Selamat membaca.
"Kak Ino tolong nyalakan keran dong!" seru Asya dari depan rumah. Tempat dimana bunga-bunga miliknya di tanam.
"Mager." balas cowok itu tak acuh.
"Keran nya ada di sebelah loh tinggal gerak dikit aja masa iya mager," kesal Asya menatap Ino dengan cemberut.
Cowok itu menghela nafasnya pelan lalu dengan gerakan perlahan menghampiri keran air membuat senyum di bibir adiknya terbit.
"Oke makasih sayang." Balas gadis itu tersenyum manis. Ino tersenyum kecil melihatnya.
"Ya udah habis ini mandi ya. Kakak duluan masuknya." ujar Ino mulai melangkah masuk. Sedangkan Asya mengangguk tanpa menoleh. Sedang asik dengan aktivitasnya.
Saat sedang asik-asiknya menyirami bunga tiba-tiba terdengar suara pagar di ketuk. Asya menghentikan kegiatannya dan menghampiri pagar. Mendapati abang kurir sedang menunggu di luar.
"Kenapa Bang?" Tanya Asya.
"Dengan Kak Asya?" Tanya kurir tersebut seraya melihat kearah kotak yang di bawanya. Sontak Asya mengangguk. Abang kurir tadi menyerahkan paket tersebut pada Asya, gadis itu menerimanya dengan sedikit ragu.
"Dari siapa Bang?" Tanya Asya dengan pandangan melihat kotak tadi, mencari siapa yang pengirim tetapi tidak menemukannya, hanya ada namanya serta alamat rumahnya saja.
"Kalo itu kata yang kirim buka sendiri aja Kak, nanti tau kok kalo paket nya udah di buka, gitu katanya."
"Ya sudah kalo gitu Kak, tanda tangan dulu deh." Ujar Abang paket seraya menyerahkan buku kecil. Asya menurut kembali tanpa bertanya. Setelah Asya usai, Abang kurir berterima kasih dan pergi dari hadapan Asya.
Asya menatap kotak yang cukup besar itu. Jika di ingat-ingat sepertinya ia tidak belanja online akhir-akhir ini, tapi kenapa ada paket yang sampai di rumahnya. Untuk dirinya pula bukan orang rumah lainya. Dan lagi dengan pengirim yang sengaja di misterius kan.
Akhirnya Asya memilih membawa kotak itu masuk ke dalam. Ia lebih memilih lewat pintu belakang agar tidak banyak orang tau, ia penasaran dengan isinya.
Sesudahnya sampai di kamar. Asya segera naik ke ranjang dan bersiap membukanya, hingga seruan suara sang Ibu negara menggagalkan kegiatan Asya dan mengharuskan di tunda.
"Oke aku mandi Bunda sayang!" Sudah jelas kan seperti apa suruhannya jika responya seperti itu. Asya menghela nafas panjang sebelum beranjak. Memandang kotak lumayan besar itu. Ingin sekali ia membukanya dan melihat apa isinya tapi ia tidak bisa membantah Bundanya.
"Hanya sebentar Asya. Mari membersihkan diri dulu yuk semangat yuk!" ujarnya memberi semangat agar tidak terserang penyakit kaum rebahan. Apa? Jangan sok mikir deh kasian otaknya. Sudah tentu jawabnya mager!
****
Membersihkan diri sudah. Makan pagi sudah. And yah sekarang waktunya ia mengeksekusi paket yang entah siapa pengirimnya. Dengan penasaran kelewat batas, Asya dengan tidak sabaranya langsung segera menyambar gunting yang sudah tergeletak di pinggir kotak tersebut.
Dan yah... gangguan datang kembali. Suara ketukan pintu membuat Asya menghentikan kembali kegiatannya.
"Siapa?" tanya Asya dari dalam kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAPER [COMPLETED]
Teen FictionIni menceritakan kisah dua sejoli yang mempunyai sifat berkebalikan. Satu misi yang malah menimbulkan rasa keterbalikan dari perjanjian awal. Harusnya Farel konsisten dengan kata yang keluar dari mulutnya. Harusnya Farel tidak boleh melanggar yang s...
![BAPER [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/216303731-64-k553446.jpg)