Val menaruh tas di bangkunya. Ia mau mengambil buku Kimia di kolong mejanya. Dia merasakan sesuatu yang berbeda di kolong mejanya. Val mengambilnya, ternyata itu Susu kotak UHT rasa coklat. Ada kertas kecil yang ditempelkan di susu kotak itu.
"Selamat pagi pacar, minum susu coklatnya ya biar pinter kaya Devon"
Val tersenyum lalu memasukkan sedotan ke susu kotak kemudian meminumnya.
"Tumben minum susu, biasanya pagi-pagi ngerokok di belakang sekolah" ucap Viga.
"Ada yang naro di kolong meja gua, ya gua minum aja" ucap Val santai.
"Cieeee.... dari siapa? punya pacar lo?" tanya Viga.
"Kepo lo" ucap Val lalu melanjutkan minum susunya.
"Oh iya Val, hemm... gua bisa minta tolong gak?" tanya Viga.
"Pulang sekolah anterin gua ke bandara ya.. mau jemput Papa. Akhirnya inget pulang juga" ucap Viga.
"Sudah berapa tahun gak pulang?" tanya Val.
"2 tahun" ucap Viga dengan raut muka sedih.
"Kok bisa?" tanya Val.
"Udah dipelet sama istri mudanya kali. Mereka tinggal di Inggris. Heran gua Mama masih pertahanin laki-laki kaya gitu" ucap Viga.
"Selama 2 tahun gak pulang dan Mama lo nerima gitu aja?" tanya Val.
"Gua gak bisa komentar soal itu.. Mama tetap bertahan agar hak gua sebagai anak tetap terpenuhi, padahal gua gak peduli dengan harta Papa. Selama ini gua dan Mama bisa bertahan dan hidup dengan layak. Mama gua kerja keras untuk gua" ucap Viga.
"Gua ngerti perasaan lo.. dulu gua menganggap Papa gua adalah Papa terbaik di dunia. Dia selalu berlaku manis pada Mama, perhatian sama gua sampai akhirnya gua tahu di luar sana dia sering main perempuan. Don juan sejati. Petualangannya berakhir saat rumah kami dirampok oleh komplotan yang diotaki oleh salah satu perempuan simpanan Papa. Mama gua lumpuh karena jatuh dari tangga lantai 2, dan Papa gua meninggal dengan 3 peluru yang bersarang di dadanya" ucap Val.
"Apa pelaku perampokannya tertangkap?" tanya Viga.
"Iya.. dan gua pastikan mereka membusuk di penjara, bukan untuk Papa gua, tapi karena mereka sudah membuat Mama gua lumpuh" ucap Val.
"Semoga Mama lo selalu sehat ya" ucap Viga.
"Thanks, semoga Mama lo juga selalu sehat" ucap Val.
*****
Val menunggu Nadine di pos Satpam. Sesuai kesepakatan mereka pacaran secara diam-diam, Nadine belum siap jika teman-temannya tahu dia pacaran dengan Val. Setelah Nadine datang, mereka ke luar gerbang untuk makan di luar sekolah. Val sudah menyuap Pak Satpam dengan uang rokol plus kopi kesukaan Pak Satpam.
"Jadi kita mau makan apa Pacar?" tanya Val.
"Wingstop" ucap Nadine bersemangat.
"Sudah gua duga" ucap Val lalu meraih tangan kanan Nadine lalu menggenggamnya.
Nadine langsung tersipu malu dengan perlakuan Val "Eumm.. Val, takut ada yang lihat" ucap Nadine malu-malu anjing pudel.
"Yaudah sih gampang, nanti tinggal gua ancam atau gua suap biar gak bocor mulutnya" ucap Val.
Mereka sudah sampai Wingstop dan Nadine langsung makan Ayam Garlic Parmesan dengan lahapnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
VALDERAMA
Teen FictionNadine Alexandria hampir saja jadi korban pelecehan saat perjalanan pulang dari tempat Les Bahasa Prancis, namun ia diselamatkan oleh laki-laki asing dengan pakaian serba hitam dan masker hitam yang menutupi sebagian wajahnya. Laki-laki itu tanpa ra...
