58 | Sial!

174 8 0
                                        

Haloo

Komen dong bagaimana kalian benci dengan situasi part ini?

Hope you like it guys!

Jangan lupa Vote dan Komen nya bebzzz

————————————————————————

Tidak seperti biasanya, Anela yang ia kenal kini sudah berubah. Mereka tak sengaja berpapasan namun tak ada niat untuk saling menyapa.

Anela berjalan lurus bahkan tanpa menatap Reynald sedikitpun. Lelaki itu kini tahu apa alasannya, pasti Melisa, gadis itu pasti melakukkan sesuatu dibelakangnya agar Anela bisa menjauh.

Reynald menghela nafasnya panjang, sebelum masuk kedalam kelasnya, Reynald telah dipanggil lagi oleh Melisa yang membuat banyak tatapan menuju ke arahnya.

Tadinya ia ingin mengabaikan nya namun perkataan Melisa membuatnya gugup seketika. "Papih gue ada disini." ucapnya.

Ia hanya bisa menghela nafasnya panjang lalu menenangkan pikiran nya. "Tunggu sebentar," katanya dengan nada pelan.

Setelah Reynald menaruh barang bawaannya ke kelas, ia kemudian berjalan ke arah Melisa untuk pergi menemui Papih Melisa. Orang-orang di sekitarnya mulai membicarakkan mereka, Melisa dan Reynald yang berjalan bersamaan dan terlihat bagaikan sepasang kekasih yang sangat pas.

Kini mereka telah sampai di depan ruangan kepala sekolah, keduanya masuk kedalam dengan wajah yang berbeda masing masingnya.

"Halo Reynald." sapa Papih Melisa dan Bapak Kepala Sekolahnya. Reynald hanya tersenyum tipis, ia kemudian duduk dihadapan mereka.

"Gimana nih sama Melisa dan Reynald? Ada masalah gak pak?" tanya Papih Melisa.

Kepala sekolah itu tersenyum, "Gak ada ya? Melisa baik-baik aja kok. Reynald ikutan lomba terus, keren." puji nya.

"Oh gitu ya, terimakasih loh pak,"

"Reynald, katanya kamu mau terusin bisnis keluarga ya?" tanya kepala sekolah nya sembari menatap ke arah Reynald dan Papih Melisa.

Keduanya tersenyum tipis, "Iya nih pak, katanya Reynald mau lanjutin bisnis keluarga. Saya aja kagum sama dia," Papih Melisa mengelus kepala belakang milik Reynald sembari tersenyum bangga.

Yang dilakukkan lelaki itu hanya terdiam dan tersenyum ramah saja, ia sangat malas untuk diam disana apalagi pikirannya sudah berpikir tentang hal yang akan membuatnya kesal.

"Kalau Melisa gimana?" tanya kepala sekolah itu lagi.

"Mungkin saya akan kuliah dulu pak, terus lanjutin bisnis juga bareng sama Reynald." ucapnya.

Kepala sekolah itu tersenyum bangga, ia kemudian menatap keduanya bergantian. "Melisa dan Reynald sama sama pintar ya pak, hebat." puji nya yang membuat keduanya tersenyum.

"Apalagi kalau ada Reynald pak, Melisa suka jadi tambah semangat belajar gitu. Tadinya mau langsung lanjutin bisnis kaya Reynald, tapi Reynald juga belum ngerti apa-apa jadi dua-duanya harus sama-sama belajar lagi." jelas Papih Melisa.

"Melisa bisa kok Pah, belajar bareng sama Reynald di rumah Kakek, gimana? Jadi Melisa kuliah di Indonesia aja nanti." ucapnya dengan tatapan membujuk agar disetujui oleh Papihnya itu.

Papih Melisa sedikit berpikir yang membuat jantung Reynald seketika berdegup kencang. Cukup, ia sudah tidak ingin lagi diganggu dalam pengetahuannya oleh gadis itu. Kepala sekolah yang terdiam pun memberikkan saran agar mengiyakan apa yang diinginkan oleh Melisa.

Hidden LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang