ANNYEONG
Butuh cast g btw?
Selamat membaca.
Farel menyenderkan tubuhnya lalu menghela nafasnya lelah. Satu tangan membawa bunga tulip dan tangan satunya memegang ponselnya, terhitung sudah sekitar 5 jam dirinya berdiri di depan rumah Asya. Sudah beberapa kali juga dirinya mengetuk pintu coklat itu tetapi tidak ada respon sama sekali, dan mencoba menghubungi Asya yang malah di abaikan.
Farel tidak bisa menebak apakah gadis itu sedang berada di rumah atau sedang di luar. Tampak depan rumah Asya sangat sepi bahkan satpam yang biasa berjaga di depan saja tidak ada.
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Dan Asya belum juga ada respon sampai saat ini. Rasanya ia mau menyerah saja dan pulang, tetapi selalu Farel tepis rasa itu dan ya sampai saat ini ia masih berada di depan rumah Asya tanpa duduk sama sekali.
"Kalo sampai Lucy marah dan nggak mau ketemu, gue ajak berantem lo Matteo!" kesal Farel memandang pintu rumah Asya berharap pintu itu terbuka dan nampaklah gadis itu.
"Delucy keluar doang...."
"Temuin gue," sambungnya lirih.
Farel merasakan kembali kakinya yang lemas. Bayangkan saja lima jam dirinya berdiri tanpa duduk tentu kakinya sakit sekarang. Perlahan Farel berjongkok di depan pintu, menaruh bunga yang di bawanya di samping tubuhnya dan meraup wajahnya yang tampak lelah.
"Farel."
Farel mendengar seseorang memanggil namanya, dengan segera bangkit dari posisi tadi dan mengambil kembali bunga yang di bawanya. Senyumnya terbit kala melihat seseorang yang memanggilnya tadi, gadis itu, Asya.
"Delucy.....",
"Pulang." usir Asya dengan tatapan datar.
"Nggak di suruh masuk dulu? Kasih minum gitu aku haus banget," keluh Farel mengubah wajahnya menjadi semelas mungkin berharap bisa meluluhkan gadis itu.
"Nggak." balasnya tanpa minat.
Farel mendekatkan tubuhnya pada Asya yang malah membuat gadis itu mundur. Farel berusaha menggapai tangan Asya namun gagal.
"Kamu masih marah?" tanya Farel dengan nada sangat lembut.
"Enggak. Ngapain marah," ucapnya ketus.
Farel tertawa mendengar balasan Asya.
"Kamu marah,"
"Pulang sana." usirnya untuk yang kedua kalinya.
"Nggak mau," balas Farel terdengar manja.
"Ya udah gue yang masuk aja." Asya bersiap pergi tetapi terpaksa berhenti saat pergelangan tangannya di cegah oleh laki-laki itu. Asya menghela nafasnya dan berusaha melepaskan genggaman itu.
"Lepas," pinta Asya.
"Jangan marah, aku minta maaf. Aku yang salah maafin." ucap cowok itu memohon.
"Nggak ada yang marah, udah malem mending lo pulang gue capek mau istirahat." ucap Asya terdengar tanpa minat. Bahkan tanpa ekspresi saat ini.
Farel di buat merinding melihatnya, sebelumnya belum pernah melihat Asya se-marah ini.
"Mau jelasin masalah yang la–"
"Nggak ada konflik semuanya biasa aja, cuman kan lo bilang? Iya cuman doang kok nggak ada yang perlu di beri penjelasan, masalah sepele, gue tau jadi sebaiknya lo pulang aja, semuanya udah beres," ujar Asya menatap datar Farel.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAPER [COMPLETED]
Novela JuvenilIni menceritakan kisah dua sejoli yang mempunyai sifat berkebalikan. Satu misi yang malah menimbulkan rasa keterbalikan dari perjanjian awal. Harusnya Farel konsisten dengan kata yang keluar dari mulutnya. Harusnya Farel tidak boleh melanggar yang s...
![BAPER [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/216303731-64-k553446.jpg)