Haii
Jangan lupa Vote dan komennya guysss
Maaciws, enjoyyy
———————————————————————————
Dengan terpaksa Reynald harus keluar dari tempat ter-aman nya di Villa dikarenakan orang tua lelaki itu meneleponnya untuk segera mengadakan acara makan malam.
Reynald keluar dengan menggunakkan pakaian tidurnya dan tak lupa membawa ponsel untuk menghilangkan rasa bosan nantinya.
Saat Reynald menghampiri mereka, lelaki itu telah disambut dengan ceria oleh sang Nenek. "Halo cucu Nenek paling ganteng, sini." ucapnya sembari menggerakkan tangan seperti menyuruh Reynald agar menghampirinya.
Reynald pun duduk disamping Neneknya itu setelah ia memeluknya dengan singkat.
Kakek, Papih dan Om nya kini sedang membakar daging, Mamih Reynald sedang memotong buah, Tante nya yang sedang menyiapkan beberapa makanan lagi, dan Melisa yang sedang menatap penuh ke arah lelaki itu.
Nenek Reynald memegang lengan Reynald erat sembari tersenyum manis ke arah lelaki itu, ia kemudian mengeluskan perlahan. "Gimana sama sekolah kamu?"
"Baik,"
"Mau langsung kerja di perusahaan Papih kamu? Mendingan kerja di perusahaan punya kakek kamu aja ya? Kakek butuh orang buat ngelanjutin. Papah sama om kamu udah gak mau, katanya pusing." ucap nya yang dibalas dengan tawaan singkat dari Reynald.
Mau Reynald bermimpi untuk jadi yang ia inginkan, nyatanya semua akan berakhir dengan ia yang menjadi penerus perusahaan keluarga nya. Reynald tentu saja tidak menginginkannya, ia lebih suka membangun semua dari awal, namun jika ini tidak di lanjutkan atau bahkan jatuh ke tangan yang salah, semua nya akan hancur dan akan membuat Reynald lebih tidak suka nantinya.
"Gimana baik nya aja," ucap Reynald yang langsung direspon dengan elusan di kepalanya oleh sang Nenek.
Makanan yang sudah dibakar akhirnya telah selesai, mereka semua mulai duduk dibangku nya masing masing yang membuat Reynald jadi terduduk diantara Nenek dan Mamih nya.
Mamih Reynald mengambilkan anaknya itu makanan yang menjadi kesukaannya, lalu setelah nya ia mengambil makanan untuknya. Selesai berdoa sebelum makan, mereka langsung memakkan makanan itu dengan senyuman ceria diwajahnya.
Di pertengahan acara makan ini, Papih Melisa tiba tiba mengatakkan satu hal yang lagi-lagi menjadi hal yang dibenci oleh Reynald. "Reynald, jagain Melisa ya? Dia kan anaknya masih kaya anak kecil gitu, om takut dia nakal."
Tadinya Reynald tidak akan menjawabnya namun Mamihnya telah lebih dulu menyenggol pinggangnya sehingga ia mengerti perintah baru untuknya. "Enggak kok, Melisa baik."
"Aduh, Melisa baik katanya Pih, dirumah dia gak bisa diem banget." ucap Mamih Melisa yang langsung disambut dengan tawaan kencang dari seluruh keluarga itu kecuali Reynald.
"Udah dong Mih, Melisa jadi malu." balas Melisa dengan senyuman malu-malu nya. Reynald menatap ke arah Mamihnya itu untuk meminta pertolongan dan Mamihnya yang menenangkan Reynald dengan mengelus lengan lelaki itu perlahan.
"Kamu juara 1 lomba sains kemarin ya? Ajarin Melisa dong Rey," ucap Papih Melisa yang hanya dijawab dengan senyuman tipis dari Reynald.
"Reynald sibuk, dia udah keluar terus. Latihan band, les, sama nongkrong. Biasa lah anak muda," jawab Papih Reynald.
Kakek Reynald tertawa pelan, ia kemudian menatap cucu laki-laki nya itu. "Belajar bisnis ya Rey, kakek kasih kamu bagian di perusahaan." ucapnya yang lagi lagi hanya dibalas anggukkan singkat oleh Reynald.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Love
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Bukan cerita tentang percintaan mulus yang berawal dari persahabatan, tetapi jalan hidup Anela yang menjadi rumit karena ulah sahabatnya. Termasuk kedalam salah satu anggota band terkenal, membuat Fabian mengubah kepribadia...
