Dirga dan Viona tampak turun dari motor, melangkah beriringan memasuki rumah Viona. Dirga ingin mampir sebentar katanya sebelum ia pulang kerumah.
Prang!
"Hiks.. Hiks.."
"KAMU JANGAN NUDUH AKU TERUS!!!"
"Sudah jelas mas kalau kamu selingkuh! Nuduh gimana?! Hiks.. "
Viona membeku ia tampak berjalan dengan cepat memasuki rumah diikuti Dirga, melihat apa yang terjadi.
"PAPI! MAMI!" Teriak Viona sesaat ia memasuki rumah, melihat kedua orang tuanya yang tengah bertengkar hebat, guci pajangan dan hiasan rumah tampak pecah, berhamburan tak karuan.
Ricko berdecih melihat Viona yang tampak memeluk Gita. Dirga melihatnya ingin rasanya ia menonjok wajah papi dari Viona itu yang berani mendecih kearah gadisnya.
"KENAPA SIH?! MASALAH SELINGKUH LAGI?! GAK BOSEN-BOSENNYA APA PAPI SELINGKUH TERUS!!!!" Teriak Viona menggebu-gebu, Dirga menatap nya tak berani ikut campur takut ia salah mengambil langkah.
"Jangan berani kamu ikut campur Vi!" Tegas Ricko pada anak gadisnya.
"Papi kalo emang udah males ngurus aku sama mami mending ceraikan mami!" Ucap Viona.
"Jangan jadi anak kurang ajar! Gak pernah di didik kamu? Hah?!" Ricko tampak menampilkan sorot marah kala mengatakannya.
"Memang! Aku emang gak pernah di didik. Karena papi aja gak pernah ada di rumah. Mami kerja terus! Papi selingkuh terus! Selalu begitu!" Kesal Viona, ia meluapkan segala unek-uneknya.
"Kamu!" Ricko hendak melayangkan pukulan kearah pipi Viona namun dengan sigap Dirga menghalaunya.
"Jangan ikut campur urusan keluarga saya!" Sinis Ricko pada Dirga.
"Orang tua macam apa kamu mas? Hiks.. Te-ga mau mukul darah daging kam-u sendiri, hiks.." Belum sempat Dirga melayangkam protes, Gita sudah berbicara dan memegang bahu Dirga, membuat Dirga sedikit mundur dan tidak terlalu dekat pada Ricko. Takutnya terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
"Kamu sendiri! Seharusnya kamu mendidik anak kita supaya tidak kurang ajar! Tapi malah asik kerja!!! Kurang uang dari saya hah?! Mau jadi jalang kamu? Yang kerja terus mancing lelaki ngedeketin kamu?!!!" Ucap Ricko membuat Gita menangis histeris.
"MAS! Hiks.. Jangan memutar balikan fakta!!" Balas Gita.
"Sudahlah. Saya talak kamu! Tunggu surat perceraian dari saya!" Ucap Ricko lalu melenggang pergi.
Gita tampak menangis dipelukan Viona, Viona menatap kearah Dirga dengan pandangan sayunya, ia menggigit bibir bawahnya berupaya agar tak mengeluarkan tangisan. Jika Gita menangis lalu ia ikut menangis maka siapa lagi yang akan menguatkan Gita?
Dirga mendekat ia membantu Viona untuk mendudukan Gita pada salah satu sofa disana.
"Hiks.. Vio.. Nanti kamu gak punya pap—"
"Gak masalah mi." Viona memotong ucapan Gita. Baginya kini adalah ketenangan dalam rumah. Rumah itu tempat berpulang kan? jika tempat pulang kita tidak menenangkan dan tidak membuat nyaman maka untuk apa?
••
Viona tampak duduk bersisian dengan Dirga di depan rumahnya. Adik dari Gita—tante Ratna datang tak kala mendapat kabar dari Viona tentang kejadian ini, ia kini tengah bersama dengan Gita didalam, menguatkan dan memberi nasihat.
"Kamu harus tetap semangat Vi. Ada mami kamu yang harus kamu bahagiain." Ucap Dirga memulai obrolan. Sebenarnya ia bingung harus berkata apa, ia sangat bingung takut-takut perkataannya bisa membuat Viona tersinggung nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dirgantara ✔
Teen Fiction[ PART AWAL MEMANG TIDAK JELAS KARENA SAYA BELUM MENGERTI BAHASA KEPENULISAN, SILAHKAN BACA HINGGA PART AKHIR ] "Jika harus melepasmu, aku ingin melepasmu baik-baik. Seperti awan yang melepas hujan." 🚫 cover edit by me 🚫 cerita tidak jelas 🚫 baha...
