Flashback on.
"Boleh ikutan gak?" tanya anak kecil yang baru saja masuk kedalam sekolah menengah pertama. "Namanya siapa?" tanya orang itu dengan wajah sinis nya.
"Fabian."
"Temennya Anela ya? Ayok sini!" seru orang yang Fabian ajak bermain itu. Lagi-lagi Anela lah yang menjadi sebuah alasan untuk orang-orang ingin berteman dengannya.
Anela sedari kecil selalu mengikuti berbagai macam lomba, sama seperti Fabian. Namun Fabian tidak pernah memenangkan juara pertama, berbeda dengan Anela yang selalu ada di peringkat itu.
Gadis itu dikenal banyak orang karena sifat ramahnya dan juga pintar. Fabian selalu berada di dekat Anela, bahkan orang sampai menyebutnya 'si penjaga Anela'. Tentu saja Anela tidak mengetahui akan hal itu, namun Fabian mengetahui segalanya.
"Kenapa bisa deket sama Anela? Boleh ikut deket sama Anela gak?" tanya nya dengan wajah yang penuh rasa ketertarikan.
"Temenan sama aku aja," ucap Fabian sembari tersenyum lebar sembari memberikkan lengannya berniat mengajaknya bersalaman.
"Mau nya sama Anela."
Fabian menundukkan kepalanya, ia berjalan pergi meninggalkan teman baru nya itu disana. Rasanya campur aduk, ia masih ingin menjaga Anela namun ia juga lelah jika harus memakai terus menerus nama Anela agar ia bisa bersolisasi dengan yang lainnya.
Sedikit demi sedikit, Fabian mulai berubah. Ia menjadi lelaki remaja yang mudah bersolisasi dengan orang lain, tanpa bantuan nama Anela lagi tetapi masih selalu bersama dengan gadis itu.
Masalah selanjutnya ada pada ketertarikkan kepada lawan jenis. Beberapa lelaki ingin berteman dengan nya karena ingin mendekati Anela, bahkan ada yang terang-terangan meminta Fabian untuk menjauh dari Anela saat itu. Namun Fabian akan tetap menjaga sahabat nya, apapun yang terjadi kepada dirinya jika itu menyangkut kebaikkan Anela ia akan melakukkannya. Entahlah, ia hanya ingin Anela terus bahagia.
Sebenarnya, Fabian juga ingin merasakkan bagaimana rasa nya menyukai seseorang. Lelaki itu terus ingin merasakkannya hingga saat Fabian sudah naik kelas menjadi kelas dua di sekolah menengah pertama, Fabian bisa merasakkannya.
Kakak ketua osis perempuan bernama Kinara yang berhasil membuat Fabian tertarik. Lelaki itu selalu bercerita kepada Anela tentang ketertarikkannya, dan Anela yang akan mendukung segala perlakuan lelaki itu nantinya.
Segala perkataan Anela yang meyakinkan Fabian jika lelaki itu bisa memulai nya terus menerus berputar di otaknya hingga suatu hari, Fabian berani menyatakkannya.
"Maaf, gue gak mau punya pacar yang ada sahabat perempuannya." ucap Kinara yang membuat Fabian tersakiti. Kehidupannya sama sekali tidak ada yang indah kali ini, hanya Anela yang terus menerus bermunculan dalam kehidupannya.
"Kenapa?" tanya Fabian dengan wajah yang sudah menunjukkan wajah sinisnya, lelaki itu kesal dan kecewa disaat yang bersamaan.
"Salah satu dari kalian pasti ada yang suka, gue gak mau hal itu terjadi dalam kisah cinta gue. Sorry Fab,"
Dimulai dari sini, Fabian sadar jika ia tidak bisa berdekatan dengan Anela di dalam kehidupannya. Lelaki itu perlahan menjauh walau tidak sepenuhnya menjauh.
Kehidupan nya terbayarkan ketika Fabian jauh dari Anela. Dimulai dari saat kelas tiga sekolah menengah, lelaki itu dengan sengaja belajar lebih giat, pulang hingga sore hari, dan terus bermain dengan anak anak terkenal di sekolahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Love
Tienerfictie[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Bukan cerita tentang percintaan mulus yang berawal dari persahabatan, tetapi jalan hidup Anela yang menjadi rumit karena ulah sahabatnya. Termasuk kedalam salah satu anggota band terkenal, membuat Fabian mengubah kepribadia...
