Hari kedua Anela pergi ke sekolah tanpa Fabian, gadis itu sudah mulai merasa biasa saja, ia tidak terlalu berpikir tentang respon Fabian saat mengetahui Anela pergi lebih dulu. Semua sudah terbukti jelas kemarin, Fabian yang bahkan tidak peduli akan Anela lagi.
Di kelas, suasana sudah mulai ramai karena memang gadis itu datang di jam nya bel masuk akan berbunyi. "Tumben lo telat La," tanya Raphael yang sudah siap dengan buku dan alat tulis lainnya milik lelaki itu.
Anela tersenyum tipis dan tak berniat membalas ucapan Raphael. Merasa aneh karena Vania terus menerus diam sembari menyembunyikkan kepala gadis itu di kedua lengannya yang dilipat, Anela mendorong bahu Vania perlahan.
"Raph! Udah aku bilang jangan gang-"
"Eh Anela," lanjut Vania saat melihat sahabatnya ini sudah ada di sampingnya. Vania kira yang menganggu gadis itu adalah Raphael maka dari itu Vania langsung mengomel, ternyata perkiraannya salah.
"Nah kan! Dasar udah tua!" jahil Raphael yang membuat Vania menghela nafas nya panjang. Anela terkekeh kecil melihat tingkah laku kedua sahabat nya itu, "Emang lo kenapa? Gak enak badan?" tanya Anela khawatir.
"Nonton drakor sampai pagi dan berakhir dengan dia ngantuk sekarang," pertanyaan Anela dijawab oleh Raphael dengan nada jahil nya, Vania memberikkan senyuman lebar ke arah Anela karena pastinya Anela akan mulai memarahi gadis itu akibat tidak menjaga pola tidur nya.
Vania tiba-tiba mengerutkan keningnya kebingungan, seorang lelaki dengan seragam yang berbeda dengan sekolah mereka membuat nya penasaran. "Dia siapa?" tanya Vania ke arah Raphael dengan mata yang masih menatap ke arah lelaki itu.
"Murid baru yang kemarin kamu bilang kali Van," jawab Raphael tak peduli dengan apa yang kini menjadi pusat perhatian siswa siswi di kelasnya.
"Ganteng," ucap Vania pelan yang berhasil membuat Raphael menjadi menatap lelaki itu tajam. "Masalah ganteng boleh kalah, tapi kalau masalah setia mah boleh kali di adu,"
Vania menatap ke arah kekasih nya itu dengan pandangan datar namun sebenarnya ia tersipu, melihat Raphael yang sedang cemburu adalah salah satu hal yang sangat Vania suka.
Anela melihat ke arah ponsel nya yang sedang dipenuhi oleh banyak pesan dari grup ekskul jurnal yang mengharuskan mereka untuk berkumpul di jam istirahat. Sejujurnya, Anela malas untuk berkumpul nanti, tetapi karena itu adalah salah satu keharusan Anela sebagai seorang anggota, Anela harus mau tak mau datang berkumpul bersama tim jurnal.
Pelajaran pun dimulai seperti biasanya, tidak ada yang spesial. Anela berjalan ke arah kantin yang menjadi tempat berkumpulnya dengan langkah yang dibuat perlahan. Saat Anela akan masuk ke kantin, gadis itu tanpa sengaja mencium wangi parfume yang sama persis dengan wangi yang selalu Fabian gunakkan.
Karena penasaran, Anela membalikkan badannya dan melihat si lelaki yang menjadi topik pembicaraan dikelasnya tadi. Anela sama sekali tidak tertarik dengan lelaki itu, hanya karena wangi nya sama dengan Fabian, Anela jadi penasaran.
Sesampainya Anela di tempat berkumpul, mereka langsung saling menyapa dan mulai membahas mengenai hal hal yang akan mereka lakukkan. Mading sekolah sudah harus diganti dengan hiasan dan berita yang lebih bagus dari sebelumnya karena akan ada tamu yang datang ke sekolah mereka. Anela hanya diam dan mendengarkan semua rencana itu, gadis itu hanya menyetujui semuanya dan berharap jika kegiatan mereka sekarang bisa segera terselesaikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Love
Dla nastolatków[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Bukan cerita tentang percintaan mulus yang berawal dari persahabatan, tetapi jalan hidup Anela yang menjadi rumit karena ulah sahabatnya. Termasuk kedalam salah satu anggota band terkenal, membuat Fabian mengubah kepribadia...
