43. Date in game center's

38 4 0
                                        

"Selamat sore, bibi," sapa Bella pada asisten rumah tangganya yang kebetulan sedang menyapu di depan kamarnya.

"Selamat sore juga nak Bella," balas wanita paruh baya itu sembari mengulas senyum, "kalau nak Bella mau makan, udah bibi siapin di meja ya," lanjutnya.

"Makasih."

Bella kemudian melanjutkan langkahnya menuju ruang makan namun saat menuruni tangga ia dibuat keheranan saat melihat sosok yang dikenalnya tengah menikmati makanannya.

"Jay? Kamu nggapain disini?" tanya Bella sembari mempercepat langkahnya mendekati sang kekasih yang mengulas senyum kepadanya.

"Makan. Sini duduk, kamu pasti lapar kan?" Jayden menarik kursi disebelahnya, mempersilahkan sang kekasih untuk duduk disampingnya.

Bella mendudukkan dirinya dengan kening mengerut, kenapa Jayden terdengar seperti tuan rumahnya disini? Ia mengamati sang kekasih yang sibuk mengambilkan nasi dan beberapa lauk lalu menyerahkan padanya, yang tentu saja ia terima dengan senang hati.

"Tumben banget datang ke sini tiba-tiba, kenapa nggak kasih kabar dulu?" tanya Bella dengan mulut yang sibuk mengunyah makanannya.

Jayden tersenyum kecil melihat cara makan Bella yang sedikit berantakan, ia membersihkan noda makanan di sudut bibir kekasihnya dengan tisu.

"Di telan dulu baru ngomong."

Bella menuruti perintah Jayden, ia mengunyah makanannya dengan baik dan menelannya, "jadi, kenapa?"

"Aku kan udah ngirim pesan ke kamu tadi, kamu nggak lihat ya?" tanya Jayden yang dibalas gelengan oleh Bella, "tepat dugaan," sambungnya.

Bella kembali fokus dengan makanannya, mengabaikan Jayden yang kini berpangku tangan dan menatapnya. Ia melirik sekilas lalu terkikik kecil, "emangnya ada apa?" tanyanya kemudian.

"Sekarang kan lagi weekend, jadi aku mau ngajak kamu jalan-jalan," ujar Jayden tanpa mengalihkan pandangannya, kekasihnya itu tetap cantik bahkan saat kedua pipinya menggembung karena banyaknya makanan yang ia suapkan. Seperti hamster.

"Oh ya? Kemana?"

"Kamu mau kemana?"

Bella mengeryitkan dahinya mendengar penuturan Jayden, apa maksud kalimat kau ingin kemana itu? Maksudnya dia sendiri tidak tahu ingin mengajaknya kemana?

"Kamu mau ngajak aku jalan-jalan tapi belum nyiapain tempatnya?"

Jayden mengusap jambang nya lalu tertawa canggung, detik berikutnya ia mengangguk kecil sebagai balasan penyataan sang kekasih.

Bella mendengus kecil lalu mulai memutar otaknya untuk menemukan tempat yang sekiranya cocok untuk mereka singgahi hari ini.

"Aku dengar ada festival di pusat kota."

"Bukannya festival itu malam ya? Sekarang kan masih sore," kata Jayden dengan kerutan didahinya yang dibenarkan oleh Bella.

"Benar juga sih, terus kemana?"

"Gimana kalau kita pergi ke game center?" tawar Jayden dengan antusias, berbanding terbalik dengan Bella yang malah mengeryitkan kedua alisnya dalam.

"Game center?"

Apa Jayden serius mengajaknya kencan di game center. Kencan? Well, jalan-jalan bersama kekasih sendiri bisa disebut dengan kencan bukan? Tapi masalahnya, game center itu tempat yang sangat tidak romantis.

"Kamu yakin, Jay?" tanya Bella guna memastikan.

"Iya dong, aku udah lama banget nggak pergi ke game center. Percaya deh sama aku, kamu ngak akan bosan disana nanti, disana seru tahu," tutur Jayden tanpa menghilangkan raut wajah antusiasnya.

Bella mendesis panjang, sebenarnya ia tidak tahu harus mempercayai perkataan Jayden atau tidak.

"Percaya sama aku," ujar Jayden sekali yang mencoba meyakinkan sang kekasih.

Bella menghembuskan napasnya pelan lalu kemudian mengangguk kecil, "fine, kita pergi kesana."

.

"Yeay! Aku menang!" seru Bella untuk kesekian kalinya.

Bella mengangkat tinggi-tinggi kedua tangannya, ia bahkan melompat-lompat kecil yang membuatnya tampak semakin menggemaskan di mata Jayden. Ia ingat jika kekasihnya itu terus memasang wajah masam karena ia yang memaksanya untuk datang ketempat ini. Tapi lihat sekarang, kekasihnya itu tampak heboh karena berhasil mengalahkannya dalam beberapa ronde permainan.

"Gimana? Kamu bosan nggak?"

Bella menggelengkan kepalanya sembari melukis senyum lebar, "nggak dong, disini seru banget.

Memang benar jika game center bukanlah tempat romantis untuk berkencan, tapi setidaknya tempat ini sangat menyenangkan hingga rasanya ia tidak ingin berhenti mencoba semua permainan yang ada

"Aku bilang juga apa, kamu sih nggak percaya sama aku tadi," ujar Jayden yang menyombongkan dirinya, membuat sang kekasih tertawa kecil melihatnya.

Jayden melirik sekilas arloji ditangan kirinya, pukul 19.23, ternyata mereka sudah cukup lama bermain disini.

"Masih mau main?" tanya Jayden yang dibalas gelengan kecil oleh kekasihnya tersebut.

"Nggak ah, aku udah capek."

Jayden tertawa kecil melihat raut wajah lelah Bella, sebelah tangannya terangkat untuk mencubit pipi kemerahan sang kekasih yang dibalas cebikkan tipis.

"Terus? Masih mau pergi ke festival di pusat kota itu?" tanya Jayden yang lagi-lagi dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih.

"Tempatnya kan jauh banget dari disini, gimana kalau kita pergi makan aja? Aku lapar," ujar Bella sembari mengusap pelan perutnya.

"Mau makan apa? Kalau nggak salah tadi ada restoran tradisional di dekat sini."

"Gimana kalau kita pergi minimarket saja?"

Jayden menatap penuh tanya pada sang kekasih, kenapa malah ingin makan di minimarket sedang makanan di restoran lebih lebih enak dan mengenyangkan?

"Kenapa jadi minimarket? Makanan disana kan nggak sehat."

"Tadi siang aku Youtubers Korea makan di minimarket. Kelihatannya enak banget makan disana, aku juga pengen."

Jayden menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan keinginan aneh Bella.

"Makanan minimarket di Korea sama Indonesia itu beda. Di Indonesia cuma ada mie instan sama chiki, nggak sehat."

"Kalau gitu kita pergi ke toserba aja, disana pasti banyak makanan yang lebih sehat, gimana?"

Bella mengapit kedua tangannya di lengan Jayden dan menariknya kecil, mencoba membujuk sang kekasih, "mau kan? Please..."

Jayden menghela napasnya kasar, mana mungkin ia bisaa menolak jika kekasihnya itu bertingkah menggemaskan seperti itu?

"Oke, kita pergi ke toserba."

Kedua netra madu Bella berbinar mendengarnya, " serius?" tanyanya yang dibalas anggukan kecil oleh Jayden.

"Oke, kita pergi sekarang!"

To Be Continue.

Sorry for typo(s).

RUWET [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang