Semoga senyum manis yang kau lempar kemarin, bukan menjadi yang terakhir ya?
My Secret.
~~~~~~~~~~~~~~
Elyara tak pernah menyesali dirinya yang datang ke daratan untuk mencari sang Ayah, ia hanya menyesali takdir yang begitu membebani hidupnya. Mengapa begitu berat sampai-sampai Elyara berfikir untuk menyerah?
Pertama, Elyara belum menemukan siapa Ayah kandungnya sampai sekarang. Elyara gemas sendiri mengapa Yeran tak langsung saja memberi tahu dirinya tentang siapa Ayah kandung Elyara ini, ini semua membuat otak Elyara memanas.
Ke dua, kisah cintanya dengan Alzer saat ini sedang diterjang badai besar. Elyara sangat takut kehilangan Alzer, dirinya sudah terlalu dalam jatuh dalam cinta laki-laki itu, tapi apakah nanti Yeran akan merestui cinta mereka?
Ke tiga, masalah Choki yang juga cinta pada Elyara. Gadis itu benar-benar dihantui oleh rasa bersalah disetiap detiknya, Elyara tidak berani menatap mata Choki karena disana ia dapat melihat kesedihan yang mendalam.
"El capek." Elyara membuang nafas kasar, kaki jenjangnya menendang-nendang kerikil di jalanan.
Saat ini Elyara sedang menuju tempat janjiannya dengan Alzer, laki-laki itu mengajaknya ketemuan di pemakamam. Elyara jadi bingung sendiri.
"El!" seru suara bariton mengagetkan Elyara.
Gadis dengan balutan sweater marun itu mengedarkan pandangannya, tersenyum melihat Alzer yang sedang melambiakan tangan, Elyara mulai mendekati cowok itu yang sedang bersimpuh di sebelah gundukan tanah yang sudah penuh dengan taburan bunga.
"Ini makam Bunda aku, El." Alzer mengusap nisan itu dengan penuh kelembutan.
Elyara ikut berjongkok, tersenyum simpul sambil mengusap nisan itu diatas tangan Alzer.
"Bunda Al lagi apa ya di dalam?" tanya Elyara polos.
Alzer geleng-geleng kepala, ia menjawil hidung Elyara gemas dan mencubit pelan pipi gadis itu. Dipandanginya ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna itu dengan tatapan teduh, Alzer tak menyangka, gadis yang dulu sering ia sebut sebagai orang gila kini menempati tahta tertinggi dalam hatinya.
"El udah makan?" tanya Alzer lembut.
Elyara mengangguk, "udah, tadi El cari kerang di laut."
"Kamu sakit, hm?" Alzer menatap Elyara lamat-lamat, kantung mata yang menghitam diwajah gadis itu membuatnya panik.
"Gak kok, El cuma kepikiran sama Ayah sama Choki juga."
Pegangan Alzer dibahu Elyara perlahan mengendur, ia menarik tangannya dan berdeham pelan guna menetralkan emosinya. Alzer paling tidak suka jika Elyara membahas Choki saat sedang bersamanya seperti ini.
"Kenapa emang?" kepo Alzer.
Elyara menghela napas sejenak, "ternyata benar, Al. Choki cinta sama aku, kemarin kita ngobrol di dekat pantai, aku ngerasa bersalah banget sama dia. Aku salah ya, Al?"
Alzer mengulas senyum tipis, pertanyaan yang bergentayangan diotaknya kini terjawan sudah. Ternyata mereka sedang membahas masalah ini.
"El gak mau Choki sakit hati gara-gara El, ya?" Alzer menyingkirkan anak rambut Elyara yang menghalangi wajah cantik gadis itu.
Elyara menunduk sedih, "El gak mau lihat orang sedih apa lagi gara-gara El."
"Tapi kamu udah punya Al, kamu milik aku, El. Kamu gak boleh sama yang lain ya? Aku kan sayang banget sama kamu, kalo kamu sama yang lain demi menjaga perasaan dia, kamu sama aja ngelukain aku." ujar Alzer dengan mata memerah, tangannya mengepal erat sampai buku-buku tangannya memutih.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Secret (SELESAI)
Novela JuvenilElyara adalah Putri Duyung yang diutus oleh Ibunya untuk menjelajah dan mencari hal penting di daratan, namun siapa sangka niat awal Elyara jadi sedikit oleng kala ia bertemu dengan salah satu manusia di darat. Manusia yang ditemuinya adalah Alzer D...
