Chapter 22

473 32 30
                                        

Bel pulang sekolah berbunyi, Val menunggu Nadine di depan kelasnya. Enzo menatap Val dengan tatapan dingin. Val tidak peduli, dia kembali fokus pada ponselnya.

Xena menghalangi jalan Nadine saat hendak ke luar kelas "Nad... Sini sebentar"

"Ada apa Xen?" tanya Nadine.

"Lo serius balikan sama dia?" ucap Xena sambil menunjuk Val yang sedang menunggu di luar kelas.

Nadine mengangguk.

"Nad.. lo yakin? Gua takut dia akan nyakitin lo. Gua gak yakin dia serius sayang sama lo" ucap Xena.

"Gua sayang sama dia Xen, gua tahu ini gila tapi gua benar-benar sayang sama dia" ucap Nadine.

"Ya mudah-mudahan aja dugaan kami salah.. semoga dia bukan laki-laki brengsek yang cuma mempermainkan kebaikan dan kepolosan kamu Nad" ucap Xena.

"Terima kasih ya Xen, gua akan tetap berhati-hati" ucap Nadine.

"Ya sudah, sana samperin Batu Kali kesayangan lo" goda Xena.

"Bye Xen, gua duluan ya" ucap Nadine lalu menghampiri Val.

"Udah ngobrolnya? Pasti ngomongin gua ya?" ucap Val.

"Loh kok gua-lo lagi? Pas di sekretariat KIR udah aku-kamu" ucap Nadine.

"Setelah dipikir-pikir alay ah ngomong aku-kamu, gua-lo aja" ucap Val menyebalkan.

"Kapan sih lo berhenti menyebalkan Val?" tanya Nadine dengan raut muka kesal.

"Itu bukan perkara yang besar, aku-kamu, gua-lo sama aja. Kita tetap sama-sama kan? Ya udah gak usah dibikin ribet" ucap Val.

Nadine terdiam "semoga keputusan gua untuk balikan sama lo gak menimbulkan penyesalan di kemudian hari" batin Nadine.

"Ayo, lo ada les jam 6 sore kan? Kita tunggu di Orion ya. Gua laper" ucap Val Lalu melangkah duluan.

"Val tunggu" Nadine mengejar Val untuk berjalan di sampingnya.

Banyak mata yang memandang kebersamaan mereka. Karena sifat bodo amat Val yang teramat besar, dia tidak ambil pusing. Berbeda dengan Nadine, dia lebih memilih untuk menunduk.

Tiba-tiba Val meraih tangan Nadine dan menggenggamnya. Nadine terkejut, lalu memandang Val tak percaya. Setelah itu Nadine menegakkan pandangannya. Devon dan Viga sedang menatap ke arahnya dan Val. Nadine kembali menunduk, tak sanggup memandang Devon yang selama ini bersikap sangat baik padanya.

Mereka sudah sampai tempat parkir. Val sedang memanaskan motor Triumph-nya. Nadine memandangi Val, ia ingin menanyakan sesuatu pada Val.

"Val.." ucap Nadine.

"Hemmm" tanggapan Val sambil fokus pada motornya.

"Lo genggam tangan gua karena ada Devon dan Viga kan?" tanya Nadine.

"Iya... Lo pacar gua, suka gak suka mereka harus terima" ucap Val.

"Lo gak tulus sama gua Val" ucap Nadine lalu menunduk.

Val langsung menghentikkan kegiatannya. Dia lalu berbalik, dan memandang Nadine.

"Mau lo apa sih Nad? Gua sudah mengaku kalau gua mulai sayang sama lo kan? Terus apa lagi?" ucap Val.

"Tapi tindakan lo gak mencerminkan seperti itu Val. Sampai sekarang gua gak mengenal lo seutuhnya. Kadang lo manis, kadang lo nyebelin sampai ke ubun-ubun.. sebenarnya lo siapa sih?" tanya Nadine.

Val hanya diam.. balik lagi jadi Batu Kali...

2 menit tak mendapatkan respon, Nadine langsung bereaksi "Gua pulang duluan Val" Nadine langsung pergi meninggalkan Val yang masih terdiam di depan motornya.

VALDERAMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang