Malam ini Vero mengendarai motornya membelah jalanan kota yang ramai.
Ia baru saja pulang dari rumah sakit untuk menjenguk Toni. Ia meminta maaf atas tindakannya dan dia juga sudah menanggung semua biaya rumah sakit Toni. Untung saja Toni memaafkannya.
Dan disinilah Vero. Berhenti di sebuah jembatan. Jembatan yang sangat indah jika di lihat pada malam hari.
Disini, ia mengingat kenangan tentang dirinya dan Clara.
Flashback On
"Vero apaan sih, jangan gitu ah" ucap Clara manja.
Vero masih terus saja menggodanya dan menarik hidungnya.
"Gue ceburin ke sungai bawah jembatan ini juga lo, mau?" ancam Clara.
"Emang gimana caranya? Sini bisikin" tantang Vero.
Clara memikirkan sesuatu. Lalu wajahnya berbinar karena telah memiliki sebuah ide.
Vero merasa curiga. Sepertinya ada yang tidak beres.
"Sini telinganya, katanya mau gue bisikin" ucap Clara.
Vero ragu. Perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak.
"Sini" suruh Clara.
Vero mendekatkan telinganya tepat di depan bibir Clara. Vero tersenyum lebar ketika bibir Clara hampir menyentuh telinganya.
Namun semua hancur ketika Clara bukan menciumnya tapi malah menjewer telinga Vero.
"Aahhh.. astaga sayang jahat banget sih" keluh Vero sambil memegangi telinganya yang di tarik oleh Clara.
"Makanya jangan godain terus" ucap Clara sambil menjulurkan lidahnya mengejek.
Setelah itu mereka berdua berjalan dengan mesra sambil bergandengan tangan di jembatan yang penuh lampu kelap-kelip.
Flashback Off
Vero memandang langit malam yang sunyi. Seperti halnya hidupnya saat ini.
"Endingnya Romeo dan Juliet nggak bisa menjadi satu. Tapi setidaknya Romeo pernah merasakan cinta Juliet dengan tulus" ucap Vero sambil menatap langit yang penuh bintang. Mengumpamakan dirinya sebagai Romeo yang tidak bisa bersatu dengan Juliet. Yang pasti dengan cerita yang berbeda.
--------------
Vero berjalan dengan gontai masuk ke dalam rumahnya. Pakaiannya masih sama. Ia masih memakai seragam sekolah karena memang tadi ia belum sempat pulang.
Sepi.
Vero berjalan menuju dapur yang memperlihatkan seorang wanita paruh baya yang mengasuhnya sejak kecil sampai sekarang.
"Ajumma!!" panggil Vero kepada pembantu rumah tangga tersebut.
"Eh udah pulang" ucap maid itu sambil menoleh sebentar ke arah Vero.
Vero duduk di meja makan sambil memandangi maid itu dari belakang. Ia sangat bersyukur karena masih memiliki seseorang yang peduli padanya.
"Ajumma" panggil Vero dengan manja.
"Astaga.. itu kenapa mukanya kok lebam lebam gitu?" tanya maid itu setelah melihat wajah Vero.
"Nggak papa ajumma. Sudah biasa ini mah anak muda" jawab Vero santai.
Maid itu menghidangkan beberapa makanan di meja makan.
Seperti spaghetti, ayam bakar, nasi, udang goreng tepung dll beserta minumannya juga.
Vero mulai memakan spaghetti itu dengan lahap. Baru akan mengambil udang goreng, sebuah suara lantang menghentikannya.
"VERO!!" bentak Azka yang baru saja pulang dari kantor.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love You Captain |On Going
Teen FictionBisa nggak masa lalu itu terikat? Apakah mungkin seorang yang kita temui pertama kali akan menjadi yang terakhir untuk kita? Apakah tidak ada yang lebih berhak selain cinta pertama? Cinta pertama bisa bertahan sampai akhir Cinta pertama juga bisa ti...
