ANNYEONG
Selamat membaca.
Gadis berambut coklat dengan stelan jaket kulit hitam itu duduk di depan dua orang berbadan besar. Di balik masker hitamnya, ia tersenyum smirk dengan puasnya. Tinggal setengah jalan dan ia akan bisa membalas semuanya.
Rencana akhir yang sudah di rencanakan matang-matang ini harus berjalan dengan lancar, bagaimanapun juga usahanya kali ini yang tidak main-main. Ya usaha menghancurkan semua orang-orang yang menyebabkan rasa sakit hatinya dulu.
Gadis itu menyodorkan dua amplop coklat pada dua pria dia depannya. Jari telunjuknya terangkat dan bergerak memberi isyarat untuk mendekat.
Sebelum itu ia menyelipkan satu foto pada amplop salah satu di antara mereka. Foto sang target.
"Cek amplop kalian, saya menyelipkan 1 foto yang menjadi misi kita selanjutnya." Ia menjauhkan tubuhnya dan bersandar pada kursi.
Kedua orang itu mengecek amplop masing-masing dan pria di sebelah kanannya memegang selembar foto dan memperlihatkannya kepada temannya.
"Tau tugas kalian?"
"Tentu." Balas keduanya sangat serempak.
"Oke. Terus kasih kabar perkembangannya, jangan sampai gagal." Dua pria itu mengangguk dengan cepat merespon atasannya.
Beralih pada tas di sebelahnya, gadis itu mengeluarkan dua pakaian dan memberikannya pada kedua orang itu.
"Pakai itu saat menjalankan misi."
Setelah di rasa tidak ada lagi yang di bahas, perempuan itu pergi dari tempat tersebut.
"Hati-hati di jalan nyonya Grace."
*****
"Di kumur di kunyah assalamualaikum semuanyahhhh."
Asya mendelik tak suka pada Geswa yang baru datang dan membuat suara rusuh. Kepalanya bertambah pusing melihat kehadiran Geswa di sekitarnya, cowok itu pasti tidak mau diam.
"Orang salam tuh di jawab neng bukan di pelototin gitu, kualat lo nanti kacangin orang salam!"
"YA WALAIKUMSALAM ERATHAN GESWA DAMAREKSA." Melihat respon Asya yang terlihat kesal membuat Geswa tertawa terbahak-bahak.
"Lagi ngapain nichhh,"
"Diem deh lo Kak gue lagi pusing nih." Keluh Asya seraya memijit pelipisnya.
"Yaelah remaja jompo masih pagi udah pusing aje lo," ejek Geswa duduk di hadapan Asya.
Asya tertawa mendengar kalimat remaja jompo yang keluar dari mulut katingnya itu. Ia sering mendengar kalimat itu di media sosial dan selalu tertawa mendengarnya.
Tanpa di sadari juga, jarak di antaranya dengan Geswa juga jadi lebih dekat. Asya tidak menyadarinya, entah ini taktik Geswa yang bertambah gencar atau Asya yang sudah tidak perduli lagi sekarang.
"Gitu dong senyum. Masih pagi loh bahkan tukang bubur aja belum lewat depan rumah gue, eh lo udah cemberut aja."
Asya tidak perduli. Mau tukang bubur atau penjual ikan cupang yang lewat di depan rumah cowok itu ia tidak perduli. Ia hanya sibuk memikirkan masalahnya dengan Farel, pasalnya laki-laki itu tidak ada mengabarinya dari semalam hingga saat ini, sekarang membuat mood nya rusak.
"Kak." Panggil Asya mengangkat kepalanya dan menatap Geswa.
"Hmm." Balas Geswa yang tengah sibuk membenarkan letak tali sepatunya.
"Kata lo perselingkuhan di suatu hubungan itu wajar di maklumi nggak sih?" Buru-buru Asya menutup mulutnya rapat-rapat. Entahlah ia jadi ragu untuk menerima jawaban, karena sepertinya ia salah bertanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAPER [COMPLETED]
JugendliteraturIni menceritakan kisah dua sejoli yang mempunyai sifat berkebalikan. Satu misi yang malah menimbulkan rasa keterbalikan dari perjanjian awal. Harusnya Farel konsisten dengan kata yang keluar dari mulutnya. Harusnya Farel tidak boleh melanggar yang s...
![BAPER [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/216303731-64-k553446.jpg)