43. Kita bertemu lagi

990 31 2
                                        


Pagiii semuanyaaaaa.....

Selamat beraktivitas yahhh...

Next reading guyss😘😘😘

.
.
.

"Gimana ya Ta buat orang jatuh cinta ama kita?" tanya Vero lagi semakin ngelantur.

Dengan mantap Bryan menjawab. "Mana gue tau gimana caranya. Yang gue tahu cuman buat wanita jatuh ke dalam pelukan gue terus bawa dia ke ranjang panas gue"

"Lo emang banyak setannya, Ta" umpat keduanya. Bryan hanya acuh.

Dengan percaya dirinya Bryan mengatakan itu. Fiian dan Vero pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tak tahu lagi bagaimana harus menghadapi Bryan yang seperti ini.

Hal ini bermula saat Bryan di khianati oleh pasangannya. Yang saat itu mereka berada di monas dan menceritakan diri masing-masing. Bryan pernah menceritakan bahwa dia pernah berdiri di puncak namun dengan satu dorongan saja ia jatuh. Semua itu karena cinta. Cinta yang telah membuatnya buta dan bodoh. (Ada di part sebelumnya)

Maka dari itu sampai saat ini belum ada yang bisa memperlihatkan kepadanya apa itu cinta yang sebenarnya. Belajar dari Fiian?

Tak perlu, karena tuhan menciptakan kita berbeda-beda dan kemampuan yang kalian miliki juga berbeda. Nasib, takdir seseorang akan berbeda.

"Gue denger, lisa udah punya cowo" Ucap Fiian sambil menyeruput caramel miliknya.

Ucapan itu sontak langsung membuat kedua manusia di depannya ini kaku menoleh ke arahnya.

"Seriusan lu mbek?" tanya Bryan.

Fiian mengangguk. "Kemarin gue liat dia jalan sama Andre. Kalian mungkin gak kenal, tapi dia salah satu klien gue"

Vero hanya diam. Lisa kenapa seperti ini? Kenapa tidak bilang ke dia kalo punya pacar?

Melihat Vero tak bergeming, Fiian menebak pasti Vero sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.

"Lo pasti mikir kenapa Lisa gak bilang sama lo, kan?" tanya Fiian.

Vero menoleh ke arah Fiian. "Kok tau?"

Fiian mengangkat sebelah alisnya. "Naluri seorang cewe, dia mana ada muka buat ketemu atau bicara sama orang yang udah nolak dia. Apalagi lu bukan orang lain. Bisa di bilang kalian deket bahkan kayak saudara."

"Di dunia ini mana ada sih sahabatan cewe cowo yang ga terjebak cinta? Kalo nggak ceweknya ya cowoknya. Ironis. Makanya jan main cinta cintaan" Celetuk Bryan.

Memang benar, selama ini sahabatan cewe cowo itu yang paling rawan adalah cinta. Cinta bisa masuk kapan saja. Segala perhatian, ketulusan. itu bisa saja mengubah perasaan biasa menjadi perasaan cinta.

Vero tidak menyangkal itu.

Tapi Vero benar-benar tidak mencintai Lisa. Jadi gadis itu hanya bertepuk sebelah tangan. Jika selama ini Vero tidak mengetahui perasaan Lisa, itu bodoh. Namun Vero sadar jika Lisa menyukainya, maka dari itu ia menghentikan Lisa agar tidak jatuh terlalu dalam.

Bisa di bilang ini salahnya?

Entahlah!!

Vero menghela nafasnya. Ia mengangkat bahunya acuh. "Yah selama dia baik sama Lisa, kenapa enggak"

"Yang jelas jangan sampe lo mainin perasaan cewek. Jan kaya setan depan lu itu" Cibir Fiian sambil melirik Bryan yang asyik makan.

Bryan terbatuk-batuk mendengar sindiran dari Fiian. Ia melotot. "Gue main tubuh perempuan, bukan perasaannya"

Love You Captain |On GoingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang