Please kalo baca part ini jan ada yang emosi jan ada yang gigit bantal🙄
Vote and comment!❤
_________
Namanya Lorenza Ardikata, putri satu-satunya Rahman Ardikata dan Venalia Ardikata yang sangat cantik. Rambutnya hitam legam sebahu dengan manik mata bulat senada dengan rambutnya. Tubuhnya mungil sangat pas untuk dipeluk.
Gadis berdarah Indonesia-Amerika ini adalah teman kecil Satria, dulu rumahnya tepat disamping Satria. Mereka selalu bermain hingga tumbuh remaja.
Sejak kelas satu SMP, Loren ternyata tertarik dengan Kakak Satria yang bernama Alzer. Begitu pula rasa Alzer padanya, mereka saling menghabiskan waktu bersama hingga berpisah ketika usia Alzer menginjak kelas dua SMA dan Loren kelas satu SMA.
Loren mengidap penyakit serius hingga ia terbang ke Amerika untuk mendapat penanganan yang lebih lanjut. Dan sekarang, ia kembali lagi ke Indoneisa. Entah apa tujuannya, yang pasti ia senang telah bertemu dengan sahabat kecilnya dan juga Alzer tentu saja.
"Kak Alzer! Ini giliran Kakak jalan lho." Seru Loren menggeplak lengan Alzer.
Cowok itu tersentak, sedikit menyunggingkan senyum dan mulai berfikir pion mana yang akan ia jalankan. Mereka berdua sedang bermain catur di teras rumah Loren. Gadis itu mengajak Alzer setelah pulang sekolah tadi, Loren juga kembali bersekolah di Sekolah yang sama dengan Alzer. Sekolah lama Loren juga, Dulu Loren hanya satu tahun sekolah disana.
"Kamu ngelamun terus kenapa?" Tanya Loren dengan suara imutnya yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik Alzer yang nampak gelisah.
Alzer menggeleng cepat.
"Aku pulang dulu ya, udah sore." Pamitnya berdiri.
Loren ikut berdiri dan menatap cowok tampan dihadapannya dengan raut wajah bingung.
"Nggak ngin-."
"See you Ren."
Alzer keburu pergi, memotong ucapan Loren. Gadis itu menaikkan kedua bahunya dan memilih merapikan papan caturnya lalu membawanya masuk ke dalam rumah.
Alzer menghembuskan nafas kasar ketika sudah memasuki rumahnya, langkahnya yang lebar membuat ia lebih cepat sampai dari rumah Loren disampimg rumahnya. Cowok itu menyugar rambutnya ke belakang dan menunduk menatap keramik putih yang memantulkan wajahnya.
Elyara beda banget sama gue.
Hari ini tepat Loren satu minggu di Indonesia, dan satu minggu ini pula Alzer merasakan kehilangan sesuatu dihari-harinya.
Gadis heboh yang selalu menyusahkan dirinya dan membuat telinganya sakit ketika berbicara, akhir-akhir ini jarang mengajak ngobrol dirinya atau menyapa sekalipun.
"Kenapa Elyara berubah? Apa dia ngejauh gara-gara gue nolak perasaan dia pas di tribun basket?" Gumamnya.
Alzer bimbang. Disaat hatinya mulai terbuka untuk Elyara, Loren malah datang dan membuatnya pindah haluan.
Alzer berpikir keras, apakah ia pernah mencintai Loren dulu? Alzer tidak tau, yang jelas ia sangat menyayangi Loren dan menjaganya seperti ia menjaga Arly. Sampai-sampai pada suatu hari, ia pernah merebut Loren dari seseorang yang mencoba mendekatinya.
"Kalo gue cinta sama Loren, ngapain gue kepikiran sama Elyara?"
Alzer terduduk lemas dilantai, ia biarkan punggungnya menubruk pintu rumah dan matanya terpejam.
"Ngapain lo duduk ditengah pintu, ngemis?" Mulut pedas Satria mulai terbuka.
Alzer berdecak, mengangkat kepala dan tertegun melihat makhluk tuhan dihadapannya. Bukan! Alzer bukan melihat Satria, melainkan seseorang yang datang bersama Satria.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Secret (SELESAI)
Novela JuvenilElyara adalah Putri Duyung yang diutus oleh Ibunya untuk menjelajah dan mencari hal penting di daratan, namun siapa sangka niat awal Elyara jadi sedikit oleng kala ia bertemu dengan salah satu manusia di darat. Manusia yang ditemuinya adalah Alzer D...
