21

63 11 1
                                        

Terlihat Viona dan Gita duduk didepan teras rumahnya. Viona sudah mengenakan seragamnya rapih, sedang menunggu Dirga datang menjemput. Jam sudah menunjukkan pukul 6.20 masih pagi dan sangat pas untuk pergi ke sekolah pada jam ini.

"Tuh Dirga udah dateng" Ucap Gita tak kala melihat motor ninja hitam yang memasuki pekarangan rumahnya.

"Pagi tante" Dirga menyalami tangan Gita sopan dan tersenyum manis pada Viona.

"Kamu bisa bawa mobil kan?" Tanya Gita.

"Bisa kok tan"

"Bawa mobil Viona gih. Motor kamu taro sini aja, masukin ke bagasi. Tante khawatir Viona kalo dia naik motor nanti palanya pusing lagi. Gapapa kan nak?" Jelas Gita panjang lebar.

"Gapapa tan, maaf Dirga gak kepikiran sampe situ" Dirga tampak tersenyum canggung, sedangkan Gita hanya terkekeh mendengarnya.

"Nih, yaudah. Hati-hati ya berangkatnya kalian" Setelah menyerahkan kunci mobil yang dihadiahi papi Viona kemarin. Gita kembali duduk dan memperhatikan anaknya yang akan berangkat kesekolah.

Dirga tampak memasukan motor ninja kesayangannya itu ke bagasi rumah Viona dan mengeluarkan mobil putih keluaran terbaru.

Dirga membukakan pintu mobil agar Viona dapat masuk, tak lupa ia mengarahkan tangannya diatas kepala Viona, takut-takut kepala gadisnya yang masih sakit itu terbentur atas mobil. Gita hanya tersenyum melihatnya, dasar bucin.

Setelah menjalankan mobil dan membelah kerumunan kota Jakarta yang tampak ramai diisi dengan obrolan ringan dari kedua sejoli ini.

"Mobil baru?" Tanya Dirga.

"Iya, papi ngehadiahi ini buat 17 tahun aku kemarin." Jelas Viona.

"Kenapa kamu gak bawa ini kemarin?"

"Aku kan gak bisa bawa mobil, jangan kan mobil motor pun aku gak bisa" Viona cemberut mengucapkannya, ini adalah karena papi dan maminya selalu saja memarahinya jika ia bilang ingin belajar motor/mobil. "Tak usah, nanti kamu jatoh dan numbur" Kira-kira seperti itulah ucap mami papinya.

Dirga yang mendengarnya hanya tertawa.

"Jual lagi aja mobilnya" Canda Dirga.

"Ih kamu mah" Viona tampak merajuk.

Dirga mengarahkan tangannya untuk menggenggam tangan Viona yang berada di sebelahnya. Viona tampak tersipu malu dibuatnya.

Setelah itu hanya keheningan yang melanda, Dirga yang fokus menyetir dan Viona yang menatap keluar jendela. Tapi tunggu, sepertinya Viona menangkap siluet orang yang sangat ia kenal. Seorang gadis berambut pirang memakai seragam SMA Merah Putih.

"Dir berhenti deh!" Ucap Viona membuat Dirga ngerem mendadak untungnya mereka sama sama memakai sabuk pengaman.

"Kenapa?" Tanya Dirga.

"Itu Jei kan?" Viona tampak menujuk gadis yang ia lihat tadi. Dirga mengikuti arah pandang Viona.

Benar, itu jei. Tapi kenapa ia jalan kaki? Bukan kah biasanya ia naik mobil mewahnya, apa mobilnya sedang dibengkel tapi, ia bisa memesan taxi kan jika memang seperti itu.

Viona lantas keluar dari mobil dan menghampiri Jei, diikuti Dirga tentunya.

"Jei" Panggil Viona, Jei pun lantas berbalik menghadap Viona.

"Kenapa jalan kaki? Mobil lo mana?" Tanya Viona, sepertinya Jei tak ingin menjawabnya terlihat dari wajahnya yang malah berpaling dari tatapan mata Viona. Jei menatap mobil yang tepat berada di sampingnya, mobil putih keluaran terbaru, pasti sangat mahal.

Dirgantara ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang