Bisa nggak masa lalu itu terikat?
Apakah mungkin seorang yang kita temui pertama kali akan menjadi yang terakhir untuk kita?
Apakah tidak ada yang lebih berhak selain cinta pertama?
Cinta pertama bisa bertahan sampai akhir
Cinta pertama juga bisa ti...
Vero memainkan ponselnya dengan posisi duduk diatas sofa sambil menunggu Clara yang tak kunjung keluar. Tadi ia memang membawa baju ganti.
Dan ngomong-ngomong Vero sering berada dirumah Clara untuk menemani kekasihnya itu karena orang tuanya berada diluar negeri mengurusi perkerjaan mereka begitu juga orang tua Vero.
Vero menghentikan gamenya ketika merasakan ada yang memeluk lehernya dari belakang.
Vero menoleh "Udah selesai?" tanya Vero.
Clara hanya mengangguk.
"Yaudah yuk" ajak Vero sambil melepas tangan Clara yang melingkar dilehernya.
Vero berdiri ketika lehernya terlepas dari tangan Clara dan menghampiri Clara lalu melingkarkan tangan kanannya dipinggang Clara.
Mereka berjalan menuju motor Vero.
"Nih kamu pake jaket aku ya" ucap Vero dengan lembut sambil menyodorkan jaket kulit berwarna hitam.
"Kamu gimana?" tanya Clara tidak enak.
"Aku nggak papa, udah pake aja" ucap Vero lalu naik keatas motornya dan menghadapkan motornya kearah gerbang.
"Ayok naik" suruh Vero setelah memposisikan motornya menghadap gerbang.
Clara menghampiri Vero yang telah mengulurkan tangannya kearah Clara. Clara menerima uluran itu dan naik keatas motor sport Vero dengan memegang tangan Vero sebagai bantuan.
Setelah Clara duduk di jok belakang motor Vero, ia melingkarkan kedua tangannya kepinggang Vero seperti biasa.
Vero melajukan motornya keluar dari halaman rumah Clara dengan kecepatan sedang.
******
"Sayang mau beli es krim itu" rengek Clara sambil menunjuk penjual es krim yang ada di depan toko kue.
"Yaudah ayok" ucap Vero lalu menggandeng tangan Clara kearah penjual es krim itu.
"Kamu mau beli berapa? Satu atau dua?" tanya Vero setelah sampai di depan toko yang sudah tutup yang dekat dengan penjual es krim itu.
"Satu aja yang coklat" jawab Clara.
"Kamu tunggu sini ya, aku beliin dulu" ucap Vero sambil mengusap lembut rambut Clara.