Part ini panjang banget!
Selamat membaca.
Farel menyerahkan foto yang di berikan Matteo tadi pada Rio dan Agam serta Darlen. Farel memutuskan mengumpulkan ketiganya setelah memastikan Asya beristirahat dengan tenang. Farel tidak bisa diam saja, harus ada yang bergerak lebih cepat agar Dinda tidak berulah lebih jauh.
Farel merasakan De javu melihat kondisi Asya tadi. Gadis itu sangat ketakutan, beruntungnya ia datang tepat waktu jika telat sedetik saja sudah lenyap Asya dari pandangannya. Hatinya sakit, melihat kondisi tidak baik-baik saja Asya seperti saat dimana gadis itu hampir saja di perkosa oleh Arja. Farel benar-benar tidak akan memberi ampun pada siapapun jika Asya kembali ketakutan seperti dulu, gadis itu pulih sangat lama.
"Itu foto plat mobil yang di kasih Papa. Katanya itu orang-orang suruhan Dinda. Lo semua ingatkan sama Dinda? Anak kelas kita dulu." Ucap Farel pada mereka bertiga.
"Bentar kenapa tiba-tiba tuh bocah? Emangnya ngelakuin apa tuh cewek sampai lo incer banget?" Tanya Agam masih bingung.
Farel menarik nafasnya cukup panjang. Ia lupa menjelaskan semuanya, hanya Darlen yang tau semuanya disini.
"Dia orang di balik hancurnya Papa."
"Hah yang bener lo anjir!"
"Beneran, serius gue."
"Lebih detail gue butuh penjelasan." Ucap Rio meminta penjelasan lebih.
"Lo ingat nggak sih Dinda selalu pengen deket sama gue. Di kelas dia nggak centil sama semua orang tapi kalo sama gue dia berubah jadi pick me. Kedekatan gue selama sama Dinda gue anggap biasa aja tapi ternyata tu cewek nganggep lebih. Sikap dia makin lama nggak beres, sekaligus sikap Papa juga ikut berubah. Gue udah curiga mulai saat itu makanya gue lebih milih deket sama Asya dibanding tu cewek, parah agresif banget."
Farel melirik Darlen yang berada di sampingnya. Mengode agar laki-laki itu saja yang melanjutkan. Farel terlalu lelah.
"Dan ternyata Farel pernah satu SMP sama Dinda itu. Tapi cuma 1 tahun aja selepas itu Dinda kayanya pindah gitu. Farel juga nggak notice dia waktu masa-masa itu. Terus naik ke kelas 2 SMP Farel sama Sinta ketemu sama kalian, nah disini semuanya di mulai. Om Matteo berubah, Dinda menghilang dan Sinta usai. Adik gue dikira pacarnya Farel sama Dinda karena selalu bareng-bareng terus. Dia deketin Om Matteo dengan dia yang tau lebih dulu kalo Om Matteo mengidap Death Anxiety atau nama lainya Thanatophobia. Kalian bisa cari di internet penyakitnya, intinya ini yang bikin kacau." Ujar Darlen menjelaskan dengan sabar.
"Asal kalian tau sebelum Farel sama Sinta ketemu kalian, Arja lebih dulu jadi teman dekatnya Farel. Mereka biasa bertiga tapi ternyata di dalam lingkaran persahabatan itu terjadi cinta segitiga kalo kata zaman sekarang. Sinta suka sama Arja, tapi Arja waktu itu malah punya pacar, sedangkan Farel bertugas untuk selalu menghibur adik gue. Entah informasi dari mana Dinda ini selalu tau agenda apa yang mau di lakuin Farel. Sampai dimana waktunya Arja tiba-tiba ngelakuin hal bejat sama adik gue sekaligus bunuh dia. Kalo kalian mikir itu semua Arja yang lakuin kalian salah. Dinda yang susun rencana itu. Dia deketin Om Matteo dan selalu bilang kalo Sinta akan ambil Farel nantinya, tentu saja Om Matteo yang dalam mengidap penyakit itu langsung bereaksi berlebihan."
Darlen menjeda sejenak ucapannya. Tenggorokannya kering jadi dia meminum kaleng sodanya dulu hingga akhirnya melanjutkan ceritanya.
"Tepat waktu itu keluarga Arja jatuh sejatuh-jatuhnya. Bokapnya Arja minta bantuan sama Om Matteo untuk ikut andil dalam proyek perusahaan supaya perusahaan bokap Arja kembali berjaya. Disitu Om Matteo menyetujui. Di celah itu Om Matteo gunain Arja sebagai alat untuk Sinta agar di bunuh dengan tangan Arja sendiri. Semuanya tersusun rapih oleh pengaruh Dinda. Om Matteo nurut aja waktu itu, penyakitnya juga yang bikin dia nurut sama omongan Dinda. Makanya pas kemarin-kemarin Farel selalu cegah kalian untuk nggak langsung bunuh Arja aja, Farel selalu nahan nggak marah kalo tentang Arja karena dia juga korban disini. Tapi kisah Arja ternyata lebih tragis, dia meninggal oleh orang suruhan Papanya Farel bulan lalu."
KAMU SEDANG MEMBACA
BAPER [COMPLETED]
Teen FictionIni menceritakan kisah dua sejoli yang mempunyai sifat berkebalikan. Satu misi yang malah menimbulkan rasa keterbalikan dari perjanjian awal. Harusnya Farel konsisten dengan kata yang keluar dari mulutnya. Harusnya Farel tidak boleh melanggar yang s...
![BAPER [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/216303731-64-k553446.jpg)