ANNYEONG
Wkwk iya akhirnya ya aku bisa double up.
Ah iya aku juga mau kasih tau kayanya buat 2 Minggu kedepan gak bakal up deh, bahkan maybe mau hiatus cukup lama.
Aku sekarang udah kelas 12 guys mau fokus dulu sama sekolah. Oke gtu aja si wkwk.
Selamat membaca.
Lima hari berjalan sangat lancar. Dengan Asya yang sudah mulai pulih akan semuanya, dari tubuhnya yang sudah sembuh total dan kehidupannya yang bertambah menyenangkan saat mengingat sang pacar akan segera pulang.
Iya benar dua hari lagi Farel tiba di Jakarta dan Asya akan menuntaskan rasa rindu selama ini yang ia tahan.
Kedua gadis itu keluar dari mobil yang di kandari Rio dan Agam. Melangkah bersama memasuki gedung fakultas. Asya terpaku ketika melihat halaman kampus yang ramai dengan tenda-tenda yang berjejer rapih, dan panggung yang sangat megah di depan sana dengan background bertulis band Sheila On 7.
Asya menatap ketiga temannya dengan pandangan bertanya-tanya. Dia ketinggalan berapa banyak kejadian di sekitarnya sampai-sampai kampusnya mengadakan bazar hari ini ia tidak tahu.
"Jangan bilang lo baru tau?" tanya Fisya sama-sama kagetnya seperti raut Asya saat ini. Tanpa ragu Asya menganggukkan kepalanya.
"Astaga lo kemana aja Asya!" seru Agam menatap Asya tidak percaya.
"Baru keluar dari goa lo?" timpal Fisya.
"Gue benar-benar nggak tau sumpah."
"Hari ini ada perayaan apa sampai undang band segala?" tanya Asya.
"Hari ini ulang tahun universitas kita Ca! Masa harus gue kasih tau sih, lo nggak baca berita ini di grup angkatan emangnya?" Tanya Fisya.
"Enggak, akhir-akhir ini gue jarang buka ponsel gue Fi."
Fisya memutar kedua bola matanya malas lalu berdecak kesal.
"Pantes pesan gue lo anggurin aja!" kesalnya.
"Ayo masuk." Rio yang malas ikut nimbrung dengan pembicaraan ketiganya akhirnya memutuskan pembicaraan secara sepihak dan mengajak masuk.
"Iya ayo." Ajak Agam yang sudah duluan berjalan beriringan dengan Rio.
Dengan menggunakan celana jeans hitam yang di padukan dengan kaos putih tipis dan di balut kemeja kotak biru dan tataan rambut yang di biarkan acak-acakan membuat Rio sekarang tampak lebih tampan. Tak bisa di elakan ketika melewati beberapa orang hampir semua pasang mata menatap Rio dengan tatapan kagum dan memuja.
Tidak bisa di pungkiri Rio memiliki wajah yang sangat tampan, tidak kaget jika pria itu masuk dalam kategori pria tampan angkatan sekarang.
Asya tertawa pelan lalu merangkul pundak Fisya. Gadis itu terus ngedumel melihat orang-orang yang memuji Rio terang-terangan, bahkan ketika Rio jelas-jelas sedang bersamanya.
"Panas ya Fi? Padahal cuacanya dingin loh sekarang." ledek Asya.
Fisya merengut kesal pada Asya, ia melepaskan rangkulannya lalu menjauhkan tubuhnya dari Asya.
"Diem lo!"
"Tenang Bu tenang, kalo butuh kipas ayo kita beli di kantin deh," Asya tidak berhenti sampai disitu.
"NGGAK!" Sentak Fisya bertambah kesal.
"Fi lo jangan macem-macem deh!"
Asya dengan segera menarik Fisya sebelum gadis itu benar-benar meladeni semua perempuan yang masih membicarakan Rio. Asya tidak habis pikir dengan jalan pikiran gadis ini, bisa-bisanya tadi mau menyampar seorang gadis dengan tatapan garangnya. Jika ia telat sedetik, sudah habis mungkin gadis-gadis tadi yang membicarakan Rio.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAPER [COMPLETED]
أدب المراهقينIni menceritakan kisah dua sejoli yang mempunyai sifat berkebalikan. Satu misi yang malah menimbulkan rasa keterbalikan dari perjanjian awal. Harusnya Farel konsisten dengan kata yang keluar dari mulutnya. Harusnya Farel tidak boleh melanggar yang s...
![BAPER [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/216303731-64-k553446.jpg)