Chapter 7

24.4K 2.4K 127
                                        

Maapin ngaret beuttt🙂
Lagi fokus sama cerita satunya lagi soalnye🐮 dan cerita ini juga sebetulnya belum mencapai target readers sih tapi nggak papa aku up lagi deh😙

Vote dan komen ya😍
Happy reading❤
_________

Angin laut yang berhembus kencang sore ini membuat manusia setengah ikan yang sedang duduk diatas karang itu tersenyum, mulutnya menganga lebar seakan sedang menelan angin yang berhembus menerpa wajahnya.

Ekor cantiknya ia celupkan kedalam air dan sesekali mencipratkannya ke pepohonan yang berada didekatnya.
Bibirnya cemberut, entah apa yang sedang dialami oleh putri duyung cantik ini.

"Alzer diemin gue, dia nggak ngomong apa-apa tuh sejak kemarin." Gumamnya dengan sesekali melahap kerang yang susah payah ia buka.

Semenjak kejadian dimana dirinya bermalam dengan Alzer di Roof top malam itu, tiga hari setelah kejadian itu Alzer semakin dingin saja sikapnya pada Elyara. Apakah gadis itu membuat kesalahan?

Elyara mengelap air matanya, tak lama air mata itu menjadi mutiara cantik nan bercahaya, Elyara menaruh mutiara itu didalam kerang dan dibuang kembali ke laut.

Ia memutuskan untuk kembali ke daratan karena hari sudah mulai sore, namun langit disini masih cerah, sang jingga belum muncul untuk menarik perhatian para pengunjung pantai.

Setelah berenang dari tengah laut, kini sampailah Elyara dipinggir pantai yang sepi. Tubuh putih susu yang semula hanya tertutup oleh sisik ikan kini berubah menjadi seperti manusia biasa, ekornya juga sudah kembali menjadi kaki setelah kering.

Elyara mengenakan sweater hitam dan celana coklat susu milik Arly dengan sendal rumah kebesaran yang diberikan Satria, ia berjalan menuju tempat yang sebelumnya ia singgahi untuk menaruh mantel milik Alzer sebelum mencari makan ditengah laut tadi.

Elyara mengenakan mantel kebesaran itu dengan rambut yang masih basah kuyup, pandangannya menuju laut biru yang terhampar didepan matanya, kedua tangannya ia letakkan ditembok pembatas sebagai tumpuan dagu.

Elyara mengenakan mantel kebesaran itu dengan rambut yang masih basah kuyup, pandangannya menuju laut biru yang terhampar didepan matanya, kedua tangannya ia letakkan ditembok pembatas sebagai tumpuan dagu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Arly pasti cariin gue deh, tapi males kalo liat Alzer kayak patung." Gumamnya sambil mendengus kesal.

Sebenarnya tadi dia berniat untuk pulang ke laut saja, tempat dimana asal mulanya berada, namun bayangan Alzer selalu membuat pergerakan gadis itu selalu terjerat dan hanya ingin pulang ke darat untuk menemuinya.

Elyara beranjak dari tempatnya, melambaikan tangan pada sekelompok lumba-lumba yang sedang berenang disana sebelum pergi meninggalkan tempat itu.

My Secret (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang