Bab 6 - Kemungkinan

2.2K 252 1
                                        

Lyn tidak sanggup lagi. Rasa takut dan cemas kian menggerogoti perasaannya. Setelah Edwards dan Malvin keluar dari UKS tadi, Lyn juga keluar. Bukan untuk kembali ke kelas melainkan ke ruang guru untuk meminta izin pulang lebih awal.

Setelah mendapatkan izin, Lyn langsung berjalan ke luar sekolah. Di halte depan sekolah, Lyn menunggu taksi yang telah ia pesan sebelumnya. Dalam keadaan tertekan seperti ini, Lyn tidak akan mampu menyetir mobil sendiri.

Lyn terus memperhatikan sekeliling. Dia begitu gelisah. Jika orang yang menghubungi dirinya tadi benar-benar Gray, berarti orang itu ada di negara ini. Di kota ini atau bahkan sedang berada di sekitarnya, mengintai dirinya, tapi Lyn tidak menyadarinya. Anak itu tidak dapat diduga. Bisa saja dia muncul sewaktu-waktu. Menyerang dirinya atau bahkan membunuhnya. Ah, panggilan telepon tadi benar-benar membuat Lyn overthinking. Apalagi orang itu dengan gamblang berkata bahwa ia telah membunuh Satya. Hal yang sama seperti yang Gray lakukan kepada kekasih dan mantan kekasihnya enam tahun yang lalu.

Meski begitu, Lyn tidak bisa langsung menyimpulkan kalau orang itu benar-benar Gray. Bisa saja ada orang lain yang mengaku-ngaku. Meski itu hampir mustahil karena tidak banyak yang tahu tentang apa yang terjadi antara dirinya dan Gray. Tapi, kemungkinan seperti itu akan selalu ada. Dia hanya perlu lebih berhati-hati di setiap langkah agar tidak perlu terjebak lagi. Jika itu Gray yang berusia dua belas tahun, Lyn akan langsung tahu dari suara anak itu. Tapi, ini sudah enam tahun berlalu. Anak itu pasti sudah beranjak dewasa. Sudah berusia delapan belas tahun dan suaranya sudah pasti berubah jauh.

"Dengan Nona Aillyn Graccia Nasty?"

Lyn tersentak. Dia mendongak dan baru menyadari ada seorang pria paruh baya di hadapannya.

"Ah, iya," ucap Lyn kemudian berdiri. Dia menatap taksi yang terparkir di pinggir jalan. Saking sibuknya berpikir, dia sampai tidak menyadari kalau taksinya sudah datang.

🍁

"Sorry, Lyn. But, i haven't heard from the franklyn family since two years ago."

Dia sudah kembali ke apartemen dan langsung menghubungi Bibi Belle-satu-satunya keluarga yang ia miliki dari pihak Ayah yang tinggal di Los Angeles- untuk menanyakan perihal Gray. Namun, jawaban dari bibinya itu malah membuat kepalanya semakin sakit.

"Why, aunty? Didn't auntie promise to keep an eye on the family especially Gray?" ujar Lyn frustrasi. Dia terus berjalan mondar-mandir di kamar.

"I'm sorry, Dear. But, they just left. I heard they moved to Europe. Exactly, i don't know."

"Aunty, I'm going crazy right now," erang Lyn. Dia menangis sekarang.

Belle yang mendengar itu cemas seketika.

"Why? What's the problem?"

"He says He's back, aunty."

"Who?"

"Gray."

"What do you mean?"

Lyn kemudian menceritakan semuanya. Tentang kejadian yang menimpa Satya dan orang yang mengaku sebagai Gray. Lyn menceritakan semua. Tidak ada yang terlewat.

Tentu saja Belle terkejut mendengar itu. Keluarga Franklyn sudah berjanji untuk menjauhkan Gray sejauh-jauhnya dari Lyn. Menjamin keselamatan Lyn dan kehidupan gadis itu. Itu sebabnya mereka tidak melaporkan Gray kepada pihak berwajib. Selain Gray yang masih cukup muda waktu itu, keluarga Gray termasuk keluarga yang terpandang. Akan sangat memalukan jika publik tahu kalau keluarga mereka terdapat seorang anak yang sakit. Tepatnya, sakit mental. Gray sudah dapat dikategorikan sebagai seorang psycho.

Killer, Lover! [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang