Ini kisah sekumpulan remaja SMA Angkasa kelas 12 mipa 5
Ini kisah tentang Rayyan dan Tiara, tentang bagaimana tuhan mempertemukan mereka, tentang seberarti apa seorang Tiara untuk Rayyan, juga tentang seberuntung apa Tiara memiliki Rayyan.
"Dia gak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tania turun dari atas podium di sertai sorak sorak kekecewaan, atas tindakan kekanakkannya ia juga dikeluarkan paksa dalam MPK. Tiara menghela nafas, tidak tega sebenarnya. Kepalanya di elus beberapa kali, "kenapa lagi? Tanianya udah minta maaf."
Tiara menoleh, matanya berkaca kaca, ia memeluk Rayyan. "Gak tega." Rengeknya. Rayyan menghela nafas sudah hapal betul tabiat Tiara yang seperti ini. Ia memang kejam namun ujung ujungnya pasti tidak tegaan. "Pasti malu banget,"
Tiara melepas pelukan Rayyan berlari kearah podium, dan menghentikan langkah anak anak yang mulai ingin masuk ke kelas. "Tunggu!"
Dengan mata memerah ia memulai bicara. "Gua Tiara, gua udah maafin Tania atas perbuatannya. Jadi stop ikutan bully dan mojokin dia. Kalau sampe gua tau ada yang mojokin dan bully dia di belakang gua."
"Gua minta Aa sama Neng yang bully kalian balik. Gua suruh The koplak buat turun tangan yang bully kalian. Terimakasi." Tutup Tiara tegas.
Anak anak yang tadinya sibuk menertawakan dan menyindir Tania langsung bungkam. Karna seluruh SMA Angkasa ini sudah tahu. Di hukum pak Tito akan jauh lebih baik dari pada tergolong makhluk bullyan The Koplak. Yakni Aa Neng.
Tania tersenyum sungkan, ia menunduk dan meninggalkan lapangan dengan segera. Tiara lega setidaknya Tania tidak akan ada tambahan rasa malu dan sengsara. Rayyan menghampirinya tersenyum bangga, ia merentangkan tangan. Tiara mendekat dan memeluknya erat.
"Anjjaaaaay!" Niella dan Alisha berucap serentak, menghampiri Tiara sambil bertepuk tangan. Ayana menyusul dari arah kantin, membawa minuman. "Keren banget tadi kacau!" Pujinya
Tiara tersenyum bangga. "Guee— Sha! Lu bocor!" Alisha mengangguk bangga, ia malah memutar tubuhnya menunjukan rok putihnya yang sudah terkena noda darah. Namun bentuknya memang agak lucu, bentuk cinta.
Semuanya hanya menganga, mereka tidak tahu harus berbuat apa, selain membiarkan Alisha dengan ketololannya.
"Ganti nama lu, Tiara gotuh." Semuanya terdiam saat tiba tiba Aqila datang dan menyeletuk sedemikian. "Go-gotuh? Apaan dah itu?"
Aqila menertawakan mereka semua. "Kampungan lu pada! Gotuh tuh yang suka kalo bijak bijak gitu. Rame noh di twitter." Semua mendelik kesal.
Niella melepas sepatunya, lalu melemparnya tepat ke arah Aqila. "Teguh anjing!" Gasnya penuh. Semua tertawa, apalagi Alisha. Ia bengek sejadi jadinya. "Teguh ke gotuh jauh banget anjir. Capek."
"Dihh! Ini tuh beda!"
"Apaan bedanya? orang kalo ada orang bijak di sangkutinnya ke teguh." Jelas Ayana. Berbicara dengan Aqila memang membutuhkan iq tambahan.
"Beda! Ini tuh yang namanya yang kayak mainan itu. Apan tuh, mari? Maro? Apaan sih neng lupa."
"Ya iya anjing! Mario tegus nama aslinya." Aqila mendelik kesal mendengar nada bicara Niella yang gasnya full. "Gua maunya gotuh." Sinis Aqila
"Seterah lu!" Semuanya serentak.
