"Hari ini adalah ulang tahun pacarmu, apakah kamu tidak bersamanya dan merayakannya?"
"Dia adalah wanita yang membosankan. Tidak seperti kamu yang menggairahkan bahkan membuat orang ketagihan" lelaki itu tersenyum licik seraya terus menciumi setiap inci tubuh wanita yang ada di hadapannya.
Tempat ini memang bukanlah tempat yang tersembunyi. Namun, merupakan tempat yang tidak terjamah oleh pengunjung maupun petugas di mall tersebut.
Bahkan cctv tidak nampak terlihat. Jadi tempat ini sangat cocok jika mereka ingin melakukan hal yang lebih.
Kedua orang itu masih saling tindih dan menempel pada tembok. Suara erangan wanita itu seakan telah menyebar di seluruh ruangan. Tempat yang sepi, pasti suara sekecil apapun akan terdengar sangat nyaring.
Nafas keduanya sangat tidak beraturan. Melihat itu, Chelsea menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Menahan isakan yang hampir saja keluar yang akan memungkinkan keberadaannya akan ketahuan.
Melihat aktivitas kedua orang itu, hatinya merasa sangat sakit. Ia memegang dadanya dengan perasaan yang sangat terluka.
Chelsea ingat bahwa saat itu Zian bilang padanya bahwa tidak akan menyentuhnya karena ingin menjaganya.
Meskipun Chelsea bersyukur akan hal itu, namun rasa terluka itu tidak bisa di hilangkan begitu saja. Mendengar ucapan Zian yang seperti itu membuatnya jatuh kedalam cintanya.
Chelsea mencintanya. Memiliki kekasih yang sangat menjaga dirinya luar dalam membuatnya sangat bersyukur. Tapi, ternyata semuanya palsu.
Chelsea benar-benar merasa tertipu!
Adegan sengit seorang pria dan wanita yang tertawa muncul dalam penglihatan Chelsea. Bahkan sangat-sangat jelas.
Dia tidak menyangka bahwa kekasih sekaligus calon suaminya akan terjerat dengan rekan kantornya sendiri. Yang bahkan sudah mengetahui bahwa dia dan Zian adalah sepasang kekasih.
Tidakkah mereka merasa malu melakukan hal ini di tempat seperti ini? Akankah mereka tidak memiliki ruang yang tertutup agar kegiatan mereka tidak terganggu.
Tiba-tiba entah mengapa pemikiran ini masuk kedalam kepala Chelsea.
Chelsea menarik napas sejenak, lalu mengangkat kepalanya untuk mencegah sesuatu yang mengalir dari matanya.
Hal itu tak luput dari pandangan Vero. Yang menatapnya dari samping. Agak terkejut sedikit dengan pemandangan erotis yang terpampang jelas di depan matanya. Ia mengerjapkan matanya dan sedikit mengernyitkan alis. "Apakah mereka benar-benar akan melakukannya disana? Tidakkah tempat itu cukup lucu?"
Mendadak ia ingin tertawa di hatinya. Bagaimana mereka ingin menunjukkan kegiatan mereka disana?
Mendengar ucapan bodoh dari pria di sampingnya. Chelsea sedikit merasa tertawa. Bagaimana bisa ada pria bodoh seperti lelaki ini?
Bukankah kata itu seharusnya di katakan di dalam hati?
Ketika Zian ingin mengubah posisinya dan bersiap untuk ronde selanjutnya. Ekor matanya tanpa sadar menangkap objek yang ia kenal sedang berdiri di samping tembok dan dia terkejut.
"Chelsea?"
Zian tertegun selama 2 detik, dan langsung saja menjauh dari tubuh wanita itu lalu membenarkan celana serta bajunya yang sudah tidak terpasang rapi. Menghampiri Chelsea dengan tatapan yang penuh penyesalan.
Zian memegang tangan Chelsea namun tangan itu segera menjauh. Zian tertegun sejenak, lalu buru-buru menjelaskan apa yang terjadi.
"Chelsea, ini.. ini tidak seperti yang kamu fikirkan. Aku dan Merry, kita tidak--"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love You Captain |On Going
Teen FictionBisa nggak masa lalu itu terikat? Apakah mungkin seorang yang kita temui pertama kali akan menjadi yang terakhir untuk kita? Apakah tidak ada yang lebih berhak selain cinta pertama? Cinta pertama bisa bertahan sampai akhir Cinta pertama juga bisa ti...
