ANNYEONG
Huhu lumayan lama y ga up. Tugas nih kalo di ajak ambis ngelunjak banget malah makin banyak😭 yu bisa yu ambis!!
Curhat mulu nih heran..
Selamat membaca.
"Jagain adek gue, Rel." Ucap Ito yang sedang mengikat tali sepatunya.
"Iya bang,"
"Jangan lo modusin terus." Tambah Ino yang sedang mengorek-ngorek tas kuliahnya.
"Iyee, buru sono nanti telat lo berdua," malas Farel.
"Seolah-olah rumah lo ye ngusir gue terang-terangan gitu," cibir Ino menatap Farel.
"Bentar lagi juga rumah gue nih," balas Farel tertawa.
"Kenapa?"
"Jodoh adik lo ni bos senggol dong." Bangga Farel lalu menyugar rambutnya.
"Mimpi lo!"
"BYE GUYS!" Seru Farel pada kembar yang memasuki mobil masing-masing.
Lalu Farel masuk ke dalam rumah dan menaiki tangga tepatnya menuju kamar gadisnya. Seharusnya pagi ini ia sudah sampai di rumah, tapi karena tadi malam Asya demam tiba-tiba itu membuat Farel tidak jadi pulang dan berakhir masih di kediaman Asya.
"Kok buburnya nggak di makan?" tanya Farel ikut duduk di sofa.
"Pait nggak suka," balas Asya.
"Harus ada yang diisi kasian perutnya kosong, minum obat itu harus makan dulu." Ucap Farel meraih mangkuk bubur yang berada di meja.
"Nggak mau!" gadis itu menjauhkan tubuhnya saat Farel menyuapkan sendok bubur.
"Makan." tekan Farel.
"Nggak mau, Farel! Pait nggak suka. Lo aja yang makan gue kenyang." kata Asya enteng sekali. Farel tercengang, jadi siapa yang sakit dan kenapa jadi dirinya yang makan bubur.
"Kenyang? Habis makan apa emangnya? Kamu dari semalem nggak ada makan apa-apa ya." ucap Farel.
"Tapi kenyang," sanggah Asya.
"Itu efek orang sakit. Makan!"
"ENGGAK!"
"Terus maunya gimana?" pasrah Farel.
"Nggak usah makan."
Satu ide muncul di otaknya, Farel tersenyum lebar, pasti ide ini akan berhasil membuat gadis itu mau makan.
"Ngapain senyum-senyum?"
"Emang nggak boleh?"
"Enggak!" Galaknya.
Lagi mode senggol bacok.
"Jadi tetep nggak mau makan nih?" Tanya Farel melirik bubur yang sudah mau dingin.
"Jawaban yang masih sama." cuek gadis itu seraya memainkan ponselnya.
"Oh yaudah aku kasih tau Om Adi sama Tante Elina kalo gitu." Mendengar kalimat ancaman dari Farel membuat detik itu juga Asya langsung meraih tangan Farel yang akan menyentuh ponsel cowok itu.
"Jangan," cegah Asya cepat.
"Ya udah sekarang makan."
"Tapi pait Farel, gue nggak suka..."
"Dikit-dikit aja jangan banyak-banyak oke, tapi harus abis." Farel mengelus rambut Asya dengan sayang.
"Yahh sama aja dong," keluh Asya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAPER [COMPLETED]
Roman pour AdolescentsIni menceritakan kisah dua sejoli yang mempunyai sifat berkebalikan. Satu misi yang malah menimbulkan rasa keterbalikan dari perjanjian awal. Harusnya Farel konsisten dengan kata yang keluar dari mulutnya. Harusnya Farel tidak boleh melanggar yang s...
![BAPER [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/216303731-64-k553446.jpg)