53. Tunggu sebentar

1.4K 31 3
                                        

"Aku mendengar bahwa kamu pergi malam ini, mengapa tidak menemuiku? Apakah aku sudah tidak ada di hatimu?" Chintya Laozan mengenakan gaun abu-abu blink yang mengkilap. Bukan hanya terkesan mewah, namun terkesan elegan dengan model gaun selutut tanpa lengan.

Dia tersenyum dan teringat wanita didepannya ini. Lalu menatapnya, "Masuk dulu saja."

Chintya tersenyum. Ketika dia memasuki kamar Bryan dia tidak menemukan jejak seorang wanita pernah tinggal di sini, senyumnya lebih melebar, dan ada kesenangan dari kebanggaan di matanya.

Melihat situasi sekarang, Bryan terlihat tidak peduli dengan wanita-wanita lagi. Buktinya bahwa malam seperti ini, dulunya tidak ada kata istirahat bagi Bryan. Dan kamar selalu berantakan. Namun saat ini sepertinya tidak.

“Kamu sudah makan?” Bryan menutup jendela dan bertanya.

"Aku sudah makan sedikit dengan manajer, kamu sudah makan?  Apakah kamu ingin makan malam bersama?" Chintya berjalan mendekat dan memeluknya, kepalanya menempel di dada, dan perlahan-lahan menutup matanya, "Atau, suruh pelayan mengirimnya ke kamar?"

Tanpa menunggu kedua tangan Chintya melingkar dipinggangnya, Bryan menolak sentuhan itu hingga Chintya terpaksa hanya bisa berdiri di depannya.

“Pesan saja.” Kata Bryan, lalu mengangkat telepon dan menelpon petugas malam ini.

"Tuan Bryan, apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu?" tanya petugas itu saat menjawab telepon.

“Pesan satu kamar lagi, lalu bawakan makan malam untuk 2 orang,” Bryan berkata dengan suara berat, menutup telepon, Chintya berdiri di depannya, wajahnya perlahan-lahan menjadi muram. Kedua tangannya yang menggantung meremas keras sisi bajunya.

“Apa aku ada salah dan membuatmu tidak senang, apa satu kamar denganku saja tidak bisa?” Chintya tidak tahan lagi, dan bertanya: "Apakah kamu memiliki seseorang?”

“Itu tidak ada hubungannya dengan hal ini." Mata Bryan sedikit bergerak saat mendengar kata *seseorang*, kemudian menoleh ke arah meja yang di atasnya ada sebuah laptop, "Aku masih ada pekerjaan yang perlu diselesaikan malam ini."

"Dulu tidak peduli seberapa malam, mau kemana, kamu selalu peduli denganku dan menemaniku! Mengapa kamu menolakku seperti ini sekarang? Aku ... aku benar-benar tidak tahu apa yang salah!" Chintya berkata dengan sedih sambil duduk di atas tempat tidur.

Bryan menghela nafas. "Chintya, kita sama sekali tidak memiliki hubungan apapun. Kita hanya bekerja sama"

"Kenapa?"

"Aku tidak memiliki perasaan untukmu, dan kita sama sekali tidak mungkin" mengambil mantel dan laptopnya. Bryan menoleh sedikit ke arah Chintya yang duduk diranjang.

"Ini masalahku. Malam ini, kamu beristirahat di sini saja." Setelah selesai berkata, dia berjalan keluar kamar.

Di depan pintu kamar, Graxia masih bersandar di dinding mencari kunci kamar tidur. Bryan yang keluar dari kamar melihat Graxia bersandar dengan kepala tertunduk dan tangan yang sibuk.

Ada keinginan untuk mengulurkan tangan untuk menahan rambutnya.

Dengan sedikit senyum, Bryan berjalan menuju ke arahnya. Memperhatikannya sebentar dan tidak menahan untuk berbicara. "Mengapa kamu masih belum kembali ke kamarmu?"

"Ah ... aku sedikit mabuk dan mencari..." Dengan kesadaran yang sedikit hilang, Graxia tidak tahu bagaimana menjawab, hanya bisa mengernyit.

Mengetahui sesuatu, Bryan merebut tasnya dan mencari barang yang dia inginkan. Setelah menemukannya, tidak menunggu Graxia pulih, ia membuka pintu dan membawanya masuk.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 17, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Love You Captain |On GoingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang