8. Diperhatikan

1.3K 218 35
                                        

Sepotong berita muncul dan mencengangkan para penghuni sekolah!

Serre, yang masih tak sadarkan diri, dinyatakan sekarat karena terjadi sesuatu di kamar nya! Selang-selang penunjang hidupnya nampak ditarik paksa. Karena tidak menempel dan bahkan membuat Serre yang sudah tak sadarkan diri dan sekarat, terluka.

"Woah, ini gila! Nampaknya ini akan menjadi pembunuhan berantai!" seru Naruto seraya bergidik. "Jaga mulutmu, Bodoh! Mungkin saja itu kebetulan bukan?" tanya Ino kesal karena takut.

"Tidak logis jika kebetulan. Selang-selang nya ditarik paksa. Jelas ada yang menariknya. Orang tua nya tertidur dan mana mungkin mereka melukai putri mereka sendiri, bukan? Belum lagi kalau Serre sendiri... tidak logis! Ia kan tidak sadarkan diri!" cetus Shikamaru mengatakan apa yang dipikirkan nya.

"Tapi, katanya tidak ada bukti ataupun tanda orang masuk ke kamar nya. Semuanya aman malam itu." tambah Neji. "Ah, lihai sekali pelaku nya. Aku yakin pasti orang tua Serre akan memperketat pengamanan dan memasang CCTV di kamar nya!" kata Tenten lesu.

Mereka mengangguk.

Saat mereka berjalan berdampingan, mereka berpapasan dengan Karin dan kawanan nya. Mereka nampak ketakutan sekali. Apalagi Karin, ia nampak sangat pucat.

"Hei, Karin... apa kamu tahu sesuatu tentang anak buah mu itu, Serre?" tanya Naruto asal. "Tidak! Mana aku tahu!" jawab Karin. Dia tanpa banyak bicara memilih segera bergegas pergi dari sana.

"Aneh, ada apa dengan nya?" tanya Ino. "Biasanya jika dia melihat Sasuke, dia akan berhenti dan menggoda nya bukan? Tak biasanya!" kata Temari melirik Sasuke yang nampak diam saja. Pemuda itu nampak sedang memikirkan sesuatu.

"Well, baguslah. Aku bisa tenang!" jawab Sasuke acuh. Bagaimana pun, rasanya menjijikkan sekali ditempeli makhluk semacam itu. Ia lebih baik ditempeli oleh...

"Huft... woah, selamat pagi semuanya!"

Sasuke dapat mencium samar-samar wangi yang menggoda itu. Ia dan yang lainnya berbalik. Melihat kearah Sakura yang datang sembari terengah-engah. Gadis itu mengipasi dirinya.

"Kamu terlambat lagi? sudah kubilang, aku akan menjemputmu tapi kamu tidak mau!" kata Ino mulai mengomeli nya. Sakura menyengir ria. "Hehe, maaf. Aku kan membereskan rumah ku dulu. Jadi lama." jawab nya beralasan.

"Oh ya, hei... kamu tahu tentang berita terbaru itu?" tanya Ino heboh, menarik Sakura untuk berjalan berdampingan dengan nya. "Berita? Berita apa?" tanya Sakura tak tahu. "Kamu tidak membuka ponsel mu, ya? Itu looh, kasus Serre! Ada orang yang membuatnya sekarat!" jawab Ino gemas.

Sakura menatap lurus kedepan dengan dingin, ada jejak ketidakpedulian. Namun, itu sangaaaat sebentar. Tak ada seorang pun yang menyadarinya. Kecuali...

Sasuke.

"Oh?! Benarkah?! Kasihan sekali! Lalu, bagaimana sekarang?!" seru Sakura nampak kasihan dan tercengang. Sasuke sendiri menahan seringai nya. Gadis ini menarik. Ia pandai sekali berbohong dan menipu orang lain.

Sakura sendiri yang kini sudah tenggelam dalam pembicaraan Ino dan yang lainnya, melirik kearah Sasuke. Ia sangat sadar Sasuke memperhatikan nya. Dalam batin nya, ia mengutuki kecerobohan nya.

Lagi pula, siapa yang tidak akan lega dan senang saat pengganggu yang mengusik hidup, akhirnya mengalami krisis dan bahkan ada yang mati. Walau begitu, ia tak bisa sepenuh nya lega...

🌹🌹

Sakura yang sedang menulis, merasa agak tak nyaman karena terus di perhatikan Sasuke. Aneh nya, kenapa guru yang mengajar tidak menegur nya? Apa karena tidak terlihat? Atau...

The PureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang