32. Terjerat

547 104 31
                                        

"Eiji, kamu lihat ada pemberitaan terbaru?" tanya Fumio datar. Matanya terfokus ke layar ponsel nya yang menampilkan berita terkini.

"Hoaam, apa? Berita apa?" tanya Eiji yang baru saja terbangun dari tidur nya. Fumio menyodorkan ponsel nya. Memperlihatkan berita terkini tepat di depan mata Eiji.

Disana...

"Pembunuhan? Kali ini... salah satu suruhan Nona Saara? Dan... Nona Uzumaki itu?!" cetus Eiji terkejut dan segera menyambar ponsel Fumio dan membaca berita itu baik-baik. Fumio hanya mengangguk ringan dan memperhatikan reaksi heboh apalagi yang akan di perlihatkan Eiji.

"Gila! Ini... terjadi tepat di tengah malam! Dan... korban nya... laki-laki? Mayat nya di gorok dengan darah terkuras habis dan kepala dan tubuh nya digantung secara terpisah!" bisik nya ngeri.

"Sial, pembunuh nya kejam sekali!!! Pasti gadis-gadis itu akan ketakutan sekali!!!" komentar Eiji. "Bagaimana jika kita mengecek gadis Haruno itu?" tawar Fumio. Entah mengapa, ia merasa ada sesuatu yang aneh. Tapi, ia tak tahu apa itu?

"Oh, oke!"

Segera, setelah merapikan penampilan mereka, mereka pun keluar dari mobil, hendak menghampiri gadis itu. Namun, itu bertepatan sekali, Sakura keluar dari rumah dengan keadaan siap ke sekolah.

"Eh? Ada apa? Apa ada sesuatu?" tanya Sakura heran. "Oh iya, ini. Aku membuat ekstra untuk sarapan pagi ini! Terimakasih karena telah menjagaku! Aku hampir takut tadi malam. Seperti ada yang masuk ke kamar. Tapi syukurlah, tak ada apa-apa!" sambung nya seraya menyodorkan kotak bekal dan wadah minum. Eiji menerima nya...

Tapi-

"Apa?! Ada yang masuk ke kamar mu?!" seru Eiji. "Kenapa tidak meminta tolong dan keluar menghampiri kami?" cetus Fumio penasaran dan terkejut. "Ah itu, aku terlanjur takut dan rasanya susah sekali untuk bergerak. Ponsel ku di charger di nakas, jauh dari jangkauan. Setelah kutunggu, fuuh ternyata tak ada apa-apa!" jawab Sakura nampak lega.

Eiji dan Fumio saling berpandangan. Ada rasa tidak yakin disana. Bertepatan sekali, pagi tadi ada berita pembunuhan itu.

"Kapan itu terjadi?" tanya Fumio. Sakura memandangi keduanya terheran. "Hm? Sekitar tengah malam?" jawab Sakura seraya memiringkan kepala nya. Menatap mereka bingung.

Eiji dan Fumio saling melemparkan tatapan kosong.

"Ada apa?" tanya Sakura heran.

"Ah, tidak. Tidak ada apa-apa!" jawab Fumio sesantai mungkin. Eiji seolah mengerti, tak mengungkit. Hanya mengangguk diam-diam. Bagaimanapun, ia tak mau membuat gadis itu panik.

"Oh, kamu mau ke sekolah, kan? Biarkan kami mengantar mu!" cetus Eiji yang tersadar dari memandangi kotak bekal di tangan nya. "Ah, tak usah, tak apa. Kalian pasti kelelahan karena mengawasi ku seketat itu. Apalagi kalian belum sarapan! Tak apa, aku bisa berangkat sendiri!" jawab Sakura seraya tersenyum ramah.

"Tidak bisa, Nona. Keselamatan mu-"

Tiin Tiiiin

Suara klakson mobil memotong kata-kata Fumio. Mereka berbalik dan melihat ada sebuah mobil mewah terparkir tak jauh dari depan rumah Sakura. Tak lama kemudian... sosok tampan dan menawan itu, turun. Lengkap dengan seragam KHS nya yang rapi.

Sakura sendiri menyipitkan matanya tajam. Ada apalagi dengan si Bocah Uchiha itu? Kenapa ia malah kemari?

Sasuke dengan angkuh dan langkah sopan yang menawan, mengangguk sekilas kearah Eiji dan Fumio, sebelum akhirnya menghampiri Sakura.

"Selamat pagi, Sayang. Maaf aku tidak mengabari mu! Aku sengaja datang kesini untuk menjemput mu! Bagaimana? Kau terkejut?" tanya nya seraya bergelayut manja pada Sakura.

The PureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang