Hi guys!
Ini buat tim Anela Reynald nih part nya
Jangan lupa Vote dan Komen sayyy
—————————————————————————
Pulang sekolah adalah waktu favorit untuk Anela, Vania dan Raphael menghabiskan waktu mereka bersama lebih lama lagi. Seperti biasanya, Anela diam di lapangan bersama Vania menunggu Raphael yang katanya sedang berlatih bersama anggota The Petrichor lainnya.
Vania menyenderkan punggung gadis itu ke kursi samping lapangan sembari memakkan permen batangan yang sebelumnya telah ia beli.
"La, besok ulangan lagi ya?" tanya Vania yang seketika tersadar dengan realita kehidupannya. Gadis itu mulai duduk lalu menatap Anela dengan tatapan penuh.
"Iya," jawab Anela singkat dengan sikap biasanya yang membuat Vania mengerutkan keningnya. "Gak kesel? Ulangan loh La, dadakan lagi." Dan lagi-lagi jawaban gadis itu hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya.
Sebelum mereka pulang, ada seseorang dari kelas sebelah yang masuk ke kelas mereka sebelumnya untuk memberitahukkan bahwa kelas Anela akan melakukkan ulangan harian nantinya. Vania merasa kesal mengapa harus sangat mendadak, ia sangat membenci belajar karena terpaksa. Mungkin jika ulangannya satu minggu lagi, Vania bisa belajar di malam sebelum ulangan, namun jika satu hari ini,Vania seperti malas untuk melakukkannya.
"Udah biasa kan? Pasti lo males ya Van?" tanya Anela yang mulai merasa curiga dengan tingkah laku temannya ini. Vania mengeluarkan senyuman lebar nya yang membuat Anela menghela nafasnya panjang.
Tiba tiba saja, Raphael datang dengan tas yang lelaki itu bawa dipunggungnya. Namun hal yang membuat Anela jadi tertarik adalah dengan kehadiran seseorang dibelakang Raphael, siapa lagi jika bukan Reynald.
Lelaki itu telah menggunakkan baju hitam nya dan tak lupa tas punggung berwarna hitam yang menambah kesan tampan pada wajahnya. "Van, Reynald kali ini nebeng. Dia gak bawa mobil," ucap Raphael kearah kekasihnya itu setelah ia mengusap kepala kekasihnya itu.
"Dijual mobil lo Rey?" tanya Vania dengan wajah yang dibuat kesal. Tentu saja Vania tidak benar benar kesal, ia hanya bercanda. Baru kali ini Reynald ingin pulang bersama dengan seseorang, biasanya lelaki itu bahkan tidak ingin untuk menaikki kendaraan orang lain, sekarang malah terjadi.
Reynald menatap dingin ke arah Vania, "Iya," ucapnya santai namun membuat ketiga orang didepannya ini membesarkan mata mereka karena terkejut dengan jawabannya.
"Serius Rey?" tanya Raphael dengan wajah yang masih menunjukkan wajah terkejut nya. Reynald menatap balik ke arah Raphael, lelaki itu mulai mengeluarkan tawanya. "Mobil Papih gue yang dijual, dia pake mobil gue."
"Aneh banget bapak lo, gak punya duit bapak lo Rey?" tanya Raphael dengan nada hati hatinya. Reynald lagi lagi tertawa kencang, "Kayanya sih gitu ya."
Kini giliran Vania yang semakin terkejut dengan jawaban lelaki itu. Perusahaan keluarga Reynald bahkan hampir menyaingi perusahaan keluarga nya, bagaimana bisa Reynald tidak punya uang hanya untuk membeli sebuah mobil saja?
"Mobil Buggatti. Papih gue mau beli mobil itu. Makannya mobil yang sekarang dijual, biar Mamih gue gak ngamuk."
Raphael, Vania, dan Anela semakin melebarkan kedua matanya. Benar apa yang ada dipikiran Vania jika Reynald tidak mungkin tidak bisa membeli sebuah mobil saja, keluarga nya benar benar kaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Love
Roman pour Adolescents[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Bukan cerita tentang percintaan mulus yang berawal dari persahabatan, tetapi jalan hidup Anela yang menjadi rumit karena ulah sahabatnya. Termasuk kedalam salah satu anggota band terkenal, membuat Fabian mengubah kepribadia...
