Awal mula perjodohan—
Saat Rayyan melindungi Tiara dari amukan Om Adi karna nilai smesternya menurun, dari situlah Oma dan Om Adi sepakat. Menjodohkan keduanya adalah hal paling menguntungkan.
Oma tenang karna Tiara mampu menaklukan sifat kaku Rayyan, Om Adi pun diuntungkan karna Rayyan betulan dapat mendidik Tiara dengan caranya.
"Saya udah tua adi, udah waktunya persiapan diri untuk di panggil tuhan," kekeh Oma kala itu.
Amira mengelus tangan wanita berumur itu(Amira nama Mama Tiara.) "Oma panjang umur Oma," Oma tersenyum mendengarnya.
"Tapi saya masih berat untuk meninggalkan Rayyan sendiri," keluh Omanya, ia menghela nafas. Sebenarnya keluarga Rayyan itu masih banyak. Ada Aqila dan Adzlan yang merupakan sepupunya.
Namun karna sifat kaku dan tertutupnya, Bahkan Rayyan tidak membiarkan saudaranya menjelajah dunianya, Membuat Oma kebingungan sendiri.
Tapi ia tersenyum kala mengingat bagaimana Rayyan terhadap Tiara. Bagaimana Tiara mampu mendobrak pembatas itu.
Sejak kecil, satu satunya orang asing yang Rayyan ajak berkunjung ke makam kedua orang tuanya hanya Tiara. Hanya Tiara juga yang diperbolehkan Rayyan untuk menyiram air dan menabur bunga diatas makam kedua orang Tuanya.
Makin besar, mental Rayyan makin membaik, traumanya akan rasa bersalah berlebih mulai menyusut. Kini Rayyan mulai menyadari bahwa semua itu adalah takdir. Dan ini berkat Tiara.
9 tahun berlalu, trauma Rayyan tidak pernah kembali, anak itu memang masih sering uring uringan jika menyangkut soal orang tua. Tapi tidak pernah sekalipun Rayyan kembali ke traumanya. Lagi lagi ini karna Tiara.
Sebelum mengenal Tiara, Rayyan selalu menyendiri, duduk di sudut kamar dan memukuli kepalanya sendiri, bibirnya melontarkan kalimat kalimat yang menyalahkan dirinya atas kematian kedua orang tuanya. Berpuluh puluh rumah sakit sudah Oma coba, namun perasaan bersalah itu seakan terus menerus menyerang Rayyan.
Namun... di detik ketika Tiara pindah, Tiara di kenalkan Ayana pada cucunya. Sejak itu pula, trauma Rayyan menghilang, keadaan mentalnya pun membaik. Rayyan menjadi sosok yang hangat namun mencekam.
"Tapi... melihat seberapa besar pengaruh Tiara untuk Rayyan, saya bisa tenang pas nanti di panggil tuhan." Semuanya tertawa.
Adi sebetulnya juga yakin, Rayyan adalah sosok yang tepat untuk menggantikan dirinya dalam mendidik putri tunggalnya. Ia sadar caranya mendidik Tiara memang kasar. Maka dengan menyerahkan Tiara pada Rayyan, ia yakin Tiara akan bahagia.
"Kamu setuju kan Adi? Kalau saya mau Tiara jadi bagian dari keluarga saya?" Adijaya mengangguk yakin, Amira pun senang rasanya.
"Saya setuju Oma, Rayyan bisa bertanggung jawab. Saya pun tenang menyerahkan Tiara sama Rayyan."
"Tapi saya ada rencana adi." Mereka sepakat untuk menyembunyikan semua ini, Adi akan berpura pura untuk menjodohkan Tiara.
Saat Om Adi jenguk Oma—
"Pah, si ara kan juga di rawat disini, kira harus hati hati biar gak ketauan." Amira mengendap ngendap, mengintip kesana kemari untuk memastikan bahwa teman temannya Tiara tidak ada.
"Iya mah bener." Mereka akhirnya jenguk Oma, saat Rayyan lagi sibuk sama teman temannya. Hanya 10 menit, Oma tersnyum kecil melihat mereka berdua yang mengendap ngendap. "Oma sehat? Kita gak bisa lama Oma, takut ketauan."
Kala itu Oma masih stroke ringan, tubuhnya mati fungsi, hanya gerakan bibir yang bisa di gunakan itupun hanya sedikit. "Oma sebenrnya Amira gak tega, ara abis sakit, dia pasti nangis tau saya gak nemuin dia."
"Apa kasih tau sekarang aja?" Adi menggeleng. "Jangan mah tahan dulu." Oma hanya diam, mengejapkan matanya setuju. "Oke oma, cepet sehat ya.. kita gak bisa lama lama, ruangan Tiara cuman beda 4 pintu, takut ketauan."
Selepas itu mereka pulang.
Ternyata mereka ketahuan Alisha sama Niella yang saat itu lagi parkir mobil di basementnya.
Dan masih banyak lagi hal hal yang mereka rencanakan, seperti saat Oma menyuruh Tiara menerima perjodohan, saat Om Adi menolak perjuangannya, dan berujung saat mereka berdua ada di TasikMalaya.
Ini percakapan telpon Om Adi dan Rayyan—
"Hallo Om?"
"YAN? GIMANA TIARA KETEMU? BAIK BAIK AJA KAN ANAKNYA?" Amira langsung nyerocos
"Udah Om, Tante... Ara ke Tasik, dia ziarah ke makam Mama Papa,"
"Alhamdulillah..... Keduanya mengucap syukur. "Terus kalian pulang apa gimana yan rencananya?"
"Kita nginep di hotel Om. Tiara kecapean."
Amira menutup louspeaker sebentar. "Aduh papah Ara kecapean kenapa ya? Malem gini kecapean ngapain? Pah! mama takut mereka nekat bikin cucu pah! Aduhhh kemarin aja kita cek cctv, mereka ciuman kan?? Aduh papah! Mamah gak mau citra anak mamah jelek ya! Walaupun di hamilinnya sama Rayyan, tetep aja!"
"Terus mamah maunya gimana?" Bisik Om Adi.
"Udah pah kasih tau ajalah!" Adi akhirnya mengangguk, agak horor juga ia mendengar presfektif dan perkiraan istrinya
"Yan?"
"Ya, Om?"
"Sebetulnya yang mau om jodohkan dengan Tiara itu kamu. Oma sudah punya rencana sejak lama, Om menyetujui karna Tiara akan aman sama kamu." Cicit Om Adi di akhir kalimatnya
"HAH!! JAD—JADI....
Keduanya menepok jidat, pasti Rayyan murka.
"Om titip Tiara Rayyan, kalian jangan nekat disana, Om ngaku karna takut kamu ngapa ngapain anak om, paham Rayyan?"
"OM..........ya Allah......"
Tuttttt......
Adi memutus sambungan panggilannya, takut Rayyan marah, dari geraman suaranya terdengar betul aura ngamuknya. "Aduh siganteng serem ya pah." Adi mengangguk.
Rayyan mengusap kepala Tiara. "Niat mereka bertiga, mau ngasih tau aku sama kamu, pas hari H pernikahan." Tutup Rayyan mengakhiri kisah kampret ini.
Tiara menganga, sedari awal di ceritakan oleh Rayyan pun ia sudah kehilangan akal sehatnya. Oma dan kedua orang tuanya ini gila! Lebih gila dari Aqila. "Hadeeeeuuuh......"
________________________________
...bersambung...
Rayyan Yazid
•
Tiara Arska Adijaya
Ayana Alicia eralstone
Thealisha Clark
Galeaqila Wdyatmaja
Shafana Azalea
Layla Almira
Daniella Jeslyn
Vanny saputri orlando
Naufarya Alphatana
Ralland Arphin maldrick
Alvaro
Xixixixi
Gimana? Next gak??
100 komen tengah malem up lagi
Kalo ga capai yaudah besop okee
1-10 berapa rate Rayyan sejauh ini???
KAMU SEDANG MEMBACA
Rayyan | END
Teen FictionIni kisah sekumpulan remaja SMA Angkasa kelas 12 mipa 5 Ini kisah tentang Rayyan dan Tiara, tentang bagaimana tuhan mempertemukan mereka, tentang seberarti apa seorang Tiara untuk Rayyan, juga tentang seberuntung apa Tiara memiliki Rayyan. "Dia gak...
