Komen yang banyaaaaaaa biar naik mood
“Omaaa!” panggil Tiara girang, ia melepas sepatunya dan berlari masuk kedalam kamar, suara televisi menyala dan tawa wanita paruh baya terdengar oleh Tiara.
“Eh ara," sambut Oma sambil tersenyum, Tiara mendekat, memeluk Oma yang terduduk di kursi roda sambil mengecup pipinya. “Oma nonton apa? seru banget kayaknya,” Tiara duduk disamping Oma ikut menonton apa yang oma tonton.
“Itu ra, acara talk show, mc nya lucu banget.” jawab Oma dengan tawa yang masih tersisa.
Tiara merangkak ke kasur, rebahan disana dengan seragam yang masih melekat di tubuhnya. “Aku ngantuk banget oma, aku nginep sini ya, boleh gak oma?” Oma mengusap rambut Tiara sayang.
“kayak sama siapa aja, cantik. boleh kok.” jawab Oma. Tiara tersenyum lebar sebelum memejamkan mata dan bergelung nyaman di kasur Oma.
“Oma,” panggil Rayyan, memasuki kamar Oma dan mengecup punggung tangannya. Melihat Tiara yang tubuhnya sudah terbalut selimut, Rayyan menghela nafas.
“Bangun.” katanya, sambil menarik tangan Tiara agar terbangun dari tidurnya.
Tiara berdecak. “Aku ngantuk rayyan ...” keluhnya, membuat Rayyan menghela nafas. “Bersih bersih dulu, baru bobo lagi.” titahnya.
Membuat Tiara mengacak rambutnya frustasi. “Harus banget apa bersih bersih?” tanya Tiara, memeluk perut Rayyan sambil menatap kearahnya, mata Tiara yang memang sudah mengecil dan mulai memerah itu benar menunjukan gadis itu sudah mengantuk berat.
Oma terkekeh, mengusap surai Tiara yang sangat lembut. “Harus ara! Nanti banyak bakteri yang masuk ke badan kalo gak dibersihin.” Tiara mendelik kearah Oma, hampir berhasil ia merayu Rayyan dengan matanya. Namun sia sia.
Rayyan langsung menariknya untuk berdiri, menyeret Tiara yang ogah oagahan masuk ke kamar mandi. Rayyan masuk lebih dulu, menyalakan kran air hangat untuk Tiara mandi, lalu menyiapkan handuk juga pakaian gadis itu yang memang sengaja Tiara tinggalkan kalau sewaktu waktu menginap.
“Gak berendem ya, mandi biasa aja, udah jam 10.” pringat Rayyan.
Tiara membuang nafas pasrah, menaikan kedua tangannya keatas, dan berdiri di depan Rayyan. “Ngapain?” heran Rayyan. makin malam, kelakuan Tiara memang makin aneh dan membingungkan.
“Bukain!” ketus Tiara.
Rayyan terdiam, menatap Tiara aneh. Lalu melengos keluar tanpa memperdulikan Tiara yang sudah mencak mencak dan mengancamnya tidak akan mandi karna terlalu malas buka baju.
“Kamu mau nikahin bayi yan, harus sabar.” kata Oma sambil tertawa kecil saat Rayyan keluar dari kamar mandi.
Rayyan tersenyum kecil. Duduk di karpet bulu di sebelah kursi roda Oma, menyandar pada paha wanita paruh baya itu sambil memejamkan mata.
“Oma udah makan?” Oma mengangguk. “Minum vitamin?” Oma mengangguk lagi. “kamu sendiri, udah makan?” tanya Oma, menangkup kedua pipi Rayyan dengan gemas.
Rayyan menggeleng jujur, dari tadi siang memang ia belum makan. Tadi pun kelupaan. “Lohh kok belom yan?”
"Lupa oma,”
“Makan! makan! Makan dulu.” titah Omanya dengan segera, mendorong Rayyan agar segera bangkit dan mengisi perutnya. “Kamu jangan dibiasain begini yan, jangan nyianyiain kesehatan ah, Buruan makan!” Rayyan dengan terpaksa bangkit, mengecup pipi Oma sekilas sebelum benar benar pergi.
“Yan bikinin Oma sup cream ya, enak kayaknya anget anget.” Rayyan mengangguk. Tiara berlari kecil, keluar dari kamar mandi masih menggunakan handuk dengan rambut basah.
“Aku mau! aku mau!” teriaknya, takut Rayyan tak mendengar. “Rayyan! Aku mau ya!”
“Kenapa kramas?”
“Kenapa emangnya?”
“Udah malem araa ...” Rayyan menghela nafas.
“Ahh orang aku gerah juga. Biarin kek.”
“Keringin yang bener, jangan basah bajunya.”
“Iya iya bawel! Sana masak, aku laper juga.” Oma tertawa, Rayyan menggeleng penat, dan Tiara melenggang pergi seenaknya menuju walk in closet.
•●•
“Sumpah Rayyan, beneran deh kamu harus ikut master chef, ini enak banget pawwah.” Rayyan berdecak, saat Tiara sudah batuk tersedak karna kebanyakan omong.
“Makan biasain diem kenapa sih.” omel Rayyan, menyodorkan segelas air putih kedepan Tiara.
Gadis itu mengakhiri minumnya dengan kekehan. “Oma bayangin deh kalo Rayyan ikuut master chef. Entar pas penilaian, dia adu tatapan sama chef juna AHHAHAHHAHAHA,” tawa Tiara lepas, membayangkannya ssaja sudah membuat Tiara tak kuasa, Oma jadi ikut tertawa, melihat Tiara yang tertawa sampai berderai air mata.
“Beneran deh Oma bayangin coba, nanti Kata chef juna 'masak apa' terus ama Rayyan dijawab, 'liat sendiri, ada mata kan' AHHAHAHAHHAHAH,” gelak Tiara lagi, menertawakan hal yang sebetulnya hanya humor dia yang mampu mrnjangkaunya. Bahkan sampai memukul mukul meja makan, Tiara memeluk perutnya karna kram.
Bruuuukkkh
Gadis itu sampai jatuh karna tawanya yang tak reda reda, Oma bahkan tersedak melihat Tiara yang tergeletak dilantai. Rayyan memijat keningnya, disisi lain ia mulai lelah dengan sifat Tiara yang tak ada lelahhnya, padahal sudah semalam ini.
Namun disisi lain dia sangat bahagia melihat Oma tertawa selebar itu. Memang selalu seperti ini, ruang makan yang berisi tiga orang ini memang akan pecah hanya karna ocehan dan gelak tawa Tiara, sang pengantar kehangatan di keluarga mereka.
“Udah.” stop Rayyan, melihat Tiara yang tak ada niatan berhenti tertawa. “Makan!” titahnya memasang wajah dingin.
Bukan takut gadis itu malah semakin parah tergelak. “Oma bahbahaha oma bayangin chef juna pas kebanyakan omong ngomentarin makanan Rayyan, terus ama Rayyan disuruh makan sambil ekspresinya begitu.”
“Terus, terus. hahahaha ntar kata chef juna ngomong, yaellah sok imut banget saya gampar pake AHAHHAHAHA," bahkan omongannya tidak dapat Tiara selesaikan.
Perkara chef juna dan ekspresi datar Rayyan sepertinya tidak akan terselesaikan, hingga esok pagi.
________________________________
...bersambung...
Rayyan Yazid
•
Tiara Arska Adijaya
Ayana Alicia eralstone
Thealisha Clark
Galeaqila Wdyatmaja
Shafana Azalea
Layla Almira
Daniella Jeslyn
Vanny saputri orlando
Naufarya Alphatana
Ralland Arphin maldrick
Alvaro
Xixixixi
Gimana? Next gak??
KAMU SEDANG MEMBACA
Rayyan | END
Fiksi RemajaIni kisah sekumpulan remaja SMA Angkasa kelas 12 mipa 5 Ini kisah tentang Rayyan dan Tiara, tentang bagaimana tuhan mempertemukan mereka, tentang seberarti apa seorang Tiara untuk Rayyan, juga tentang seberuntung apa Tiara memiliki Rayyan. "Dia gak...
