan dia tidak ingat apa-apa lagi setelah itu. Sehun juga tidak mau mengatakan apapun mengenai apa yang terjadi malam itu. lantas saja, Chanyeol benar-benar penasaran dibuatnya.
Namun rasa penasarannya buyar saat dia menyadari bahwa dia mencekik Kyungsoo waktu itu, dia benar-benar dalam konsisi yang sangat marah sehingga dengan berani mencoba melukai gadis itu, dan Chanyeol benar-benar merutuki dirinya sendiri, bagaimana bisa dia mencekik Kyungsoo, wanita yang dicintainya, sepertinya pengkhianatan yang dilakukan Kyungsoo padanya membuat dia jadi gelap mata. Saat dia bangun dia benar-benar mencemaskan keadaan gadis itu, apa dia terluka? Dan saat Chanyeol bertanya pada Sehun, bagaimana keadaan gadis itu disekolah, Sehun mengatakan bahwa Kyungsoo tidak masuk sekolah hari itu, dan sukses membuat Chanyeol menjadi semakin mencemaskan keadaan Kyungsoo, bahkan dia sempat kembali kerumah gadis itu, tapi dia hanya berdiri diluar dan tidak berani untuk kembali mengetuk pintu rumah Kyungsoo. Yang dia inginkan hanyalah melihat gadis itu untuk terakhir kalinya.
Lamunan Chanyeol terhenti saat Tuan Park memeluknya secara tiba-tiba.
''jaga dirimu baik-baik disana, ayah berjanji akan sering mengunjungimu disana, jadi jangan khawatir'' ucap Tuan Park.
Ucapan Tuan Park membuat hati Chanyeol menghangat, dia mengingat kembali kapan terakhir kalinya dia mendapatkan pelukan seperti ini dari ayahnya.
Chanyeol berencana mengangkat tangannya guna membalas pelukan ayahnya, tapi urung dilakukannya karena ayahnya telah melepaskan pelukannya terlebih dahulu.
''maaf ayah tidak bisa mengantarmu ke bandara, karena ayah ada rapat yang harus dihadiri. Jadi ayah hanya bisa melepasmu dari sini'' ucap Tuan Park, dan Chanyeol sepertinya tidak masalah dengan itu.
Tapi sebenarnya dia juga sedikit sedih sih tidak ada keluarga yang mengantarnya pergi.
''aku akan pergi sekarang'' ucap Chanyeol yang diangguki oleh ayahnya,
Chanyeolpun menyeret kopernya keluar dari mansion Park, dan setelah berada diluar, sudah ada Sehun disana didalam mobilnya. Sehun bersikeras padanya bahwa dia akan mengantar kebandara, jadi Chanyeol hanya bisa pasrah dengan itu.
Chanyeol masuk kedalam mobil Sehun dan tersenyum padanya.
''kita pergi sekarang?'' ucap Sehun bertanya,
''ya, kita pergi'' ucap Chanyeol menyetujui ucapan Sehun.
Dan setelahnya mobil itu mulai bergerak, Chanyeol membuka jendela mobilnya guna melihat kembali rumah mewah yang telah beberapa tahun belakangan ini dia tempati, dan dia hanya bisa menghembuskan nafas dalam.
KAMU SEDANG MEMBACA
lets just ignore the past!
Romantik[Chansoo/Kaisoo ff gs] Kyungsoo yang ingin menyelamatkan teman sekaligus sepupunya Baekhyun mendapatkan tantangan dari Kai untuk mendekati Park Chanyeol dalam 2 bulan. Akankah tantangannya berhasil? Jangan pernah menampakkan dirimu lagi dihadapanku...
