Typo bertebaran, mohon koreksinya✌
_________
Deburan ombak yang tenang menggulung air pantai membasahi pasir, buih-buih nampak berkilauan tersorot sinar sang surya, angin sepoi-sepoi membuat pohon kelapa menari di pinggir pantai.
Dua sejoli itu sudah sampai di tempat tujuan, kini mereka memutuskan untuk mengunjungi tempat favorit Elyara terlebih dahulu. Sekalian menambah energi untuk Elyara.
Dibalik batu besar yang tidak dapat dilihat oleh orang lain karena jaraknya cukup jauh dari keramaian pengunjung pantai, Elyara berenang memamerkan ekor cantiknya pada Alzer yang hanya duduk dibebatuan kecil yang terdapat pada balik batu besar ini.
"Alzer mau ikut renang?" tawar Elyara menyentuh betis Alzer yang tenggelam didalam air.
"Kan gue gak bisa renang." Alzer menepuk beberapa kali puncak kepala Elyara gemas melihat bibir gadis itu turun ke bawah.
"Kan bisa El jagain." Duyung random itu kembali memunculkan sifat imutnya.
"Gak, Al fotoin El aja deh, gimana?" rupanya pengalihan pembicaraan dari Alzer mendapat anggukan semangat dari Duyung cantik itu.
Alzer membuka tas mungil Elyara untuk mencari benda pipih yang dapat mengambil gambar, kenapa tidak menggunakan ponsel Alzer saja? Karena ponsel Alzer telah hanyut di laut semenjak kejadian dimana Elyara menariknya ke air kemarin.
"Ayok gaya!" Alzer mulai memfokuskan kamera penuh pada Elyara.
Elyara mulai pose dengan berbagai macam gaya agar terlihat bagus dikamera nanti, dari mulai menjulurkan lidah dengan mata juling, meringis sampai matanya tinggal segaris, dan tersenyum sambil mengepakkan ekornya ke air sehingga foto yang terakhir kali Alzer jepret terlihat aesthetic.
"Cantik." gumam Alzer tanpa sadar.
Puas melihat hasil foto Elyara, atensi cowok berambut hitam kecoklatan itu berganti pada Elyara yang masih menikmati air laut.
Tak arang Alzer bergidik melihat ikan-ikan kecil yang menghampiri Elyara kemudian dengan sekali tangkap Duyung itu melahap ikan-ikan yang menyerahkan diri.
"El, jangan ada yang boleh pinjem HP ini kecuali gue! Ngerti?" peringat Alzer yang mendapat anggukan dari Elyara.
Bukan apa-apa, takutnya orang yang meminjam ponsel Elyara iseng membuka galeri dan melihat wujud gadis itu berupa manusia setengah ikan, apa lagi dada Elyara yang terpampang nyata seperti itu.
Untung saja iman Alzer kuat.
Setelah energi Elyara terisi penuh dengan menyelam beberapa menit di laut. Kini ia duduk diatas pasir yang agak jauh dari air untuk mengeringkan ekornya dengan bantuan Alzer yang menjadi tukang kipas-kipas.
Ekor Elyara sudah berubah menjadi sepasang kaki, fashion yang dikenakan Elyara sebelumnya juga otomatis terpasang ditubuh cewek itu.
"Kita cari jajanan, ya? Al laper." Alzer menepuk-nepuk perutnya yang mengundang tawa Elyara.
Bagi Elyara, wajah Alzer jika memelas seperti itu nampak imut dan lucu. Buru-buru Elyara mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar Alzer, kapan lagi coba melihat wajah ketua anggota Parezor terlihat unyu seperti itu?
***
Hujan menyergap membasahi bumi, turun dengan massa yang cukup besar membuat orang-orang tak berani menerobos shower besar itu, ditambah lagi dengan gemuruh petir yang saling menyambar.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Secret (SELESAI)
Teen FictionElyara adalah Putri Duyung yang diutus oleh Ibunya untuk menjelajah dan mencari hal penting di daratan, namun siapa sangka niat awal Elyara jadi sedikit oleng kala ia bertemu dengan salah satu manusia di darat. Manusia yang ditemuinya adalah Alzer D...
