Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 52 - Menghilang di balik api

1K 71 7
                                        

"Brengsek! Inikah balasan kalian atas pengabdian ibuku selama bertahun-tahun pada perusahan kalian? Tanpa ibuku dan penelitian-penelitian hebatnya, apa kau berpikir perusahaan kotor kalian itu akan semaju dan sebesar sekarang!?" Amarah Edwards memuncak.

"Tenang sayang. Tidak perlu kecewa. Bukankah memang seperti ini cara kerja dunia? Kau akan dibuang saat tidak lagi dibutuhkan." Liem menyeringai. "Dunia memang kejam. Kau harus terbiasa, Nak. Jadi, lebih baik kau menyerah agar tidak semakin banyak yang terluka."

Edwards terdiam. Dia menatap ibunya yang sepertinya tidak nyaman berada dalam genggaman Liem.

CEPAT! CEPAT! KAU HARUS BERPIKIR DENGAN CEPAT, EDWARDS!

"Baiklah, baiklah. Aku menyerah. Selanjutnya apa?" Edwards mengangkat kedua tangannya ke atas. Berpura-pura menyerah untuk mengelabui Liem.

Liem menaikkan sebelah alisnya. "Kau pikir aku bodoh!" seru pria paruh baya itu. "Jika kau benar-benar menyerah, cepat kenakan borgol ini di kedua tanganmu sekarang!" Liem mengeluarkan sebuah borgol dari balik jaket yang ia pakai dan melemparnya tepat di dekat kaki Edwards.

Edwards mematung sesaat. Dia melirik borgol di dekat kakinya sebentar kemudian menatap Liem lagi.

"Cepatlah! Atau kau ingin ibumu terluka?" Liem kembali menempelkan ujung pistol di kening ibu Edwards.

"Baiklah, baiklah. Aku pakai sekarang." Edwards menunduk, mengambil borgol itu dari lantai. Sebelum bangkit ia melirik ke arah Liem sejenak. Pria itu masih menodongkan ujung pistol di pelipis ibunya, namun pandangannya tetap fokus pada Edwards. Seketika Edwards menemukan ide.

Edwards berdiri. Bersiap memasang borgol itu di kedua tangannya. Namun, alih-alih menyematkan borgol itu di kedua pergelangan tangannya, Edwards malah melempar borgol itu ke arah Liem. Dengan cepat dan tepat mengenai tangan Liem yang sedang menggenggam pistol. Alhasil pistol yang ada di dalam genggaman Liem terjatuh. Di kesempatan itu, Edwards langsung mendorong Liem dan merebut ibunya dari genggaman pria itu. Liem jatuh terjerembab ke lantai. Pria itu menggeram marah. Liem hendak mengambil pistol miliknya kembali, namun Edwards dengan cepat menendang pistol itu menjauh dari jangkauan Liem.

"Anak sialan!" Liem bangkit. Dia langsung menendang dada Edwards hingga anak itu terpelanting jauh menabrak dinding.

Lyn yang menyaksikan semua itu hanya bisa membeku di tempatnya. Jujur, dia bingung hendak berbuat apa. Dia masih mencerna semuanya. Tentang bagaimana Paman Liem bisa tiba-tiba berada di tempat ini dan terlibat dengan semua ini? Dan apa maksud Edwards dengan perusahaan agency agent dan apa hubungannya dengan Paman Liem? Sejauh yang Lyn tahu, Paman Liem hanyalah seorang pengacara biasa yang juga merangkap sebagai teman lama bibinya. Dia baik dan suka menolong Lyn. Tapi, kenapa tiba-tiba dia berubah menjadi seseorang yang asing seperti ini?

Lyn melirik ke arah Anhar, dan seketika panik saat melihat anak itu tidak lagi membuka mata. Mengabaikan pertarungan yang terjadi antara Edwards dan Paman Liem, Lyn menghampiri Anhar dan memeriksa keadaan anak itu. Denyut nadi dan napasnya masih ada. Hanya saja sangat lemah. Dengan buru-buru, Lyn mengambil kotak P3K yang tadi sempat mereka ambil. Melihat-lihat isi di dalamnya, Lyn kebingungan dengan benda apa yang seharusnya ia pakai untuk memberikan pertolongan pertama pada Anhar. Melihat semakin banyak darah yang keluar dari perut Anhar, Lyn berinisiatif untuk melepas baju anak itu dan menggunakannya untuk menghambat jalan keluarnya darah dari perut. Pandangan Lyn beralih ke kaki Anhar dan meringis saat melihat pisau itu masih tertancap di betis Anhar. Dengan mata tertutup, Lyn menarik pisau itu dari betis Anhar dan langsung membalut lukanya menggunakan kain kasa sebanyak mungkin.

Lyn menangis. Dia merasa masalah ini karena dirinya. Karena awalnya hanya dia yang Edwards inginkan, namun semuanya jadi rumit saat Malvin mencoba mencari dan menyelamatkan dirinya.

Killer, Lover! [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang