Sebenarnya part ini harusnya di up nanti malam untuk menemani malam lebaran, tapi aku ga kuat pengen cepet-cepet up dan selesaikan lapak ini.
Oke sebelumnya,
Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin ya teman-teman dunia orange. Mohon maaf bila aku ada salah kata dalam menulis cerita ini yang mungkin ada beberapa kata yang menyinggung, mohon di maafkan.
Kita saling memaafkan aja ya bestie, soalnya kalo saling mencintai aku udah ada Jay 😇
Selamat membaca.
Asya menyiram bunga mawarnya di halaman depan. Di temani Fisya yang duduk di teras sembari memangku kucing peliharaan barunya yang baru saja Asya adopsi 2 bulan yang lalu, kucing itu Asya beri nama Cimol.
"Gemes banget sih si Cimol." Asya geleng kepala melihat tingkah Fisya yang terus-menerus menciumi kucingnya. Gadis itu gampang gemasnya.
"Ca, Cimol nginep di rumah gue ya seminggu," ujar Fisya tiba-tiba.
Asya menghentikan siramannya dan menatap Fisya yang masih Asik dengan Cimol.
"Nggak, enak aja lo."
"Yahh seminggu doang pelit amat,"
Asya mengibaskan tangannya dan kembali dengan kegiatannya.
"Makanya cari kucing juga sana." Suruh Asya.
"Nggak ada yang segemes Cimol Ca, gue maunya Cimol." seru gadis itu pada Asya.
"Nggak ada, nggak bakal betah Cimol kalo di rumah orang."
"Gue layanin layaknya ratu nanti kalo di rumah gue," Fisya masih berusaha membujuk babu dari Cimol.
"Nggak perlu Fifi. Cimol udah gue layanin dengan sepenuh hati di rumahnya sendiri." Bukanya Asya melarang gadis itu membawanya ke rumahnya. Tetapi hanya Cimol yang sekarang Asya punya ketika gabut dan bingung harus bagaimana ketika di malam hari. Cimol sudah Asya jadikan layaknya manusia yang di jadikan teman curhatnya setiap malam, dan kucing itu juga tidur bersamanya di kasur.
"Nggak asik babu lo Molll!" Seru Fisya terdengar kesal.
"Lo ngapain sih pagi-pagi udah ngejogrog disini? Masih pagi loh ini." Asya menatap gadis itu yang sudah tidak memegang Cimol lagi.
"Nggak tau tiba-tiba pengen kesini aja, udah lama gue nggak main kesini." Ucapnya.
"Untung deh lo kalo masih inget rumah gue, gue kira lo bakal bucin terus dan lupain gue Fi."
"Ihhh nggak gitu Caaa."
"Kumpul yuu Ca, nginep di rumah gue," ajak Fisya bersemangat.
"Boleh deh gue kesepian banget akhir-akhir ini." Asya memberikan jempolnya menyetujui.
"Kesepian kenapa biasanya ngebucin sama Kak Geswa tuh,"
Asya tertawa hambar sembari berjalan ke kran air dan mematikannya. Setelah sudah dengan itu ia mendekat pada Fisya untuk mengambil gunting potong.
"Udah putus gue sama Geswa."
"HAH!"
"YANG BENER CA SERIUSAN LO?"
"BUKAN PRANK KAN INI?"
Asya menggeleng membuat Fisya mendekat pada gadis itu. Ini berita pagi yang sangat mengagetkan. Tidak di sangka, bagaimana bisa putus tanpa cekcok dulu.
"Serius ngapain prank."
"Gimana ceritanya kok tiba-tiba putus padahal kalian nggak pernah tengkar loh sebelumnya." Tanya gadis itu ingin tahu. Fisya berdiri di samping Asya meminta jawaban.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAPER [COMPLETED]
Teen FictionIni menceritakan kisah dua sejoli yang mempunyai sifat berkebalikan. Satu misi yang malah menimbulkan rasa keterbalikan dari perjanjian awal. Harusnya Farel konsisten dengan kata yang keluar dari mulutnya. Harusnya Farel tidak boleh melanggar yang s...
![BAPER [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/216303731-64-k553446.jpg)