BAB 19 :NIGHTRIDE

354 40 1
                                        

Selamat membaca

"ASSALAMUALAIKUM."

Asya menoleh dengan perasaan kesal. Bel di rumahnya tidak berhenti berbunyi. Entah manusia atau bukan yang sedang bertamu saat ini.

"Sialan siapa coba malam-malam gini teriak gak jelas!" Kesal Asya menuruni tangga. Bersama Fisya yang mengekori Asya dari belakang, biasa kepo.

"Haii." Sapaan riang Farel menyambut Asya saat sudah di depan teras. Bertambah kaget saat mendapati banyaknya teman Farel ikut hadir juga, Fisya, gadis itu juga sama terkejutnya.

"Rame banget Farel mau ngapain?" tanya Asya pada laki-laki itu.

"Jalan-jalan malam kuyy cari angin," ajaknya sangat bersemangat.

"Lo gila! Seramai ini? Kita bakal di tegur sama pengguna jalan."

"Gak akan," balas laki-laki itu sangat santai.

"Ada Fisya juga, bagus deh Rio biar ada temanya buat di bonceng. Iya kan Yo?" Farel melirik Rio dengan senyum merekah, berharap Rio peka dan mengiyakan saja. Fisya, gadis itu juga salah satu cara agar Asya mau di ajak keluar.

Gadis itu menggeleng. Menolehkan kepalanya menatap ke dalam.

"Gak bisa ada Ayah pasti gak di bolehin,"

"Biar gue yang minta izin, lo tenang aja." Asya mencegah Farel yang hendak melangkah, menggeleng seraya menatap laki-laki itu.

"Gak akan di izinin," pelan gadis itu.

****

Asya mendesah pelan di tempat duduknya. Farel, cowok itu memaksa masuk dan ingin bertemu Adinata-Ayahnya, biasa di panggil dengan sebutan Adi. Ayahnya jarang sekali memperbolehkan ia keluar malam, sudah Asya tebak pasti Farel tidak akan dapat izin.

"Kamu anaknya Matteo dan Mika?" tanya pria paru baya itu memandang Farel.

"Iya Om," balas Farel.

"Om izinkan asal Kakak-kakak Asya ikut bisa?"

Farel mengangguk semangat mendapatkan syarat itu, dia juga sudah lumayan akrab dengan Ito dan Ino, tidak masalah jika mereka ikut.

"Mau kemana sih Rel?" tanya Ito menepuk pundak Farel pelan, laki-laki itu lantas menoleh.

"Mau modus sama adek lo," ujar Farel menaik turunkan alisnya lalu tertawa pelan.

"Bisa aja sih kampret." Kelakar Ino dari samping Ito.

"Ya udah kalian hati-hati jangan kebut-kebutan di jalan. Ingat gak boleh malam-malam pulangnya ya," peringat Adi memandang orang-orang yang berada di depannya. Setelah mendapat anggukan dari Farel, Adi berlalu dari ruang tengah.

"Nyebelin!" kesal Asya menatap tajam Farel.

"Kenapa sih? Besok sabtu gak ada alasan lo buat nolak ya!" balas Farel.

"Fi lo ikut?" tanya Asya memandang Fisya. Gadis itu mengangguk saja, ia juga sebenarnya mau-mau saja ikut, acara menginap mereka juga tidak ada kegiatan lagi, jadi gunakan saja mereka penghilang rasa bosan.

BAPER [COMPLETED] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang