"Vi! Tunggu vi!" teriak Revan yang mengejar Viona.
Hap!
Revan berhasil menangkap lengan Viona, Revan lantas menghadapkan Viona kearahnya, sang gadis tampak menahan isakannya terlihat dari bibirnya yang bergetar dan mata yang sudah mengeluarkan air. Viona menangis.
"Gua anter lo pulang ya" ucap Revan lembut menusap pelan surau hitam panjang nan indah milik Viona gadis yang memikat hatinya.
Viona tampak membuang muka tak mau menatap terlalu lama mata tajam milik Revan yang terus memperhatikannya.
"Ayo" Revan menarik lambut tangan Viona, namun sang empunya tangan menahannya dan tak bergeming dari posisinya.
"Gua mesen taxi online" ucap Viona melepaskan genggaman tangan Revan dari tangannya.
"Sama gua aja Vi" Revan tampak membujuk Viona agar mau diantar pulang olehnya.
"Gua gak enak sama Dirga" balaa Viona
"Dia aja tadi bareng cewek lain, kenapa lo engga?" balas Revan
"Dia masih jadi pacar gua, kalo gua bales perbuatan jahat dia gak ada bedanya gua sama penghianat" ucapnya lalu berlalu dari hadapan Revan.
Revan membeku, tak pernah ia melihat seorang gadis yang masih memikirkan perasaan pacarnya disaat sang pacar ketahuan berduaan dengan perempuan lain.
Ia semakin tertarik pada Viona.
Terlihat sesorang mengepalkan tangannya menahan amarah saat melihat Revan yang mencoba mendekati Viona.
••
Malam ini pukul sembilan ketika Viona berniat untuk tidur ia mendapat panggilan telepon dari Ale, Ale terus saja bercerita mengenai Jaff yang playboy itu pada Viona. Viona sebenarnya sudah mengantuk tapi ia menahannya demi mendengarkan curhatan sahabatnya, tak apalah besok hari minggu ia bisa bangun lebih lambat dari biasanya.
"Dia bilang sayang ke gua tapi dia jalan sama cewek lain" Kira-kira seperti itu isi curhatan Ale tentang Jaff, tak ada habisnya sampai jam menunjukkan pukul 23.25 malam
"Hoam dah malem nih, gua tidur dulu ya Vi, lo juga tidur jangan begadang!" ucap Ale, Viona hanya berdehem dan mematikan sambungan teleponnya.
Ia berniat untuk tidur, ia sudah memakai pakaian tidurnya dan membuka kuncir rambutnya membiarkan rambut panjang yang tadi ia ikat asal terurai, ia menaiki kasur dan menarik selimutnya, mulai memejamkan matanya.
Drrttt drrrttt..
Suara ponsel Viona berbunyi ia pun mengambil ponselnya itu dan mengangkat panggilan suara dari Deon.
"Halo Vi! Dirga kecelakaan" ucap Deon disebrang sana. Viona membeku ditempatnya seperti tersengat listrik ia merasa darahnya mendidih, tubuhnya terasa panas dan khawatir akan kondisi Dirga nya
"Dimana Dirga sekarang? share loc! Cepet!" ucap Viona tergesa-gesa, Viona langsung saja keluar dari kamarnya berlali kebawah mencari keberadaan mami nya untuk minta ijin keluar menemui Dirga, namun mama nya tak ada.
Ia lantas keluar rumah dan mengunci pintu pagar rumahnya karena ia tak bertemu mami nya.
Deon
• 📍Location
Goodrich Suites Artotel Portfolio
Jl. Pangeran Antasari, Cipete Utara, Jakarta
Viona lantas memesan taxi menuju kesana, sebenarnya ia tampak bingung itukan hotel, atau mungkin Dirga sedang menginap disana lalu setelah kecelakaan ia langsung dibawa kesana? bisa saja Deon salah mengshare karena didekat hotel itu ada rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dirgantara ✔
Teen Fiction[ PART AWAL MEMANG TIDAK JELAS KARENA SAYA BELUM MENGERTI BAHASA KEPENULISAN, SILAHKAN BACA HINGGA PART AKHIR ] "Jika harus melepasmu, aku ingin melepasmu baik-baik. Seperti awan yang melepas hujan." 🚫 cover edit by me 🚫 cerita tidak jelas 🚫 baha...