Alisha mendekati Rayyan, mencolek sikunya. "Ganteng... senyum lagi dong.." goda Alisah, mencolek Rayyan beberapa kali. Rayyan memutar bola matanya berdecak lalu berpindah tempat.
"Mao sampe monyet jadi kambing juga, ni orang emang gak bakal pernah senyum anjir." Ucap Niella, Ayana dan Alisha menggeleng tidak setuju. Kemarin kemarin ia melihat Rayyan terkekeh, dan itu sangat jelas bukan ilusi.
"Kemaren dia ketawa anjirr! Mana ganteng banget lagi. Tanya Ayana. Yakan na?" Ayana mengangguk yakin. "Merinding anjir gua juga, sekali seumur hidup gua liat Rayyan ketawa, ya neng? Dia kalo kumpul keluarga juga jarang banget ketawa."
Aqila mengangguk setuju.
Tiara mengerjap, ia mendongak untuk menatap Rayyan yang tidak memperdulikan ucapan teman temannya. "Ama gua dia sering banget ketawa." Celetuk Tiara.
"Ya ama elo mah gak usah di tanya anjir?! Ni orang lu suruh ngeden juga nurut kayaknya." Semuanya tertawa, menyetujui ucapan Niella. Shafa datang dengan girang membawa permen permen di kantongnya, diikut Layla dan Vanny.
"Si tania anjing emang!"
"Busetttttt ahahahhahah." Vanny datang datang langsung menyerobot seperti itu. "Nama MPK jelek anjing gara gara dia!"
"Cuman gara gara cinta cintaan bikin organisasi gue jelek aja!" Vanny masih misuh misuh, ia paling sebal kalau bertemu makhluk modelan Tania. "Udah lah Vann," Tiara menyahut.
Emosi Vanny langsung surut. "Ra.. lu percaya kan? Bukan gua anjir, sumpah gua dah nyuruh anak anak osis bantuin." Tiara tertawa dari kemarin Vanny terus menerus meminta maaf dan meyakinkannya. "Iyaa Vanny iyaa gua percaya."
Mereka berdelapan ini berada dalam satu kelas yang sama dari kelas 10. Berteman dekat dikarna kan juga pacar pacar mereka adalah anak Raforza. Sering kumpul bersama dan jalan jalan menambah lengket pertemanan mereka.
Delapan gadia cantik ini juga sering disebut circle elite SMA Angkasa, selain karna wajah nya juga wajah pacar mereka yang selalu menjadi trending topik di base utama sekolah. Keluarga keluarga model Wdyatmaja, Alphatana, dan Raflangkasa sendiri berada di circle mereka. Circle paling susah di tembus, tidak ada yang bisa masuk, dan tidak ada yang boleh keluar.
Rayyan menunduk, berbisik pelan. "Aku ke kelas duluan ya.." pamit nya. Tiara menoleh, langsung bersitatap dengan mata indah Rayyan.
"Iyah." Matanya langsung memutus tatapan mereka dan melanjutkan obrolan bersama teman temannya. Panas dingin Tiara di tatap sedekat itu.
"Pegangin gua pegangin gua." Ujar Tiara lemah, ia sengaja menjatuhkan tubuhnya karna tidak kuat, berharap ada yang menahan bobotnya namun ketujuh temannya malah berlalu. Tidak memperdulikannya.
Gimana? Next gak?? Spam next sbanyak banyaknya rayainiges Woiii makasii bangett cantik😭😭 pasti pegel yee kmaren wkwkkw. Maap gak gak lagi deh narget. Doain aja ide ngalir terus jadi up tiap hari Yaaa
See u ayangieee
Btw kalo mau ada pertanyaan pertanyaan meliputi circle mereka yang ngebingungin tanya aja, misal si ini ama si anu ada hubungan apa? Yang sedarah sapa gtu gtu wkwkwkwk.