Halo
Jangan lupa Vote dan Komennya guyss
Hope you guys like this part, enjoyy
—————————————————————————
Hari ulang tahun Anela, tanggal 20 mei tepatnya. Sudah sedari pagi, Anela disambut dengan ucapan selamat ulang tahun dari keluarganya dan keluarga Fabian, tak lupa juga ada brownies di meja makan untuk diberikkan kepada dirinya.
Anela jujur saja, ia sangat senang hari ini. Fabian, lelaki itu juga hadir walau hanya menatapnya dari arah jauh saja. Di siang hari nya, Anela kedatangan Vania dan Raphael dengan membawa kue ulang tahun untuk merayakkan ulang tahun Anela.
Entah darimana mereka bisa tahu rumah Anela, yang jelas Anela tambah senang dan terus bersyukur karena diberikkan orang orang sekitar yang sangat peduli kepadanya. Bahkan rasa pegal pegal akibat sakit pun sudah hilang lagi dan tak terasa dalam dirinya.
Kini Vania sudah terduduk di kamar Anela dengan puding buah yang sebelumnya telah dibuat Bunda Anela untuk merayakkan hari ini. Raphael sudah membuka buku buku pelajaran Anela yang baru saja dilihatnya.
Mereka baru pertama kali datang kesini, dan itu membuat segalanya menjadi menyenangkan karena banyak hal hal baru yang mereka lihat. "Makasih," ucap Anela dengan wajah gembira nya.
"Sama sama sayang!" seru Vania dan anggukkan cepat dari Raphael.
"Katanya si Daren sama Syifa mau kesini, mau kenalin gue sama Raphael ke pacarnya. Gak sabar deh," ucap Vania yang mulai mengeluarkan senyuman lebar nya.
Anela menganggukkan kepalanya singkat, gadis itu kemudian mengambil ponsel nya dan memainkan permainan disana. Ketiga nya mulai sibuk masing masing namun juga saling berinteraksi jika memang ingin.
Dilain sisi, Daren sedang bersama Syifa disebuah tempat pembelajaan besar daerah nya. Tentu saja mereka kesana untuk mencari sebuah hadiah yang akan mereka berikkan kepada Anela nantinya.
Namun tanpa diduga, lagi lagi kejadian yang pernah mereka alami kembali terjadi. Reynald memegang kasar lengan lelaki itu dan menatapnya tajam. "Lo ngapain disini?" tanya nya dengan nada sinis sembari menatap Syifa.
Ya, kejadian saat bersama Fabian waktu itu terulang. Reynald mulai mendorong tubuh lelaki itu sedikit kasar, "Dia pacar gue." ucap Daren dengan tatapan percaya diri nya.
Baru saja Reynald akan meninju wajah Daren, Syifa lebih dulu mengatakkan sesuatu yang membuatnya terkejut. "Pasti Anela kan?"
"Tau dari mana lo?! Lo bangsat ya Ren!" ucapnya lagi dengan amarah penuh yang hadir dalam dirinya.
Daren tertawa saat mendengarnya. Ternyata sahabat nya ini memiliki banyak orang yang peduli kepadanya, atau mungkin menyukai nya. Anela memang pantas untuk disukai oleh orang, namun Daren tidak menyangka saja jika Anela juga bisa membuat orang orang yang terlihat sulit jatuh cinta dan memiliki citra yang luar biasa jatuh kedalam pesona nya.
"Lo mainin Anela Ren?! Anjing lo." ucapnya.
Untungnya mereka ada di daerah belakang tempat pembelanjaan dengan parkiran mobil yang membuat suasana disana sepi dan tidak membuat ketiga nya malu seperti saat itu.
"Lo ketipu juga ya Rey?" tanya nya dengan wajah datar nan sinis nya. Syifa menarik jaket Daren agar lelaki itu tidak terlalu sinis kepada orang didepannya ini.
Reynald mulai mengepalkan tangannya, ia benar benar dibuat emosi sekarang. "Jangan macem macem Ren, gue gak suka lo mainin Anela kaya gini. Brengsek lo!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Love
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Bukan cerita tentang percintaan mulus yang berawal dari persahabatan, tetapi jalan hidup Anela yang menjadi rumit karena ulah sahabatnya. Termasuk kedalam salah satu anggota band terkenal, membuat Fabian mengubah kepribadia...
