Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 5 - He's back?

2.8K 266 5
                                        

"Lo suka ya sama Bu Lyn?" tanya Airin begitu pelajaran bahasa Inggris selesai dan Bu Lyn keluar dari kelas mereka. XII IPA 3.

Edwards yang dilempar pertanyaan itu menatap Airin aneh.

"Kenapa kamu mempertanyakan hal itu?" ujar Edwards. Ekspresi pria itu sangat sulit diartikan.

Airin duduk di kursinya. Menatap Edwards dengan kedua tangan terlipat di dada.

"Soalnya cara Lo natap Bu Lyn sama kayak cowok-cowok lain yang naksir dia," ucap Airin memberengut. Jujur, dia akan sangat kesal kepada guru bahasa inggrisnya itu jika Edwards, pria yang ia taksir, juga menyukai guru yang memang sangat cantik itu.

Edwards tersenyum miring. Dia kemudian mengambil buku-buku di atas meja untuk kemudian ia masukkan ke dalam tas. "Jangan samakan aku dengan mereka," celetuk Edwards dengan nada dingin. Cenderung tidak suka.

"Trus siapa cewek yang Lo suka?" pancing Airin. Dia sangat penasaran tentang siapa dan bagaimana tipe cewek yang Edwards sukai. Kalau bisa dia ingin memaksakan diri.

Edwards tertawa kecil. Entah mengapa, mendengar suara tawa Edwards malah membuat Airin merinding.

"Aku enggak suka cewek," ucap Edwards kemudian pergi.

Sontak Airin terkejut mendengar penuturan cowok itu. Dia termenung beberapa saat. "Enggak mungkin. Enggak mungkin Edwards enggak suka cewek. Dia pasti bercanda," monolog Airin.

Airin bangkit untuk menyusul Edwards secepat mungkin. Dia butuh penjelasan dan memastikan bahwa ucapan cowok itu hanyalah sebuah guyonan.

"Edwards, waiting! Tell me that's not trueeee!!!!" teriak Airin kemudian berlari mengejar cowok bule itu ke luar kelas. Padahal, ini belum waktunya jam istirahat.

🍁

Lyn mendongak ke atas. Di lantai dua ada seorang siswa yang terus-menerus memperhatikan dirinya. Bukannya menghindar saat ditatap balik, siswa itu malah semakin terang-terangan menatap dirinya. Lyn tidak tahu siapa siswa ini. Tapi jika dilihat-lihat lagi, Lyn yakin kalau anak itu siswa kelas sebelas. Dilihat dari seragam olahraganya yang berwarna merah. Seragam olahraga di sekolah ini memang memiliki warna yang berbeda-beda. Disesuaikan dengan tingkat kelasnya. Kelas sepuluh memiliki seragam berwarna abu-abu. Kelas sebelas berwarna merah dan kelas dua belas berwarna biru muda.

Menghiraukan anak itu, Lyn memilih melanjutkan perjalanan menuju kelas XI IPA 2. Kelas yang akan ia masuki sekarang setelah mengajar di kelas XII IPA 3.

Beberapa langkah lagi dia sampai di kelas tujuannya, tiba-tiba ponselnya berdering. Ada telepon masuk dari nomor yang tidak dikenal.

Lyn menganggat dengan ragu.

"Halo," sapa Lyn. "Ini siapa?" tanya Lyn saat tidak ada jawaban. "Halo," ucap Lyn lagi.

"Hello, love. It's me. Like I promised, I will see you."

Napas Lyn tersekat. Suara itu seperti tidak asing. Tidak mungkin itu dia. Tidak mungkin.

Lyn menggelengkan kepalanya kuat.

"I came back. You must be happy, right?"

"Cukup katakan siapa kamu!" ucap Lyn emosi. Dia tidak suka berbasa-basi seperti ini. Dia benci pemikiran dan prasangka buruk yang terus menggerogoti pikirannya.

Killer, Lover! [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang