15

66 10 0
                                        

Dirumah megah didaerah Yogyakarta tampak begitu ramai. Terlihat seorang wanita tua yang duduk dikursi roda tengah bercengkrama hangat dengan anak-anak dan cucu-cucunya.

"Nyonya, ini teh hangatnya, udah waktunya nyonya minum obat" ucap pelayan yang setiap hari selalu mengurus keperluan wanita tua yang sangat di hormati itu.

"Nanti dulu, saya masih mau ngobrol sama cucu-cucu saya" ucapnya pelan nan lembut, mengalun indah bak suara penenang ditelinga para cucunya.

"Oma harus minum obat dulu. Baru nanti kita cerita-cerita lagi" ucap Dirga sang wanita tua itupun tersenyum dan mengangguk lalu meminum obatnya dibantu oleh cucunya yang lain.

Laraswati Mahes Oma Dirga—ibu dari Romi Mahes—papa Dirga. Wanita lanjut usia yang duduk dikursi roda itu ialah sang oma yang kemarin meminta agar cucu-cucunya berkumpul dikediaman megah miliknya di Yogyakarta.

"Gimana sekolah kamu Dirga?" tanyanya pada cucu pertama di keluarga nya itu Dirga

"Lancar kok oma" balas Dirga

"Itu muka kamu kenapa, lebam?" tanya sang Oma

"Berantem lagi lah ma, namanya juga anak nakal" sinis Allan—ketua geng Morir—sepupu Dirga. Dirga yang mendengarnya pun hanya meliriknya sinis, kalau saja sedang tidak kumpul keluarga besar, maka sudah dipastikan ia akan langsung menyerang Allan.

"Hus gak boleh gitu Allan, yang sopan sama kakak sepupu kamu" nasihat Oma Laras

"Iya oma" balas Allan. Dirga dan Allan memang berbeda usia beberapa bulan, Dirga lebih tua dari Allan yang merupakan anak dari adik papanya Dirga, namun namanya orang jaman dulu Oma nya tetap akan menanamkan prinsip kesopanan pada anak dan cucunya.

Dirga dan Allan memang saudara tapi tidak saat di luar acara keluarga besar seperti ini.

"Oma mau bicara penting sama cucu cucu oma"  ucap wanita lanjut usia itu menatap enam cucunya (Dirga, Allan, Rafael—adik Dirga, Caesar, Amanda—adik Allan, Jeny—adik Caesar)

"Setelah kematian opa kalian, oma gak pantas jadi pemegang 100% saham yang harusnya jadi milik kalian, terlebih umur oma yang udah gak produktif lagi, sebelum oma meninggal oma akan nyampaiin wasiat dari opa kalian" ucap oma Laras

"Oma jangan ngomong meninggal meninggal dong" terlihat Amanda yang masih duduk dikelas 5 sd berkaca-kaca .

"Memang seperti itu adanya sayang, silahkan pak pengacara bacakan wasiat tertulis dari suami saya" ucap oma Laras mempersilahkan seorang pengacara yang membawa amplop

"Baik sebelumnya saya ingin mengucapkan bahwa almarhum tuan Mahesa menitipkan wasiat ini pada saya tepat sebelum ia meninggal...

.. Mahesa company group. perusahaan minyak yang berkantor pusat di Jakarta dan memiliki bebarapa cabang didaerah Yogyakarta, Bandung, Kalimantan, Palembang dan Lampung.. saya akan membacakan pembagian persentase saham yang sudah tertulis disurat ini..

40% saham MCG akan diberikan pada cucu pertama keluarga Mahesa, anak dari Romi Mahes dan Ameliananta, Mahesa Dirgantara..

20% saham MCG akan diberikan pada cucu kedua keluarga Mahesa, anak dari Aljurkan Nain dan Lanawati Mahes, Allan Mahesantara..

15% saham MCG akan diberikan pada cucu ketiga keluarga Mahesa, anak dari Pratindo Mahes dan Juliansari, Caesar Mahestindo..

15% saham MCG akan diberikan pada cucu keempat keluarga Mahesa, anak dari Romi Mahes dan Ameliananta, Rafael Mahes Jordi..

5% saham MCG akan diberikan pada cucu kelima keluarga Mahesa, anak dari Aljurkan Nain dan Lanawati Mahes, Amanda Mahesanasy..

5% saham MCG akan diberikan pada cucu keenam keluarga Mahesa, anak dari Pratindo Mahes dan Juliansari, Jenya Sari Mahestindo..

... Demikian pembagian saham saya buat dalam keadaan sadar tanpa paksaan dan hasutan dari pihak manapun, saya yang bertanda tangan dibawah ini Yogyakarta 9 Desember 2019 , Wiyajayacokno Mahesa.."

Terlihat senyum manis terbit diwajah oma Laras tepat saat sang pengacara selesai membacakan wasiat dari suaminya itu. Keluarga yang lain pun tersenyum menerima dengan senang pembagian yang telah dibuat oleh ayah/kakek mereka. Dirga memang pantas mendapatkannya, ia merupakan cucu pertama yang lahir dalam keluarga ini, terlebih ayahnya merupakan anak pertama juga sedangkan Allan lahir setelah beberapa bulan Dirga lahir dan juga ayah Allan bukan anak dari oma Laras dan opa Wiyaja melainkan ibu dari Allan lah anak kandungnya jadi menurut hukum adat dikeluarga ini, Dirga lah yang berhak atas bagian saham yang lebih besar.

"sial! kenapa si anjing itu dapet bagian gede bangetsih!"  Gerutu Allan dalam hati merasa tak terima atas pembagian ini namun ia hanya bisa diam tak berani berontak.

Tbc..

Dirgantara ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang