28. Flashback (2)

961 39 2
                                        


Kita masih di flashback yahh...


🌻🌻🌻🌻

Vero bergeming. Ia menunggu jawaban. Ia menunggu balasan. Ia menunggu pembahasan selanjutnya.

Sekian lama ia mencari jawaban. Tapi tak kunjung ia dapatkan. Hari ini, mungkin semuanya akan jelas.

"Kamu tau arti sebenarnya kamu di hidup papa?"

Apa? ingin sekali ia menanyakan itu. Namun bibirnya kelu.

"Mama"

"Itu jawabannya Vero"

"Kamu tau seberapa pentingnya mama bagi papa. Begitu juga pentingnya kamu dihidup papa" Ucap Azka.

"Maaf jika selama ini sikap papa jauh dari kata itu. Papa tidak tau bagaimana cara menunjukkan kasih sayang papa ke kamu. Setiap papa melihat kamu, bayangan mama kamu selalu muncul. Kalian sangat mirip"

"Cuma kamu anak satu-satunya yang papa miliki, Vero" Ucap Azka.

"Maksudnya?" Tanya Vero tak mengerti.

"Krist dan Evelyn, Mereka bukan anak kandung papa"

Ucapan Azka benar-benar menampar Vero. Bahkan sampai sebesar ini, ia tidak mengetahui kebenaran ini.

"Vero" Panggil Azka.

"Maafkan papa" Ucap Azka tulus.

"Maafkan papa yang selalu melarang kamu ini itu. Bahkan papa merasa gagal menjadi ayah yang baik buat kamu"

"Papa gagal memenuhi pesan mama kamu"

"Pesan mama?"

Azka mengangguk.

Flashback On

"Oppa aku ingin membuat Video"

Seorang wanita memegang sebuah kamera. Ia meletakkan kamera itu di atas meja.

"Oppa" Ucap wanita cantik yang sedang bersandar di dada bidang Azka.

"Ya, sayang" Jawab Azka.

"Aku akan pergi besok, Kamu jangan lupa rawat anak kita" Jawab Wanita cantik itu. Jemarinya mulai menari diatas dada bidang Azka.

Azka menoleh. Mengamati gadis yang bersandar di bahunya itu. Dengan lembut ia menjawab. "Iya Ha-na ku sayang"

"Oppa" Ucap hana tersenyum malu.

"Ya, kamu bikin aku gemes" Ucap Azka sambil mencubit gemas pipi Hana.

Azka yang dulu bukanlah Azka yang sekarang. Azka yang dulu sangat hangat terhadap keluarganya. Berbeda dengan Azka yang sekarang. Gila kerja.

"Oppa, bagaimana jika aku pergi?" Tanya Hana tiba-tiba.

Azka mengernyit. "Why?"

"Bagaimana kamu akan merawat anak kita jika aku tiada" Ucapan Hana sungguh membuat Azka bingung.

"Apa yang kamu katakan Hana, kita akan membesarkan anak-anak kita bersama" Jawab Azka.

Hana tersenyum. "Perlakukan Vero dengan baik Oppa"

"Pasti sayang. Dia anak aku satu-satunya. Darah dagingku" Ucap Azka tulus.

"Lalu bagaimana dengan kau jika aku tiada nanti" Tanya Hana lagi.

Azka mengecup bibir tipis Hana sejenak lalu menatapnya dalam. "Aku akan menyusulmu. Jika belum waktunya, aku akan menunggu dan terus menunggu"

Love You Captain |On GoingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang