62 | PDKT?

107 7 1
                                        

Hari hari telah berlalu, pembicaraan tentang dirinya dan Fabian semakin menyebar. Bukan lagi dengan kata-kata yang jahat, tetapi sudah dengan kebaikkan. Keduanya dianggap seperti persahabatan di acara kesukaan mereka, yang membuat Anela dan Fabian jadi lebih nyaman ketika berjalan-jalan.

Bukan hanya rumor tentang mereka, tetapi juga Melisa. Gadis itu keluar dari sekolah entah karena masalah apa, yang jelas gadis itu keluar dari sekolah dengan wajah kedua orang tua nya yang dingin tak bersahabat.

Reynald, lelaki itu sudah tidak masuk sekolah sejak saat terakhir ia memukul Fabian. Entahlah, yang lain rindu akan kehadiran lelaki itu, apalagi Anela. Banyak yang berkata jika Reynald sudah mulai fokus dengan pembelajaran dan bisnis nya. Ya, lelaki itu sudah mulai mengikuti kegiatan Kakek nya di perusahaan. Hebat bukan?

Hari ini ia tidak pergi bersama Fabian karena katanya lelaki itu telat bangun yang membuatnya malas pergi ke sekolah. Saat Anela akan masuk kedalam gerbang sekolah, ia tiba tiba saja ditarik oleh Gavin yang membuatnya terkejut dan menatap penuh keheranan.

"Kenapa?" tanya Anela yang memang benar-benar penasaran. Ia sangat jarang berinteraksi dengan lelaki itu, namun tiba-tiba ia menariknya, pasti ada sesuatu yang penting untuk dibicarakkan bukan?

"Ikut gue yuk, La?"

"Kemana?!" bingung Anela yang semakin meningkat. Sikap Gavin yang canggung namun langsung kepada inti membuat Anela jadi kebingungan dan ingin menertawakkan nya secara bersamaan.

Gavin menghela nafasnya kasar, "Bolos lah," ucapnya yang direspon oleh tawaan dari mulut Anela.

"Iya gue tau, tapi kenapa harus bolos? Lo kenapa sih?" tanya nya. Tanpa menjawab apapun, Gavin langsung menarik Anela pergi menuju ke arah mobil lelaki itu. "Takut ketauan guru." ucapnya.

"Reynald sakit, udah dua hari, katanya sih demam sama kecapekan, Mamih nya ngadu sama gue, ikut yu?" ajak nya dengan wajah memohon yang baru pertama kali Anela lihat.

Jantung nya berdetak cepat, ia gugup bertemu dengan Reynald lagi. Soal melupakan Reynald, Anela belum berhasil, kenangannya bersama lelaki itu selalu bahagia yang membuat dirinya selalu rindu dengan segala kegiatan itu.

Lelaki di hadapan Anela kini masih menatap gadis itu penuh harap, "Melisa udah gak ada, lo juga suka kan sama dia?" tanya nya yang membuat Anela terkejut saat mendengarnya.

"So tau deh," balas Anela yang berharap jika Gavin bisa mengubah topik pembicaraan mereka. "Kelihat kali La, udah deh, ikut ya?"

"Kenapa harus gue?" tanya Anela karena tak ingin mengiyakan ajakan Gavin itu. "Reynald suka sama lo, buru! Bel udah bunyi, masuk aja buru!" ucapnya memaksa.

Jujur saja, ia rindu dengan kehadiran lelaki itu, namun ia juga tak siap jika harus mendadak seperti ini. Pada akhirnya, Anela malah memilih masuk kedalam mobil lelaki itu.

Lebih terkejutnya lagi, di dalam mobil Gavin sudah ada Lily. Untung saja Anela duduk di kursi belakang, jika ia membuka yang depan mungkin ia akan ketahuan karena berteriak terkejut melihat Lily disana. "Hai Anela!" sapa nya dengan senyuman polos gadis itu.

"Kaget ya?" tanya nya dengan nada jahil.

"Lo ngapain disini?" tanya Anela kebingungan dan tak menyangka jika seseorang yang disebut cerdas dan sangat menjaga absen ini malah ikut bolos dengannya dan Gavin.

"Bosen, belajar mulu." jawabnya dengan nada bercanda. Mereka langsung saja memulai perjalanan menuju rumah Reynald dengan perasaan yang berbeda di masing-masing nya.

Tak lama, mereka sampai didepan rumah Reynald. Jantung Anela semakin berdegup cepat, ia jadi gugup seperti akan melaksanakan ujian akhir sekolah.

Gavin dan Lily keluar dari mobil lebih dulu lalu diikuti oleh Anela setelahnya. Saat mereka masuk kedalam, Gavin langsung memeluk seorang wanita cantik dan rapih yang kini sudah ada dihadapannya. "Tan, apa kabar?" tanya Gavin berusaha mencairkan suasana.

Hidden LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang